Penyakit A-Z

Usus Buntu; Penyebab dan Pengobatannya

gejala usus buntu

Kamu pasti pernah mendengar tentang penyakit usus buntu bukan? Penyakit ini terjadi ketika bagian tubuh yang bernama usus buntuk atau apendiks mengalami peradangan. Usus buntu sendiri terletak di bagian ujung usus besar, berukuran kecil sepanjang 5-10 cm. Peradangan pada bagian ini menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian kanan bawah.

Baca Juga:

rapid test

Di Indonesia sendiri, penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing. Penderitanya pun bisa siapa saja, mulai dar anak-anak hingga orang dewasa. Namun, meski sudah umum di tengah masyarakat kita, masih banyak yang keliru mengetahui penyebab usus buntu.

Penyebab Usus Buntu

gejala usus buntu

Seperti yang sudah disebutkan, penyakit ini diakibatkan oleh peradangan pada usus buntu. Meski ukurannya kecil, radang pada organ tubuh yang satu ini dapat mengganggu aktivitas dan bahkan berisiko menimbulkan kondisi yang lebih berbahaya. Dalam kasus yang sudah parah, penanganannya pun tidak main-main. Pasien harus menjalani operasi pengangkatan usus buntu yang sudah rusak.

Agar dapat menghindari penyakit ini, kamu perlu tahu apa yang penyebab sebenarnya. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Infeksi

Peradangan pada usus buntu dapat terjadi akibat infeksi bakteri. Bakteri yang berada di saluran pencernaan dapat membuat usus buntu bengkak, radang, dan luka. Biasanya infeksi ini ditandai dengan penebalan dinding usus buntu.

2. Terhambatnya rongga usus buntu

Penyumbatan pada rongga usus buntu oleh tija atau parasit juga dapat menjadi penyebab seseorang menderita penyakit ini. Akibat terhambatnya saluran ke apendiks, usus buntu menjadi membengkak hingga perut terasa nyeri

3. Adanya penyakit yang lebih serius

Bukan hanya tinja dan parasit yang bisa menyebabkan infeksi pada usus buntu, melainkan juga penyakit-penyakit yang lebih serius seperti kanker. Oleh sebab itu, kita tidak dapat menyimpulkan begitu saja penyebab pasti penyakit ini. Pihak medis harus mengeceknya secara lebih komprehensif untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Usus Buntu Karena Makanan Pedas?

gejala usus buntu

Yang kerap kali disalahpahami adalah bahwa penyakit ini diakibatkan oleh makanan pedas dan biji-bijian yang terkandung di dalam buah dan sayur. Ini tidak sepenuhnya benar.

Meski makanan pedas pada kenyataannya dapat menimbulkan sensasi panas yang berujung pada sakit perut, namun ini bukanlah penyebab pasti usus buntu. Begitu pun dengan anggapan bahwa biji cabai, biji tomat, atau biji anggur yang tidak tercerna dapat menimbulkan usus buntu.

Kondisi yang sebenarnya terjadi adalah penyakit ini dapat muncul apabila makanan apa pun, pedas maupun tidak, tak tercerna dengan sempurna sehingga menumpuk dan menghambat, kemudian berubah menjadi infeksi. Makanya, biasanya,setellah pengobatan, dokter melarang pasien untuk mengonsumsi makanan-makanan yang sulit dicerna.

Apa saja contohnya? Berikut beberapa di antaranya:

  • Gorengan
  • Daging merah
  • Makanan kaya gula dan lemak seperti kue-kue, makanan manis, dan lainnya
  • Susu murni
  • Alkohol

Gejala Usus Buntu

gejala usus buntu

Faktor-faktor penyebab usus buntu yang sudah disebabkan di atas akan menimbulkan beberapa gejala, mulai dari yang ringan hingga yang parah. Semakin parah gejala yang muncul, biasanya akan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari si penderita.

Di bawah ini adalah beberapa gejala yang bisa kamu cermati untuk sebisa mungking berwaspada akan penyakit ini:

1. Rasa nyeri pada perut

Rasa nyeri ada perut ini biasa muncul pertama kali pada bagian atas. Seiring rasa sakitnya terasa bertambah hebat, posisinya pun menjalar ke bagian kanan bawah.

Di dalam situasi ini, biasanya si penderita akan kesulitan untuk menjalani aktivitasnya seperti berdiri atau berjalan. Ini merupakan gejala umum penyakit ini.

2. Kehilangan nafsu makan

Akibat rasa sakit yang begitu parah, pencernaan pun terganggu. Itulah kenapa orang yang sedang mengalami sakit usus buntu kehilangan nafsu makannya.

Mereka mengeluhkan sakit apabila perut diisi makanan. Lebih dari itu, rasa sakit yang hebat membuat mereka juga susah untuk makan dengan normal.

3. Mual dan muntah

Ini merupakan tanda lanjutan dari dua tanda di atas. Peradangan pada usus buntuk membuat seseorang mudah merasa mual secara tiba-tiba.

Jika dibiarkan, rasa mual dan nyeri ini akan menimbulkan sensasi rasa panas dan dorongan isi perut ke atas. Maka dari itu, umumnya, para penderita penyakit ini akan muntah ketika rasa mualnya sudah tidak tertahan.

4. Demam tinggi

Karena terjadi infeksi di bagian dalam tubuh, umumnya penyakit ini juga ditandai dengan demam tinggi pada penderitanya. Demam ini juga yang membuat penderita merasa lemas dan tak bisa beraktivitas secara normal.

5. Sulit buang angin

Kondisi pencernaan yang tengah mengalami radang biasanya juga menghambat fungsi-fungsi saluran tersebut. Dalam kasus penderita usus buntu, biasanya juga ditandai dengan kesulitan buang angin.

Penyumbatan di ujung usus besar membuat angin pada saluran pencernaan terhambat dan tak dapat keluar. Apabila rasa sakit semakin parah, kondisi ini juga bisa berlanjut menjadi sembelit.

Cara Mengobati Usus Buntu

gejala usus buntu

Sebelum melakukan tindakan medis, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pasien. Ini bertujuan untuk menentukan tingkat penyakit yang diderita serta mengetahui penyebab usus buntu.

Cara paling umum yang dilakukan adalah dengan menekan bagian yang sakit dengan tangan untuk beberapa saat lalu melepasnya. Apabila setelah tekanan dilepas pasien langsung merasakan sakit kembali pada perutnya, itu merupakan pertanda bahwa ada gangguan di area tersebut.

Untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut, dokter dapat melakukan tindakan lanjutan seperti:

1. CT Scan atau USG

Dengan melihat bagian dalam perut, dokter dapat mengetahui apakah rasa sakit yang diderita memanglah benar gejala sakit usus buntu. Hasil CT Scan dan USG aan menunjukkan kondisi usus buntu si pasien.

2. Tes urine

Sebab masih terkait dengan saluran pencernaan, dokter biasanya mencari tahu kemungkinan adanya penyakit lain yang gejalanya juga berupa rasa nyeri pada bagian bawah perut seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih.

3. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengecek kondisi sel darah putih. Ini bertujuan untuk melihat apakah benar ada infeksi. Sebelum melakukan tes darah, dokter juga akan mengecek suhu tubuh pasien untuk mengukur tingkat demamnya.

4. Pemeriksaan panggul dan kehamilan

Pada pasien wanita dewasa, dokter biasanya uga akan melakukan tes kehamilan dan pemeriksaan pada area panggul. Tujuannya adalah guna mengetahui bahwa rasa sakit pada bagian bawah perut bukan merupakan gejala penyakit saluran reproduksi atau gejala kehamilan ektopik.

Setelah mengetahui kondisi pasti usus buntu si pasien, dokter dapat melakukan beberapa tindakan pengobatan. Jika penyakit usus buntu yang diderita pasien masih dalam taraf ringan, dokter akan memberi antibiotik untuk mengobati infeksinya.

Namun, apabila penyakitnya ternyata sudah parah, dokter akan melakukan tindakan operasi pengangkatan usus buntu. Pada pasien yang belum mengalami usus buntu pecah, dokter akan memberikan antibiotik sebelum pembedahan.

Akan tetapi, bila ternyata si pasien sudah mengalami pecah usus buntu, dokter harus mengeluarkan nanah terlebih dahulu dengan bantuan selang sebelum operasi pengangkatan.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati