Penyakit A-Z

Varises; Gejala, Faktor Resiko, dan Cara Pengobatannya

Varises

Varises ialah pembuluh darah vena yang bengkak dan nampak dekat di permukaan kulit. Pembuluh vena memiliki fungsi untuk membawa darah yang rendah kandungan oksigennya dari sel dan jaringan untuk kembali ke jantung, tempat dimana darah bisa kembali mendapatkan kandungan oksigen.

Baca Juga:

rapid test

Masalah pembengkakan pada pembuluh darah vena ini bisa saja terjadi di bagian tubuh manapun, namun yang paling umum dan sering terjadi biasanya di bagian kaki. Pada dasarnya varises tidak berbahaya, namun bila muncul komplikasi atau terasa mengganggu tentunya dibutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter atau tenaga medis yang ahli.

Gejala Varises 

Varises

Terdapat beberapa gejala dan tanda-tanda terjadinya varises yang umum dialami, diantaranya :

1. Pembuluh terlihat di permukaan kulit

Ini merupakan gejala utama yang mudah dikenali. Pembuluh vena akan terlihat di permukaan kulit, dengan bentuk serupa serabut atau garis-garis halus yang berwarna biru keunguan.

2. Nyeri pada kaki

Penderita varises juga biasanya mengalami nyeri berlebihan di bagian kaki sehingga kaki terasa berat. Terutama bila berdiri atau duduk dalam waktu yang cukup lama. 

3. Vena menonjol

Selain serabut halus, biasanya pembuluh vena akan terlihat menonjol karena terjadi pembengkakan. Vena yang menonjol ini biasanya terletak di sepanjang paha, mata kaki, ataupun lutut. 

4. Gatal pada kulit

Orang yang menderita varises biasanya mengalami rasa gatal, terutama di area pergelangan kaki atau sekitar area tungkai bagian bawah. 

5. Warna kulit mengalami perubahan

Varises bisa menyebabkan terjadinya perubahan warna kulit pada penderitanya. Biasanya, kulit akan jadi lebih tipis, dan rentan terbentuk luka juga infeksi jaringan lunak di sekitar area mata kaki. 

6. Kram

Bagian kaki ataupun bagian yang mengalami pembengkakan pada pembuluh vena biasanya akan terasa berdenyut atau mengalami kram.

Faktor Resiko Varises

Varises

Setelah mengetahui gejala-gejala varises, hal lain yang harus diketahui agar bisa menyiapkan langkah preventif dalam menanganinya ialah faktor-faktor resiko. Ada beberapa faktor yang dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami masalah pembengkakan pada pembuluh venanya, diantaranya :

1. Riwayat genetis

Jika kamu memiliki anggota keluarga yang mengalami masalah varises, maka ada kemungkinan kamu juga mengalami kondisi serupa. Riset menunjukkan bahwa 50% dari penderita varises ternyata memiliki anggota keluarga yang mengalami masalah sama. 

2. Umur

Resiko terkena pembengkakan pada pembuluh vena bisa saja meningkat seiring umur yang bertambah. Semakin tua seseorang, maka terjadi penurunan fungsi pada pembuluh venanya. Katup pembuluh akan melemah sehingga rentan memicu terjadinya pembengkakan di vena. 

3. Jenis kelamin

Wanita lebih besar kemungkinannya mengidap varises dibanding para pria. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon yang biasanya terjadi pada masa pubertas, masa kehamilan, hingga pada masa menopause ataupun penggunaan pil KB.

4. Kehamilan

Saat sedang hamil, pertumbuhan pada janin akan memberi tekanan pada pembuluh darah di bagian kaki ibu. Hal ini yang menyebabkan masalah varises kerap dialami oleh ibu hamil. Tapi tak usah khawatir, sebab kondisi ini akan membaik pada 3 hingga 12 bulan setelah ibu melahirkan.

5. Kelebihan berat badan

Berat badan yang melebihi angka normal atau bahkan obesitas tentunya akan memberikan beban dan tekanan yang lebih kuat pada pembuluh darah. Ini sebabnya orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan menjadi lebih rentan terkena varises.

6. Pasif

Orang yang kegiatan hariannya cukup pasif seperti hanya duduk atau berdiri dalam waktu yang cukup lama, terlebih dengan posisi kaki ditekuk atau disilang beresiko mengalami masalah pada pembuluh venanya dibanding mereka yang aktif bergerak.

Berada dalam satu posisi untuk jangka waktu yang cukup lama akan membuat pembuluh darah bekerja makin keras agar bisa memompa darah ke jantung, sehingga rentan menyebabkan pembengkakan. 

7. Pernah mengalami trauma di bagian kaki

Apabila kamu pernah mengalami pembekuan darah sebelumnya ataupun kerusakan traumatis pada katup di pembuluh darah, ini dapat menyebabkan kemampuan pembuluh memindahkan darah kembali ke jantung jadi melemah.Akibatnya, hal ini bisa memicu terjadinya masalah pada pembuluh vena.

Cara Pengobatan Varises

Varises

Terdapat beberapa prosedur medis yang biasa dilakukan oleh dokter untuk mengatasi masalah varises. Berikut ulasannya. 

1. Stoking kompresi

Cara pengobatan yang pertama ialah dengan menggunakan stoking kompresi. Stoking ini dapat memberikan tekanan yang stabil untuk memberikan bantuan pembuluh darah memindahkan darah kembali ke bagian jantung. Tekanan yang stabil juga berfungsi mengurangi pembengkakan di bagian bawah kaki serta mengurangi resiko terjadinya pembekuan darah.

Akan tetapi, cara ini tidak bisa langsung menghilangkan pembuluh darah di bagian kaki yang masih terlihat. Untuk menjalani prosedur ini, biasanya dokter akan terlebih dahulu memeriksa kulitmu sehingga kamu mendapatkan ukuran serta jumlah tekanan yang tepat dan akurat. 

2. Skleroterapi

Cara pengobatan varises ini merupakan yang paling umum dilakukan untuk mengatasi pembengkakan di bagian pembuluh vena. Skleroterapi akan menyebabkan dinding vena saling menempel antara satu sama lain, sehingga darah tidak dapat mengalir lagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah pada bagian yang bermasalah serta mengurangi pembengkakan. Biasanya, cara ini diambil untuk mengobati varises jenis kecil serta spider veins.

Ini adalah perawatan paling umum untuk pembengkakan pembuluh vena. Skleroterapi membuat dinding vena saling menempel sehingga darah tidak bisa mengalir lagi. Ini meningkatkan sirkulasi pada area yang bermasalah dan mengurangi pembengkakan.

3. Perawatan laser

Pengobatan varises ini dilakukan dengan mengarahkan sinar laser pada pembuluh vena yang membengkak. Sinar yang dihasilkan oleh laser ini dapat membantu mengecilkan pembuluh darah tanpa merusak area kulit yang terkena.

Setelah disinari dengan laser, kamu harus mengenakan stoking kompresi dan melindungi area yang telah dilaser tersebut dari paparan sinar matahari selama kurang lebih 3 hingga 4 minggu.

Hal ini bertujuan supaya bintik hitam akibat sinar matahari tidak terbentuk pada area kulit yang terkena laser. Untuk perawatan laser, terdapat dua jenis yakni terapi laser endovenous (EVLT) dan radiofrequency ablation (RFA). Kedua jenis laser ini bekerja dengan cara mengangkat pembuluh vena yang mengalami pembengkakan. EVLT lebih direkomendasikan untuk mengatasi spider veins dan varises kecil. Sementara, RFA kerap digunakan untuk mengobati jenis varises yang besar. 

Selain tindakan medis, kamu juga bisa menangani varises dengan sejumlah cara-cara alami. Mulai dari menjaga pola dan asupan makan harian, rajin berolahraga, tidak menjalani gaya hidup yang kurang sehat, hingga menerapkan pola diet yang sesuai agar berat badan tidak melebihi ambang maksimal.

Apabila terjadi komplikasi lebih lanjut ataupun hal lain yang mengganggu, segeralah hubungi dokter atau tenaga medis untuk menangani masalah varises secara lebih optimal. 

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati