Penyakit A-Z

Perlemakan Hati; Gejala, Penyebab dan Pencegahan

perlemakan hati

Apa kamu pernah mendengar istilah fatty liver? Fatty liver merupakan istilah medis dari penyakit perlemakan hati. Penyakit ini biasanya terjadi ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi alkohol. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini akan menyerang orang yang tidak minum alkohol.

Baca Juga:

rapid test

Penderita penyakit ini biasanya organ hatinya akan mengalami kesulitan bekerja. Lantas apa saja sih yang menyebabkan timbulnya penyakit ini? Apa saja gejalanya dan seperti apa cara mencegahnya? Yuk simak melalui artikel berikut.

Apa itu Perlemakan Hati?

Perlemakan hati merupakan penumpukan lemak yang berlebih pada organ hati. Penumpukan ini bisa menimbulkan gangguan pada fungsi hati dalam menyaring zat berbahaya. Jika dibiarkan, penyakit ini akan memicu peradangan hati.

Perlemakan hati dapat dibagi menjadi beberapa golongan. Pertama, perlemakan hati terkait alkohol yang disebabkan karena kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Selain itu, ada juga perlemakan hati yang tidak terkait dengan alkohol dan perlemakan hati dalam kehamilan. Penyakit ini paling sering menyerang orang-orang yang berusia antara 40 sampai 60 tahun.

Apa yang Meningkatkan Risiko Seseorang Terkena Penyakit Perlemakan Hati?

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit perlemakan hati. Faktor-faktor risiko tersebut yaitu:

  • Tinggginya kolesterol atau hiperlipidemia
  • Memiliki riwayat perlemakan hati di dalam keluarga
  • Mengalami malnutrisi
  • Sindrom metabolik
  • Pernah melakukan bedah perut
  • Sering mengalami napas terhenti sesaat ketika tidur
  • Memiliki penyakit diabetes tipe 2
  • Mengalami PCOS atau sindrom polikistik ovarium
  • Tidak pernah berolahraga
  • Mengonsumsi obat-obatan melebihi dosis yang dianjurkan

Selain alkohol, beberapa faktor di atas juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit perlemakan hati.

Apa Saja Gejala yang Dialami Penderita Penyakit Perlemakan Hati?

Pada beberapa kasus, penyakit perlemakan hati tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Beberapa penderita mungkin akan mengalami kelelahan dan merasa tidak nyaman pada perut bagian kanan atas. Namun, 20 persen dari penderita akan mengalami gejala yang lebih buruk.

Gejala yang paling jelas muncul ketika hati mulai mengalami peradangan. Beberapa gejala yang dialami penderita di antaranya:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Berat badan mulai menurun
  • Tubuh mudah merasa lelah dan lemah
  • Sering merasa kebingungan

Selain itu, gejala akan berkembang ketika penyakit perlemakan hati semakin parah. Gejala-gejala berikutnya yang paling sering dialami penderita adalah:

  • Warna kulit dan mata berubah menjadi kekuningan
  • Mudah mengalami pendarahan pada organ tubuh
  • Telapak tangan berwarna merah
  • Pembuluh darah di bawah permukaan kulit menjadi besar
  • Masih sering merasa bingung
  • Mengalami asites dan ginekomastia

Berbeda lagi dengan perlemakan hati yang dialami oleh wanita hamil. Gejala penyakit ini biasanya akan muncul pada trimester ketiga. Adapun gejala-gejalanya yaitu:

  • Merasa mual dibanding hari-hari sebelumnya
  • Muntah yang terus-menerus
  • Merasa nyeri pada perut bagian atas
  • Kulit berubah menjadi kuning
  • Tubuh mudah lesu

Perlemakan hati saat hamil menjadi penyakit komplikasi kehamilan yang membahayakan. Oleh karena itu, jika mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter.

Apa Penyebab Seseorang Bisa Terserang Perlemakan Hati?

Perlemakan hati terjadi pada saat tubuh memproduksi lemak dalam jumlah yang berlebihan. Sementara proses pemecahan lemak tersebut pada hati tidak terlalu cepat. Akibatnya, lemak akan tertimbun di dalam jaringan hati.

Penyebab perlemakan hati digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

1. Perlemakan hati karena alkohol

Penyebab perlemakan hati paling banyak adalah dikarenakan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Bahkan, perlemakan hati bisa terjadi setelah minum berat dalam waktu singkat. Di Amerika, lebih dari 15 juta orang mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan. Penyakit perlemakan hati akibat penyalahgunaan alkohol tersebut mencapai 90 sampai 100 persen.

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi pada perlemakan hati karena alkohol, kemungkinan sembuh atau kemungkinan lebih buruk. Ketika perlemakan hati memburuk, penderita bisa mengalami retensi cairan, otot mengecil, pendarahan internal, mengalami penyakit kuning hingga gagalnya fungsi hati.

2. Perlemakan hati karena non alkohol

Selain alkohol, penyakit perlemakan hati juga bisa disebabkan oleh hal lain. Penyebab pastinya belum diketahui, namun penyakit ini juga sering dialami oleh orang-orang yang kelebihan berat badan, memiliki penyakit diabetes dan kadar kolesterolnya tinggi. Selain itu, penyebab lainnya yaitu karena keracunan, dislipidemia, operasi bypass pada usus kecil, kurang gizi dan diet rendah protein.

Ditinjau dari tingkat keparahannya, perlemakan hati non-alkoholik dibagi dua macam. Pertama, perlemakan hati biasa atau yang disebut dengan steatosis.

Dan juga ada perlemakan hati yang disebut sebagai non alcoholic steatohepatitis atau NASH. Jenis perlemakan hati ini dapat menyebabkan peradangan sel hati hingga rusaknya jaringan parut hati atau fibrosis.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Ini?

Pengobatan perlemakan hati harus dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan melakukan pengobatan secara medis. Selain itu, pengobatan ini juga harus diimbangi dengan perubahan gaya hidup.

1. Pengobatan secara medis

Jika perlemakan hati terjadi karena kelebihan berat badan, otomatis penderita harus menurunkan berat badannya. Biasanya, dokter juga akan menyarankan resep obat untuk mengurangi steatohepatitis. Jika dibutuhkan, dokter akan memberikan imunisasi hepatitis A dan hepatitis B yang dapat membantu melindungimu dari virus kerusakan hati.

Selain itu, jangan minum obat herbal sembarang jika tanpa petunjuk dari dokter. Hindari pula obat-obat yang berbahaya bagi hati, seperti acetaminophen dan beberapa obat yang digunakan untuk diabetes atau kolesterol.

2. Perubahan gaya hidup

Tentu saja hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi atau bila memungkinkan berhentilah minum alkohol. Kendalikan gula darah dan kadar lemak dengan rutin melakukan pemeriksaan pada dokter. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin serta mengonsumsi makanan-makanan sehat.

Apakah Penyakit Ini masih Bisa Dicegah?

Tentu saja penyakit perlemakan hati masih bisa dihindari. Cara mencegahnya yaitu dengan menghindari gaya hidup yang salah. Selain itu, menurut ahli Gastroenterology & Hepatology dari Northwestern Memorial Hospital Chicago, kerusakan hati bisa dihindari dengan tidak mengonsumsi alkohol dan makanan berlemak.

Sehingga, cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari perlemakan hati adalah dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Lakukan diet seimbang
  • Ganti daging merah dengan daging ayam atau ikan
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah dan biji-bijian utuh
  • Kontrol diabetes secara rutin bagi penderita diabetes
  • Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari
  • Rutin melakukan pengecekan kondisi tubuh ke dokter

Cara-cara tersebut bisa kamu terapkan untuk mencegah terserang penyakit perlemakan hati. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami hal-hal yang mengganjal.

Kamu bisa lho tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lewat aplikasi Okadoc! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati