Penyakit A-Z

Sifilis: Pengertian dan Jenisnya

penyakit sifilis

Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini termasuk salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS), dan oleh sebab itu, dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak hubungan seksual baik secara vaginal, anal, maupun oral.

Penyakit ini biasa muncul di sekitar area kelamin. Meski demikian, sifilis juga bisa muncul pada area lain seperti anus dan mulut apabila kedua organ tersebut juga terlibat dalam aktivitas seksual yang memiliki risiko penularan.

rapid test

Baca Juga:

Sifilis bisa menjangkiti pria maupun wanita. Penyakit ini berkembang secara bertahap. Tiap tahap memiliki gejalanya masing-masing. Bukan hanya itu, semakin tinggi tahap terjangkitnya penyakit ini menandakan semakin sulit pengobatan yang harus dijalani seseorang untuk benar-benar sembuh.

Untuk mengetahui secara lebih jelas tahap infeksi penyakit ini, kita akan membahas tingkatan penyakit ini dari mulai yang paling ringan sampai yang paling berat.

Fase Perkembangan Sifilis dalam Tubuh dan Gejalanya

penyakit sifilis

1. Sifilis primer

Fase ini berlangsung antara 1-2 bulan sejak kontak dengan bakteri terjadi. Pada fase ini, gejala yang bisa dikenali adalah kemunculan luka atau lesi pada bagian kelamin, mulut, anus, atau daerah lainnya. Lesi ini berbentuk kecil seukuran gigitan serangga, namun tanpa rasa perih. Luka ini berwarna merah dan acap kali mengandung cairan di dalamnya.

Luka ini bisa hilang dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas. Namun, itu bukanlah pertanda bahwa seseorang sudah sembuh dari sifilis. Sebaliknya, bisa jadi yang demikian merupakan tanda bahwa orang tersebut sudah mulai memasuki tahapan kedua penyakit ini.

2. Sifilis sekunder

Di tahap ini, penderita akan mengalami munculnya ruam merah pada beberapa bagian tubuh seperti tangan atau kaki. Jika kemunculan lesi di tahap pertama tak dibarengi rasa nyeri, ruam pada tahap sekunder ini justru sebaliknya.

Penderita akan merasakan demam, pusing, mual, nafsu makan menurun, radang pada tenggorokan, atau mengalami munculnya kutil pada alat kelamin. Kondisi ini biasanya berlangsung 1-3 bulan.

3. Sifilis laten

Selepas tahap sekunder lewat, penderita tidak akan merasakan gejala apa pun selama kurang lebih 1-2 tahun. Ia akan beraktivitas seperti biasa tanpa ada bekas dari dua gejala sebelumnya.

Di fase ini, banyak yang mengira bahwa bakteri sifilis sudah hilang dari tubuh. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Di fase inilah bakteri semakin menguat hingga menjadi laten. Akhirnya, infeksi berlanjut ke tahap yang paling parah, yaitu sifilis tersier.

4. Sifilis tersier

Di fase ini, infeksi sudah mulai menampakkan dampak yang serius pada tubuh. Penderitanya dapat merasakan penurunan fungsi tubuh, misalnya gangguan pendengaran, kebutaan, kelumpuhan, hingga impotensi.

Ini merupakan fase terberat penyakit sifilis. Dala fase ini, seseorang berisiko tinggi untuk mengalami kemunduran kerja tubuh, dan risiko yang paling parah adalah kematian.

Apakah Sifilis Bisa Diobati?

penyakit sifilis

Ini merupakan pertanyaan yang sering diajukan mengenai penyakit ini. Jawabannya, jika ditangani sejak awal, sifilis masih mudah untuk disembuhkan. Tapi, kalau baru dilakukan penanganan setelah penyakit sudah parah, infeksi akan sulit dihentikan.

Karena itu, kepada mereka yang merasa dirinya rentan untuk terinfeksi penyakit ini, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis ke dokter ketika menemukan gejala-gejala di tahap sifilis primer dan sekunder.

Untuk fase ini, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik lewat cara suntik secara berkala selama beberapa minggu.

Namun, untuk yang sudah berada di tahap sifilis tersier, dokter akan melakukan penanganan yang lebih serius. Dan, perlu diingat juga, apabila penderitanya baru memeriksakan kondisinya setelah terjadi komplikasi, maka berarti dokter juga harus mengobati komplikasi yang dialami juga.

Cara Penularan Sifilis

penyakit sifilis

Sebagaimana yang sudah disebut di awal, sifilis merupakan salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS), maka cara penularannya juga bisa melalui hubungan seksual. Namun, kontak seksual bukanlah satu-satunya penyebab seseorang bisa tertular sifilis. Ada beberapa cara lain yang harus dicermati.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini merupakan cara-cara yang mungkin bisa menjadi jalan masuk bakteri sifilis ke dalam tubuh seseorang:

1. Hubungan seksual yang tidak aman dengan penderita

Sifilis selalu identik dengan aktivitas seksual yang tidak aman. Hubungan seks dengan orang yang tidak dikenal rekam jejak kesehatannya merupakan salah satu cara bakteri sifilis berpindah dari satu orang ke orang lain.

2. Melalui darah

Darah juga merupakan perantara bakteri sifilis yang bisa membuat seseorang tertular penyakit ini. Caranya bisa melalui transfusi darah orang yang menderita penyakit ini, atau luka terbuka yang terkena paparan darah penderita.

3. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril

Jarum suntik, baik dalam konteks penggunaan narkoba maupun pembuatan tato atau tindik, dapat juga menjadi jalan masuk penyakit ini ke dalam tubuh kita. Karena itu, sangat tidak disarankan untuk merajah tubuh di tempat yang tidak jelas kesterilan jarumnya, ataupun menindik tubuh menggunakan anting bekas orang lain.

Cara Mencegah Sifilis

penyakit sifilis

Sifilis bisa dicegah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas-aktivitas tertentu, seperti hubungan seksual, penggunaan jarum suntik, ataupun kontak dengan cairan tubuh penderita sifilis.

Untuk menghindari risiko terpaparnya penyakit ini, hindarilah aktivitas seksual yang melibatkan banyak pasangan, apalagi dengna orang yang tidak dikenal. Penggunaan kondom bisa menjadi salah satu cara meminimalisir risiko atas infeksi bakteri ini.

Selain itu, untuk pasangan yang ingin menikah, disarankan untuk melakukan tes darah terlebih dahulu serta cobalah berkomunikasi secara terbuka mengenai riwayat aktivitas seksual yang pernah dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko penularan.

Di samping itu, berhenti menggunakan narkoba dan berhati-hati memilih jarum tato atau tindik yang steril dapat mencegah dirimu terinfeksi penyakit ini. Usahakan untuk tidak berbagi anting atau pisau cukur dengan orang yang tidak dikenal.

Untuk mengurangi risiko penularan melalui kontak cairan tubuh penderita seperti darah, usahakan untuk menggunakan peralatan sendiri, seperti handuk, sikat gigi, dan lain-lain. Namun, perlu diingat, bakteri ini tidak bisa ditularkan melalui sentuhan, berbagi kamar mandi, bahkan berbagi kolam renang.

Bakteri ini bisa cepat mati apabila berada di luar tubuh. Jadi, sentuhan, pelukan, dan bicara dengan penderita secara langsung tidak akan membuatmu tertular penyakit ini.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati