Penyakit A-Z

Rubella: Pengertian dan Gejalanya

rubella

Rubella alias campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Orang yang terkena penyakit ini ditandai dengan gejala seperti munculnya ruam kemerahan pada kulit. Sepintas, penyakit ini mirip dengan penyakit campak biasa dan cacar air, padahal sebetulnya ketiganya berbeda.

Baca Juga:

rapid test

Perbedaan ketiganya terletak pada virus yang menyebabkannya dan tingkat keparahan penyakitnya. Dibandingkan dengan campak dan cacar, rubella tergolong lebih ringan. Penyakit ini biasanya menjangkiti anak-anak dan remaja, namun tidak menutup kemungkinan untuk bisa menyerang orang dewasa juga.

Selain itu, penyakit ini juga dapat dialami oleh wanita hamil. Dalam kasus wanita hamil, virus rubella biasa menyerang ketika usia kandungan masih berada di trimester pertama. Rubella lebih berbahaya pada wanita hamil. Penyakit ini berpotensi menimbulkan gangguan pada janin, seperti penularan, lahir cacat, atau bahkan berujung pada kematian.

Penyebab Rubella

rubella

Seperti yang sudah disinggung di atas, rubella disebabkan oleh inveksi virus. Virus ini dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui beberapa cara penularan di bawah ini:

1. Menghirup udara bervirus dari bersin dan liur penderita

Apabila seseorang yang sedang mengidap penyakit rubella bersin atau membuang liur, virus yang ada di dalamnya dapat terbawa oleh udara. Virus yang berada di udara ini dapat terhirup secara tidak sengaja oleh siapa pun. Nantinya, orang dengan kekebalan tubuh yang sedang menurun rentan tertular penyakit ini.

2. Kontak dengan air liur penderita

Air liur bervirus rubella yang menempel pada benda-benda juga dapat menjadi cara penularan penyakit ini dari satu orang ke orang lain. Virus ini berpindah melalui perantara benda-benda yang dipakai bersama tanpa melalui proses pencucian bersih.

Gejala Rubella

rubella

Gejala penyakit ini tidak langsung muncul semasa awal seseorang terinfeksi. Tanda-tanda kehadiran virus rubella pada tubuh seseorang baru terlihat ketika infeksi sudah berlangsung 2-3 minggu kemudian. Seperti apa gejalanya? Berikut tanda-tanda yang sering muncul.

1. Ruam merah

Ruam merah yang disebabkan penyakit ini muncul dari kepala dan wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti badan, paha, hingga tungkai kaki. Cepat atau lambatnya proses penyebaran tergantung pada intensitas virus dan kekebalan tubuh si penderita. Pada beberapa orang yang imun tubuhnya lemah, proses ini bisa terjadi dalam waktu cepat. Sebaliknya, ada juga orang yang mengalami gejala tersebut secara bertahap dalam beberapa waktu.

2. Demam

Demam yang dirasakan ini sebetulnya tak lain pertanda atau sinyal yang memberi tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi di dalam tubuh kita. Sistem imun yang sedang mencoba menghalau virus rubella membuat suhu tubuh seseorang meningkat. Umumnya, demam berlangsung beberapa hari.

3. Sakit kepala

Sama seperti demam, sakit kepala, merupakan gejala umum untuk mengetahui bahwa tubuh kita tidak baik-baik saja. Biasanya, dalam kasus penyakit rubella, rasa sakit pada bagian kepala bukan hanya menunjukkan bahwa sedang ada virus yang dilawan, melainkan juga efek dari menurunnya kondisi tubuh seseorang. Di samping itu, kesulitan tidur yang sering mengiringi infeksi penyakit ini juga bisa membuat seseorang merasa sakit pada bagian kepalanya.

4. Tidak nafsu makan

Infeksi virus rubella juga ditandai dengan menurunnya nafsu makan penderitanya. Ini biasanya efek samping dari demam dan pusing, serta rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh infeksi virus yang tengah berlangsung.

5. Muncul pembengkakan

Pembengkakan yang muncul umumnya berupa benjolan dan biasanya berada di bagian telinga dan leher. Benjolan ini adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, gejala yang satu ini tidak terjadi pada semua orang. Biasanya hanya ditemukan pada beberapa kasus tertentu saja.

Cara Mencegah dan Mengobati Rubella

rubella

Rubella bukanlah tergolong penyakit berbahaya, kecuali pada ibu hamil. Jadi, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan tes darah terlebih dulu untuk mengetahui keberadaan virus ini di dalam tubuh si pasien.

Bukan hanya itu, dokter juga akan mengecek antibodi yang menandakan bahwa si pasien pernah mengalami penyakit ini sebelumnya, atau pernah menerima vaksin rubella.

Untuk pengobatannya sendiri, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus. Sebagai tambahan, dokter juga akan meresepkan paracetamol untuk meredakan demam yang diderita.

Pada kasus ibu hamil, dokter umumnya akan melakukan pengecekan yang lebih detail untuk melihat kemungkinan pengaruh kondisi infeksi yang terjadi di tubuh ibu terhadap janinnya. Makanya, pengobatan penyakit ini pada ibu hamil lebih serius dibandingkan pada kelompok penderita yang lain

Meski tidak tergolong sebagai penyakit berbahaya, tidak ada salahnya untuk tetap berusaha mencegah terpaparnya tubuh kita oleh virus ini. Ada beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan secara sederhana, di antaranya:

1. Imunisasi MMR dan MR

Ini merupakan salah satu imunisasi wajib yang diberikan kepada anak-anak. Selain rubella, imunisasi ini juga berguna untuk mengurangi risiko anak terkena campak dan gondongan. Imunisasi ini diberikan saat anak berusia 15 bulan dan 5 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk diberikan kembali kepada orang dewasa yang membutuhkan.

2. Hindari kontak dengan penderita

Kontak langsung dengan air liur orang yang menderita penyakit ini merupakan salah satu cara penularan yang kerap terjadi. Oleh karena itu, cobalah untuk menghindarinya. Caranya bisa dengan memakai masker wajah apabila sedang berdekatan dengan orang yang terinfeksi rubella. Kamu juga bisa membiasakan diri memakai peralatan makan khusus untuk diri sendiri.

3. Biasakan cuci tangan

Meski telah berusaha menghindari kontak langsung dengan virus, kita tidak bisa benar-benar memastikan diri kita bersih sepenuhnya dari paparan virus. Itulah sebabnya kamu sangat dianjurkan untuk mencuci tangan yang bersih setelah beraktivitas ataupun mau makan. Sepulang dari aktivitas luar rumah, cucilah tangan yang bersih. Tidak ada salahnya untuk selalu membawa hand sanitizer untuk memastikan tanganmu senantiasa bersih dan bebas bakteri atau virus.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati