Penyakit A-Z

Vertigo: Gejala, Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengobati

vertigo

Pernahkah saat sedang beraktivitas, tiba-tiba kamu merasa benda di sekitar berguncang seperti gempa? Keluhan ini kerap disebut vertigo, kondisi medis di mana tubuh terasa bergerak dan ruangan berputar. Sesaat setelah itu, rasa sakit kepala menyerang tapi berbeda dengan rasa pusing pada umumnya.

Baca Juga:

rapid test

Vertigo merupakan gejala gangguan yang disebabkan gangguan telinga bagian dalam, sistem saraf, atau otak. Penyebabnya bisa dari infeksi, kotoran telinga, atau perusakan partikel kalsium karbonat, peradangan, gangguan fungsional, respons imun yang lemah, dan peningkatan tekanan telinga bagian dalam.

Ada dua jenis vertigo yang perlu diketahui. Pertama, vertigo perifer yang  terjadi akibat masalah telinga bagian dalam atau saraf vestibular. Faktanya, saraf vestibular menghubungkqan telinga bagian dalam dengan otak. Kedua adalah vertigo sentral yang terjadi ketika ada masalah di otak, terutama otak kecil. Otak kecil adalah bagian dari otak belakang yang mengontrol koordinasi gerakan dan keseimbangan.

Gejala Vertigo

vertigo

Gejala vertigo tidak akan dirasakan tubuh secara terus-terusan. Gejalanya bisa saja datang tiba-tiba, kemudian menghilang lagi. Selain itu, gejala vertigo bisa berlangsung beberapa detik, menit, jam, bahkan sampai berhari-hari.  Umumnya, vertigo paling sering menyerang orang tua dan lebih sering dialami wanita daripada pria.

Sekitar 30 persen orang yang berusia di atas 60 tahun memiliki masalah dengan vertigo. Berikut adalah gejala vertigo yang sering ditemui:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Susah berjalan
  • Sering tersandung saat berjalan karena tubuh tidak seimbang
  • Sering jatuh
  • Gangguan pendengaran, telinga seperti bordering
  • Kehilangan pendengaran
  • Kesulitan konsentrasi
  • Mata bergerak tidak seperti biasanya
  • Berkeringat.

Penyebab Vertigo

vertigo

Ada beberapa penyebab terjadi vertigo yang dialami oleh seseorang. Untuk vertigo perifer, studi penelitian mengungkapkan 93% vertigo ini disebabkan oleh perubahan posisi pada kepala dan gangguan telinga bagian dalam yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Kondisi seperti itu bisa meneybabkan timbulnya vertigo secara tiba-tiba. Berikut deretan penyebab vertigo:

1. BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)

BPPV terjadi ketika partikel-partikel kalsium kecil (canaliths) menggumpal di kanal telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam mengirimkan sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh relatif terhadap gravitasi yang berfungsi menjaga keseimbangan. 

2. Meniere

Meniere merpakan gangguan telinga bagian dalam yang disebabkan oleh penumpukan cairan dan perubahan tekanan di telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan vertigo bersamaan dengan dering di telinga (tinnitus) dan gangguan pendengaran.

3. Neuritis vestibular atau labirinitis

Masalah telinga bagian dalam ini biasanya berhubungan dengan infeksi yang disebabkan oleh virus). Infeksi ini menyebabkan peradangan di telinga bagian dalam di sekitar saraf yang penting untuk membantu keseimbangan indera tubuh

4. Adanya tumor

Tumor jaringan saraf telinga bagian dalam dapat menyebabkan vertigo. Hal ini menyebabkan seseorang mengalami vertigo dengan gejala telinga bordering dan gangguan pendengaran.

5. Penurunan aliran darah ke dasar otak

Gumpalan darah atau penyumbatan dalam pembuluh darah di bagian belakang otak dapat menyebabkan stroke/ Tipe lain dari stroke yang terdiri dari pendarahan ke bagian belakang otak (cerebellar hemorrhage) ditandai dengan vertigo, sakit kepala, kesulitan berjalan, dan ketidakmampuan untuk melihat ke arah sisi pendarahan

6. Trauma kepala dan cedera leher 

Kedua kondisi ini dapat menyebabkan vertigo yang biasanya hilang dengan sendirinya. Vertigo dapat disebabkan oleh masalah leher seperti pelampiasan pembuluh darah atau saraf dari cedera leher.

7. Migrain

Sakit kepala yang parah dapat menyebabkan vertigo. Vertigo biasanya diikuti oleh sakit kepala, meskipun tidak selalu. 

8. Komplikasi dari diabetes 

Kondisi ini dapat menyebabkan arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah) yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke otak sehingga menyebabkan gejala vertigo.

9. Perubahan hormon selama kehamilan

Kondisi tersebut yang dialami bersamaan dengan kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan wanita hamil merasa pusing atau vertigo, terutama PADA trimester pertama. Pada trimester kedua, pusing atau vertigo mungkin karena tekanan pada pembuluh darah dari rahim yang membesar. Kemudian dalam kehamilan, pusing dan vertigo mungkin disebabkan oleh berbaring telentang yang memungkinkan berat bayi menekan vena besar (vena cava) yang membawa darah ke jantung.

Sementara penyebab vertigo sentral biasanya disebabkan oleh cedera pada kepala atau leher, adanya tumor dan stroke pada otak kecil, terkena pukulan, akibat obat-obatan tertentu yang merusak telinga, dan sakit kepala migrain.

Bahaya Vertigo

vertigo

Untuk vertigo sentral, sensasi pusing dan serasa digoyang akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 24 jam. Namun jika vertigo yang disebabkan oleh peradangan telinga bagian dalam harus diberikan perawatan atau pengobatan yang tepat karena bisa berlangsung selama berhari-hari.

Waspadai juga vertigo yang disebabkan oleh stroke. Sebab,penyumbatan pembuluh darah atau perdarahan dapat meninggalkan kerusakan permanen pada otak dan menyebabkan gejala vertigo permanen. Jika vertigo disebabkan oleh cedera kepala atau leher (gegar otak, whiplash, atau trauma lainnya) dapat berlangsung bertahun-tahun atau permanen.

Jika mengalami vertigo, segera periksakan ke dokter. Efek samping sistem saraf seperti terjadinya vertigo dan masalah keseimbangan sering terjadi pada pasien kanker karena berbagai alasan. Gejala-gejalanya dapat menyebabkan diagnosis kanker atau muncul setelah perawatan. Meningkatnya tekanan yang disebabkan oleh tumor otak, misalnya, adalah penyebab umum dari masalah keseimbangan pada pasien. 

Cara Mengobati Vertigo

Jika sudah mengalami gejala vertigo, sebaiknya langsung mengambil langkah tepat untuk mengobatinya. Pertama, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan dengan tepat. Cara mengobati vertigo tergantung pada apa yang menyebabkan vertigo.

Dalam banyak kasus, vertigo hilang tanpa perawatan apa pun karena otak mampu beradaptasi dengan perubahan telinga bagian dalam mengandalkan mekanisme lain untuk menjaga keseimbangan. Namun untuk beberapa orang dibutuhkan cara mengobati vertigo seperti:

1. Rehabilitasi vestibular

Terapi fisik ini bertujuan memperkuat sistem vestibular. Fungsi sistem vestibular adalah untuk mengirim sinyal ke otak untuk melakukan gerakan kepala dan tubuh relatif terhadap gravitasi. Rehabilitasi vestibular dapat direkomendasikan jika kam menderita vertigo berulang karena terapi ini membantu melatih indera yang lain untuk meredakan vertigo.

2. Canalith repositioning

Pengobatan ini menggerakan kepala dan tubuh untuk vertigo yang disebabkan BPPV. Gerakan ini dilakukan untuk memindahkan simpanan kalsium keluar dari saluran ke dalam ruang telinga bagian dalam sehingga dapat diserap oleh tubuh. 

3. Konsumsi obat yang dianjurkan

Dalam beberapa kasus vertigo, obat dapat diberikan untuk meringankan gejala seperti mual atau mabuk karena vertigo. Jika vertigo disebabkan oleh infeksi atau peradangan, antibiotik atau steroid dapat mengurangi pembengkakan dan menyembuhkan infeksi. Untuk penyakit, Meniere, diuretik (pil air) bisa diresepkan untuk mengurangi tekanan dari penumpukan cairan.

4. Operasi

Dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk vertigo.  Jika vertigo disebabkan oleh masalah yang lebih serius, seperti tumor atau cedera pada otak atau leher, operasi dapat membantu meringankan vertigo.

Selain itu, ubahlah gaya hidup kamu menjadi lebih sehat. Misalnya mengkonsumsi makanan yang sehat, seperti yang mengandung antikosidan dan memiliki efek anti-inflamasi.  Perlu diketahui, pengidap vertigo disarankan untuk menghindari beberapa jenis makanan dan minuman.

Adapun makanan dan minuman yang harus dihindari antara lain kafein, garam natrium, keju, popcorn, acar, kecap, makanan kaleng dan daging olahan, makanan dan minuman manis, makanan yang mengandung MSG seperti keripik, dan alkohol. Untuk mengatasi efek buruk dari peradangan di tubuh, konsumsi makanan yang mengandung lemak esensial, vitamin, dan mineral.

Jika kamu merasakan salah satu atau beberapa gejala vertigo di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati