Penyakit A-Z

Radang Sendi: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

radang sendi

Apakah kamu pernah mengalami nyeri, bengkak hingga tidak bisa menggerakkan beberapa titik sendi? Jika pernah, bisa jadi kamu mengalami radang sendi. Dalam istilah medis, radang sendi disebut sebagai arthritis.

Baca Juga:

promo rapid test murah

Radang sendi ini merupakan kondisi terjadinya peradangan atau inflamasi dalam satu atau beberapa sendi. Penyakit ini biasanya paling sering menyerang orang dengan usia 40 sampai 50 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan jika para remaja bisa terkena penyakit ini.

Risiko terkena penyakit radang sendi akan meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, memiliki riwayat cedera sendi juga meningkatkan risiko terkena penyakit radang sendi. Karena rasa sakit akibat cedera tersebut masih bisa kambuh di kemudian hari.

Gejala yang Sering Dirasakan Oleh Penderita Radang Sendi

Gejala radang sendi muncul secara bertahap. Namun, ada beberapa pasien yang merasakan gejalanya secara mendadak. Oleh karena itu. tidak semua penderita mengalami gejala yang sama.

Ada beberapa gejala yang paling umum dialami oleh penderita radang sendi. Mulai dari kemerahan hingga terasa hangat pada sendiri. Berikut gejala-gejala lain dari penyakit radang sendi yang perlu kamu waspadai.

1. Merasakan nyeri yang berkepanjangan

Penderita radang sendi akan merasakan nyeri berkepanjangan. Nyeri ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Bagian tubuh yang paling sering merasakan nyeri adalah tangan, kaki, lutut dan tengkuk.

2. Terasa kaku pada sendi

Gejala selanjutnya yaitu sendi-sendi terasa sangat kaku. Akibatnya, jika terjadi pergerakan pada bagian tersebut akan terasa sakit. Kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada sendi.

3. Terjadi pembengkakan disertai kemerahan

Ketika penderita mengalami nyeri sendi yang berkepanjangan, biasanya akan diikuti dengan pembengkakan yang disertai kemerahan. Kondisi ini terjadi di sekitar sendi yang terasa nyeri.

4. Tidak bisa bergerak bebas

Penderita radang sendi akan sulit bergerak bebas. Misalnya ketika melakukan aktivitas fisik seperti berlari atau menaiki tangga, tidak kuat untuk melakukannya terlalu jauh atau terlalu lama. Hanya beberapa langkah saja sudah merasakan nyeri pada sendi-sendinya.

5. Otot sekitar sendi mengecil

Ya, penderita radang sendi biasanya akan mengalami gejala mengecilnya otot-otot di sekitar sendi. Kondisi ini pun menyebabkan kekuatan otot menjadi menurun. Sehingga otot tersebut tidak bisa bekerja secara maksimal.

Hal-hal yang Menyebabkan Seseorang Terkena Radang Sendi

Penyebab radang sendi bukan hanya satu, tapi ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena radang sendi. Karena faktanya, seseorang yang mengalami nyeri sendi pada berbagai bagian tubuh memiliki alasan yang berbeda. Misal, pembengkakan pada lutut bisa saja terjadi karena encok, sedangkan pembengkakan pada bahu terjadi karena terkilir.

Sehingga, penyebab radang sendi dibagi menjadi beberapa jenis. Adapun penyebab-penyebabnya adalah sebagai berikut.

1. Inflamasi

Inflamasi disebut juga sebagai peradangan. Kondisi ini merupakan respon tubuh lain terhadap kondisi medis tertentu. Inflamasi bisa terjadi karena sel darah putih pada tubuh menyerang ancaman asing seperti virus atau bakteri. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya demam ketika kita sakit.

Namun, meski tidak ada ancaman, ada beberapa kondisi di mana sel-sel akan teraktivasi. Sel inilah yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan tubuh lain. Selain radang sendi, inflamasi ini bisa terjadi ketika seseorang menderita lupus, fibromiagia atau psoriasis.

2. Dislokasi

Diskolasi merupakan bahasa medis dari terkilir. Ketika seseorang mengalami diskolasi, tulang dan sendi tidak berada pada tempat yang seharusnya. Kondisi ini disebabkan oleh deformitas genetik, cedera atau trauma.

3. Penuaan

Penuaan juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena radang sendi. Seiring bertambahnya usia, tulang dan sendi akan menjadi aus. Hal inilah yang menyebabkan tulang dan sendi kadang terasa nyeri.

4. Efusi

Penyebab radang sendi lainnya yaitu efusi. Efusi sendi merupakan kondisi di mana terdapat cairan dalam jumlah yang tidak biasa pada sendi. Cairan ini akan terakumulasi dan bisa menyebar ke jaringan lainnya di sekitar sendi.

5. Asam urat

Seseorang yang memiliki riwayat penyakit asam urat juga bisa terkena radang sendi. Asam ini merupakan produk dari purin yang dapat ditemui pada berbagai jenis makanan, termasuk daging.

Ketika makanan tersebut mengandung purin yang tinggi, tubuh akan menghasilkan banyak asam urat. Asam urat ini nanti akan membentuk kristal. Kemudian kristal ini dapat tersangkut di antara sendi, sehingga akan menimbulkan rasa nyeri.

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan radang sendi

Radang sendi bisa diobati sesuai dengan tingkat keparahannya. Pengobatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan fungsi sendi-sendi kembali. Adapun beberapa pengobatan yang bisa dilakukan oleh penderita radang sendi adalah sebagai berikut.

1. Lakukan tahapan pencegahan terlebih dahulu

Melakukan pencegahan berfungsi untuk menghindari tingkat keparahan penyakit radang sendi. Pencegahan ini bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang bisa membantu melindungi sendi, terutama di bagian tulang rawan. Makanan yang bisa kamu konsumsi seperti ikan, kacang-kacangan dan makarel.

2. Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter

Obat yang paling sering digunakan untuk mengobati radang sendi adalah obat antiinflamasi. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan salep yang mengandung capsaicin atau mentol untuk mengatasi nyeri.

Biasanya, dokter juga akan menganjurkan kelompok obat DMARDs bersamaan dengan kelompok obat biologic response modifiers. Sebelum mengonsumsi obat-obatan ini, ada baiknya jika kamu meminta resep dari dokter secara langsung.

3. Melakukan fisioterapi

Selain dengan obat-obatan, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit radang sendi. Cara tersebut yaitu dengan melakukan fisioterapi. Pengobatan ini pun perlu didampingi oleh dokter, karena jika salah melakukannya dapat berakibat fatal.

Selain itu, melakukan fisioterapi juga dibutuhkan kesabaran dan dukungan penuh dari orang-orang sekitar. Karena metode ini tidak bisa bekerja secara instan.

Fisioterapi ini direkomendasikan oleh dokter karena akan memperkuat otot-otot yang berada di sekitar sendi. Selain itu, melakukan fisioterapi juga dapat meningkatkan kemampuan gerak tubuh. Selain melakukan fisioterapi, kamu juga harus mengimbanginya dengan olahraga secara teratur dan mengompres persendian secara rutin untuk mengurangi gejala radang sendi.

4. Melakukan operasi

Jika gejala radang sendi yang diderita sudah semakin parah, cara terakhir yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan operasi. Operasi ini akan dianjurkan dokter ketika obat-obatan dan fisioterapi tidak mampu lagi untuk mengatasi radang sendi. Beberapa jenis operasi yang biasa dilakukan bagi penderita radang sendi adalah arthodesis atau penyatuan sendi, osteotomy atau pemotongan tulang, serta artroplasti atau penggantian sendi.

Operasi ini bertujuan untuk memperbaharui sendi. Dan biasanya cara yang digunakan adalah dengan memotong bagian tulang yang rusak dan memasang sendi buatan. Sehingga, penderita pun bisa tidak lagi merasakan nyeri sendi.

Itu tadi beberapa hal seputar radang sendi yang perlu kamu ketahui. Jika mengalami gejala-gejala di atas, ada baiknya jika kamu segera berkonsultasi dengan dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Penyakit A-Z

Kejang Demam; Pengertian, Faktor Risiko, Gejala & Pencegahan

Bayi & Anak-AnakPenyakit A-Z

Tuberkulosis (TBC) Pada Anak-anak

Penyakit A-Z

Demam Dengue; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Alergi Obat: Gejala, Faktor Resiko, dan Pencegahan