Penyakit A-Z

Mengenal Tension Headache atau Sakit Kepala Tegang

Tension Headache

Tension Headache atau Tension Type Headache (TTH) atau nyeri kepala tipe tegang adalah bentuk sakit kepala yang paling sering dijumpai dan sering dihubungkan dengan jangka waktu dan peningkatan stres.

Baca Juga:

rapid test

Kondisi ini rentan terjadi pada orang-orang yang mempunyai perasaan kurang percaya diri, selalu ragu akan kemampuan diri sendiri dan mudah menjadi gentar dan tegang. Pada akhirnya, terjadi peningkatan tekanan jiwa dan penurunan tenaga.

Pada saat itulah terjadi gangguan dan ketidakpuasan yang membangkitkan reaksi pada otot-otot kepala, leher, bahu, serta vaskularisasi kepala sehingga timbul nyeri kepala.

Siapa yang Lebih Rentan Terkena TTH?

Nyeri kepala ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki dengan perbandingan 3:1. TTH dapat mengenai semua usia, namun sebagian besar pasien adalah dewasa muda yang berusia sekitar antara 20-40 tahun.

Anak-anak juga bisa terkena, namun angka kejadian biasanya pada umur 40-40 tahun. Angka kejadian juga meningkat seiring dengan level akademik penderita. 

Nyeri biasanya terasa menekan atau terasa mengikat, dengan intensitas sedang atau ringan, dan lokasi bilateral, tidak diperburuk dengan aktivitas rutin.

Biasanya tidak disertai dengan mual dan muntah namun photofobia atau fonofobia mungkin ada. Nyeri kepala ini memiliki banyak sebutan, seperti nyeri kepala psikogenik, nyeri kepala akibat stres, nyeri kepala psikomyogenik, dan nyeri karena kontraksi otot.  

Klasifikasi Tension Headache

Menurut lama berlangsungnya, nyeri kepala tegang otot ini dibagi menjadi nyeri kepala episodik jika berlangsungnya kurang dari 15 hari dengan serangan yang terjadi kurang dari1 hari perbulan (12 hari dalam 1 tahun).

Apabila nyeri kepala tegang otot tersebut berlangsung lebih dari 15 hari selama 6 bulan terakhir dikatakan nyeri kepala tegang otot kronis.

1. Tension Type Headache episode jarang:

Minimal 10 episode sakit kepala yang terjadi rata-rata <1 hari/bulan (<12 hari/tahun) dan memenuhi kriteria berikut ini:

-Berlangsung 30 menit – 7 hari dengan minimal 2 dari 4 karakteristik di bawah ini:

  • lokasi bilateral
  • kualitas: seperti tertekan, berat, atau kencang (non-pulsating)
  • intensitas: ringan atau sedang
  • tidak dipicu atau diperberat oleh aktivitas fisik seperti berjalan atau menaiki tangga

-Tidak disertai oleh mual dan muntah serta bila ada tidak lebih dari satu episode fotofobia (nyeri di mata saat melihat cahaya) atau fonofobia (nyeri bertambah saat mendengar suara keras)

2. Tension Type Headache episodik sering

Minimal 10 episode sakit kepala yang terjadi rata-rata 1-14 hari/bulan selama >3 bulan (>-12 dan <180 hari/tahun) dan memenuhi kriteria yang sama dengan tension type headache episodik jarang

3. Tension Type Headache kronik

  • Sakit kepala yang terjadi rata-rata >15hari/bulan selama >3 bulan (>180 hari/tahun)
  • Berlangsung dalam hitungan jam atau hari, atau terus menerus
  • Dengan karakterisik yang sama dengan kriteria C dan D dari tension type headache episodik jarang/sering

Seperti Apa Gejala Tension Headache

Keluhan yang biasa terjadi adalah:

  • Keluhan nyeri yang tersebar di kepala bagian belakang hingga leher dan sifat nyerinya mulai dari ringan hingga sedang
  • Nyeri kepala tegang otot biasanya berlangsung selama 30 menit hingga 1 minggu penuh
  • Nyeri bisa dirasakan kadang-kadang atau terus menerus
  • Nyeri pada awalnya dirasakan pada leher bagian belakang kemudian menjalar ke kepala bagian belakang selanjutnya menjalar ke bagian depan. Selain itu, nyeri ini juga dapat menjalar ke bahu
  • Nyeri kepala dirasakan seperti kepala berat, pegal, rasa kencang pada daerah bitemporal dan bioksipital, atau seperti diikat di sekeliling kepala
  • Nyeri kepala tipe ini tidak berdenyut.

Pada nyeri kepala ini tidak disertai mual ataupun muntah tetapi anoreksia mungkin saja terjadi. Gejala lain yang juga dapat ditemukan seperti insomnia (gangguan tidur yang sering terbangun atau bangun dini hari), nafas pendek, konstipasi, berat badan menurun, palpitasi dan gangguan haid.

Pada nyeri kepala tegang otot yang kronis biasanya merupakan manifestasi konflik psikologis yang mendasarinya seperti kecemasan dan depresi.

Bagaimana Cara Pencegahan Tension Type Headache?

Tension headache dapat dipicu oleh beberapa hal, diantaranya adalah stres emosional dan fisik, cemas, depresi, hingga posisi beraktivitas yang salah. Oleh karena itu untuk mencegah tension type headache diperlukan identifikasi pemicu terlebih dahulu.

Jika pemicunya adalah kondisi psikis, cara mencegahnya adalah dengan menghindari pemicu, merilekskan diri, menjaga pikiran agar tidak terlalu terbebani. Namun bisa pemicunya berupa posisi duduk/tidur yang salah, pencegahan dapat berupa perbaikan posisi.

Cara Mengobati Tension Headache

Pertama-tama, setelah diagnosis tegak, dokter akan menjelaskan bahwa tidak ditemukan kelainan fisik dalam rongga kepala atau otak sehingga dapat menghilangkan rasa takut akan adanya tumor otak atau penyakit intrakranial lainnya.

Kemudian, penilaian adanya kecemasan atau depresi harus segera dilakukan. Sebagian orang menerima bahwa kepalanya berkaitan dengan penyakit depresinya dan bersedia ikut program pengobatan sedangkan pasien lain berusaha menyangkalnya. Oleh sebab itu, pengobatan harus ditujukan kepada penyakit yang mendasari dengan obat anti cemas atau anti depresi serta modifikasi polahidup yang salah, disamping pengobatan nyeri kepalanya.

Saat nyeri timbul dapat diberikan beberapa obat untuk menghentikan atau mengurangi sakit yang dirasakan saat  serangan  muncul. Penghilang sakit yang sering digunakan adalah: acetaminophen dan NSAID seperti Aspirin, Ibuprofen, Naproxen, dan Ketoprofen.

Pengobatan kombinasi antara acetaminophen atau aspirin dengan kafein atau obat sedatif biasa digunakan bersamaan. Cara ini lebih efektif untuk menghilangkan sakitnya, tetapi jangan digunakan lebih dari 2 hari dalam seminggu dan penggunaannya harus diawasi oleh dokter. 

Untuk tension type headache yang dicurigai penyebabnya berupa kondisi psikir, dapat juga diberikan obat-obatan antidepresi yaitu Amitriptilin. Umumnya respon terapi dalam 2 jam (nyeri kepala residual menjadi ringan atau hilang dalam 2 jam).

Jangan lupa untuk beristirahat yang cukup saat nyeri kepala menyerang. Rilekskan tubuh dan pikiran kamu. Jika kamu merasakan nyeri sakit kepala yang tak biasa, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati