Penyakit A-Z

Serba Serbi Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis Kulit Kepala

Sering merasa gata di bagian kulit kepala? Hati-hati, bisa jadi kamu terkena psoriasis kulit kepala. Banyak orang yang tidak mengetahui perihal penyakit yang satu ini. Padahal, psoriasis kulit kepala tak hanya sangat mengganggu, namun berbahaya jika dibiarkan.

Secara umum, psoriasis adalah penyakit autoimmune yang dapat menyerang bagian kulit manusia. Orang yang terkena psoriasis biasanya ditandai dengan kulit pecah-pecah, berdarah, bersisik, sendi terasa kaku dan bengkak, bahkan terjadi penebalan pada kuku dan tekstur yang tidak rata.

rapid test

Baca Juga:

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik wanita, pria, muda, dewasa, hingga anak-anak dan balita. Selain itu, jangka waktu psoriasis juga terbilang cukup lama, sehingga diperlukan perawatan khusus dari dokter spesialis kulit dalam mengatasi penyakit yang satu ini.

Jenis dari psoriasis juga berbagai macam, tak hanya psoriasis kulit kepala, penyakit ini dapat timbul di area kuku, tubuh bagian atas, lengan, kaki, serta bagian kulit lainnya.

Nah, pada pembahasan kali ini, yuk mengenal lebih jauh salah satu jenis psoriasis yang paling sering dialami oleh banyak orang, yakni psoriasis kulit kepala.

Apa Itu Psoriasis Kulit Kepala?

Psoriasis Kulit Kepala

Ada dua kemungkinan ketika bagian kulit kepala kita terasa gatal; pertama bisa karena ketombe, kedua bisa disebabkan oleh timbulnya psoriasis kulit kepala.

Gejala gatal yang ditimbulkan oleh penyakit ini kerap kali membuat orang sulit membedakan keduanya. Meski begitu, psoriasis kulit kepala biasanya diikuti dengan munculmya ruam yang melebar hingga melewati garis rambut, bertekstur seperti sisik tebal, serta berwarna agak kemerahan.

Kondisi ini mirip seperti peradangan kulit di bagian kepala, sehingga tidak heran jika menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Namun, hindari untuk menggaruk bagian kulit kepala yang gatal tersebut ya. Sebab, hal ini hanya akan membuat kondisi psoriasismu jadi semakin parah.

Bahkan, pada kondisi tertentu, psoriasis ini bisa menyebar hingga ke bagian kulit lainnya, di awali dari kepala, lalu ke dahi, belakang leher, hingga ke sekitar telinga.

Maka dari itu, jika kamu terkena psoriasis kulit kepala, ada baiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter, agar kamu mengetahui bagaimana cara pengobatan psoriasis yang tepat.

Penyebab Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis Kulit Kepala

Secara umum, penyebab psoriasis disinyalir disebabkan oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh, serta faktor keturunan (genetik). Namun, hal ini belum bisa dipastikan kebenarannya, sebab sampai sekarang para ahli masih mengkaji perihal penyebab penyakit yang satu ini.

Jika melihat dari kondisi yang diderita oleh pasien, penyebab psoriasis kulit kepala dapat diartikan sebagai kondisi ketidaknormalan terhadap pertumbuhan sel kulit mati di bagian kulit kepala.

Bukan karena pertumbuhan sel tersebut lambat, penyakit ini justru timbul karena pertumbuhan sel kulit kepala yang terlalu cepat. Normalnya, pertumbuhan sel kulit baru pada manusia terjadi dalam beberapa minggu, bukan beberapa hari seperti yang terjadi pada penderita psoriasis kulit kepala.

Mengapa pertumbuhan sel kulit baru terlalu cepat, justru menjadi penyebab psoriasis kulit kepala? Sebab, jika sel kulit tumbuh terlalu cepat, maka penumpukan sel kulit mati pun akan terjadi. Sehingga, timbullah ruam tebal di bagian kulit kepala, yang kita kenal sebagai psoriasis kulit kepala.

Selain itu, beberapa ahli juga berpendapat, bahwa psoriasis kulit kepala juga bisa disebabkan oleh lingkungan dan gaya hidup seseorang, seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, konsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi, konsumsi obat antimalaria, hingga adanya cedera kulit.

Tanda dan Gejala Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis Kulit Kepala

Sebelumnya kita juga telah menyebutkan sedikt tanda-tanda atau gejala yang disebabkan oleh psoriasis kulit kepala. Lebih jauh, penyakit ini dapat ditandai dengan timbulnya ruam berwarna kemerahan, terasa gatal, bersisik, kasar, terlihat pecah-pecah, serta rentan berdarah.

Pada kondisi tertentu, ruam tersebut juga terlihat berwarna putih dan juga keperakan. Hal ini sering ditemui pada penderita psoriasis kulit kepala.

Selain itu, para pasien psoriasis juga kerap mengeluhkan adanya penebalan pada bagian kuku, serta rasa nyeri dan radang di bagian persendiannya.

Dari sini kita dapat menyimpulkan, gejala yang ditimbulkan oleh psoriasis tergantung pada jenis penyakit yang pasien derita. Pada psoriasis plak, gejala yang ditimbulkan bisanya berupa bercak merah kering dan bersisik, adanya sensasi gatal, serta kulit terasa seperti terbakar.

Berbeda dengan psoriasis gutata, penyakit ini ditandai dengan ruam yang menyerupai seperti tetesan air. Sedang, psoriasis pustular gejala yang ditimbulkan adalah adanya ruam kulit yang biasanya bernanah.

Pada penderita psoriasis kulit kepala, gejala yang sering timbul juga disertai dengan rambut yang rontok. Hal ini disebabkan, oleh kebiasaan kita menggaruk kulit kepala ketika ruam kulit terasa gatal.

Cara Mengatasi Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis Kulit Kepala

Berdasarkan penjelasan di atas, kita sama-sama menyepakati bahwa menggaruk ruam bukanlah cara yang tepat untuk mengatasi rasa gatal akibat psoriasis kulit kepala. Cara mengatasi dan pengobatan psoriasis sendiri disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, usia pasien, dan keadaan kesehatannya.

Namun jangan khawatir, kamu bisa mengatasi masalah kulit kepala yang satu ini dengan cara berikut:

1. Menggunakan Kondisioner Rambut

Tidak hanya menguatkan rambut, kondisioner juga penting bagi para penderita psoriasis kulit kepala karena ampuh melembapkan kulit, mengurangi peradangan, serta rasa gatal yang ditimbulkan.

Agar manfaat kondisioner lebih terasa, gunakan produk kondisioner yang mengandung mentol. Sensasi dingin yang diberikan oleh mentol dapat mengurangi rasa gatal pada kulit kepala.

2. Oleskan Krim atau Salep

Kirim dan salep juga bisa digunakan sebagai cara mengatasi psoriasis kulit kepala. Terutama, krim dan salep yang mengandung asam salisilat. Pasalnya, asam salisilat berfungsi meningkatkan kelembapan dan membantu mengangkat sisik di area kulit kepala.

Selain asam salisilat, gunakan juga produk krim atau salep yang mengandung vitamin D, sebab Vitamin D berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengobati psoriasis.

3. Menjalani Terapi Cahaya

Terapi cahaya atau fototerapi bertujuan agar kulit kepala lebih sensitif terhadap efek sinar ultraviolet (UV). Terapi cahaya ini enggak bisa kamu lakukan sendiri, harus ditangani oleh dokter ahli kulit.

Pada umumnya, fototerapi dilakukan menggunakan sinar UV, jenis sinar UV yang dipakai adalah sinar UVA atau UVB. Terapi ini bukan hanya mengobati psoriasis saja, namun juga mencegah penyebarannya.

4. Konsumsi Obat Pil, Suntikan, atau Infus

Jangan sembarangan mengonsumsi obat apapun ketika kamu mengalami psoriasis kulit kepala, obat-obatan yang kamu konsumsi harus berasal dari resep dokter.

Suntukin dan infus juga bisa digunakan dalam pengobatan penyakit psoriasis, namun tindakan medis ini biasanya dibutuhkan untuk para pendertia psoriasis tingkat lanjut yang terbilang parah.

5. Menjaga Pola Hidup Sehat

Pola hidup yang sehat adalah kunci untuk terhindar dari segala penyakit. Oleh sebab itu, tinggalkan segala kebiasaan burukmu dan mulailah pola hidup yang lebih sehat, seperti rajin mandi dua kali sehari, gunakan pelembap kulit, dan rajin berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Itu tadi seluk-beluk psoriasis kulit kepala yang patut kamu ketahui. Jika kamu memiliki gejala awal psoriasis atau masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa buat janji bertemu dokter langsung atau konsultasi virtual lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati