Penyakit A-Z

12 Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara yang Bisa Dihindari

penyebab kanker payudara

Sejak dahulu kala, penyakit kanker payudara telah menjadi momok yang menakutkan di masyarakat. Bukan cuma bagi kaum hawa, para pria pun diwajibkan untuk tetap waspada akan bahaya penyakit ini.

Secara umum, kanker payudara merupakan sebuah kondisi, di mana terdapat pertumbuhan sel yang
tidak wajar (atau abnormal) pada bagian payudara manusia. Sel ini kerap kali muncul pada bagian lobulus, saluran payudara, atau jaringan ikat payudara.

promo rapid test murah

Baca Juga:

Faktor penyebab munculnya kanker payudara sendiri sebenarnya sangat banyak, bisa dari genetik, hormon, lingkungan, atau faktor gaya hidup yang kurang sehat.

Apabila seseorang menderita kanker payudara karena faktor genetik, sulit memang untuk dapat
menghindarinya. Namun, jika penyakit ini timbul karena faktor hormon, lingkungan, dan gaya hidup, maka kita masih bisa mencegah perkembangan penyakit tersebut.

Oleh sebab itu, dalam memperingati Bulan Peduli Kanker Payudara Sedunia yang jatuh pada bulan ini, Okadoc Indonesia akan memberikan informasi terkait faktor penyebab kanker payudara yang bisa kita hindari.

Faktor Penyebab Kanker Payudara yang Bisa Dihindari

penyebab kanker payudara

Perlu digarisbawahi, cara terbaik dalam mengantisipasi penyebaran penyakit kanker payudara dalam
tubuh seseorang adalah dengan mengetahui gejalanya sedini mungkin. Oleh karenanya, selain menghindari faktor-faktor penyebab kanker payudara di bawah ini, ada baiknya jika kamu selalu rutin mengecek kondisi kesehatan ke dokter.

Jika sudah dilakukan, maka berikut faktor penyebab kanker payudara yang harus kamu hindari:

1. Berat Badan Berlebih

Faktanya, wanita yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, khususnya setelah menopause memiliki risiko terkena kanker payudara lebih tinggi 20-40 persen dari pada mereka yang memiliki berat badan ideal. Hal ini disinyalir berkaitan dengan keadaan hormon estrogen dan insulin di dalam tubuh. Maka dari itu, menjaga berat badan agar tetap ideal agaknya diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara pada tubuh kita.

2. Melahirkan di Usia Muda

Selain berat badan, melahirkan di usia muda (belasan tahun) juga disinyalir dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Begitu juga dengan wanita yang melahirkan di atas usia 35 tahun, kedua kelompok ini sama-sama memiliki risiko yang cukup besar. Untuk itu, hindari pernikahan dini atau di usia 35 tahun ke atas, agar saat melahirkan kamu berada di usia yang dianggap cukup aman (usia 20 tahunan).

3. Mengkonsumsi Makanan Pemicu Kanker

Beberapa jenis makanan terbukti meningkatkan risiko kanker payudara, seperti makanan mengandung lemak jenuh, makanan tinggi gula, makanan yang dibakar, serta makanan dengan minyak trans. Enggak perlu takut, makanan sendiri sebenarnya bukan faktor utama penyebab kanker payudara. Namun, jika kamu termasuk orang yang memiliki faktor penyebab kanker, maka mengkonsumsi makanan di atas dapat meningkatkan risikonya.

4. Sering Terapi Hormon

Banyak wanita yang melalukan terapi hormon setelah menopause. Terapi ini biasanya menggunakan hormon estrogen dan progesteron, serta berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Itu sebabnya terapi hormon semacam ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Bagi kamu yang berniat melalukan terapi hormon, ada baiknya jika kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, agar kadar hormon dan jangka waktunya dipercepat.

5. Terpapar Radiasi Tingkat Tinggi

Terlalu sering terpapar radiasi tangkat tinggi juga harus kamu hindari jika tak ingin terserang kanker payudara. Aktivitas tersebut di antaranya pemeriksaan CT scan, bekerja di tempat yang menggunakan mesin radiasi tinggi, menghirup asap kendaraan, hingga bahan-bahan kimia. Pasalnya, aktivitas-aktivitas di atas terbukti dapat meningkatkan sel penyebab kanker payudara pada tubuh manusia.

6. Kebiasaan Merokok

Ya, pada bungkus rokok sendiri sudah tercantum, bahwa salah satu bahaya yang ditimbulkan oleh rokok adalah penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Baik perokok aktif dan mantan perokok, keduanya memiliki risiko terkena kanker yang cukup besar. Bagi mantan perokok risikonya sebesar 6-9 persen lebih tinggi daripada yang tidak. Sedang bagi perokok, risiko lebih tinggi lagi, yakni mencapai 7-13 persen.

7. Konsumsi Minuman Beralkohol

Untuk kamu yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol, agaknya kamu harus berpikir ulang tentang kebiasaanmu tersebut. Sebab, menurut penelitian, minum minuman beralkohol satu gelas tiap hari berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara 7-12 persen. Hal ini disebabkan oleh keterkaitan antara tingkat alkohol dengan perubahan jumlah hormon di dalam darah.

8. Tidak Menyusui

Menyusui sendiri dapat menurunkan risiko terjadinya kanker payudara hingga 22 persen. Alasannya simple, menyusui membuat sel-sel payudara pada tubuh seseorang bekerja sebagaimana fungsinya. Oleh sebab itu, dengan menyusui kita juga mencegah terjadinya mutase gen yang menyebabkan kanker.

9. Jarang Melakukan Aktivitas Fisik

Bukan cuma menjaga kebugaran saja, aktivitas fisik seperti olahraga ternyata dapat menurunkan risiko penyebab kanker payudara. Sebaliknya, jika kamu malas berolahraga maka lemak dalam tubuh akan menumpuk, sehingga menghasilkan hormon estrogen tambahan. Hormon inilah yang dapat memicu sel kanker berkembang lebih cepat di tubuh kita.

10. Konsumsi Pil KB

Apabila kamu memiliki riwayat penyakit kanker payudara di keluarga, ada baiknya kamu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu saat ingin mengkonsumsi pil KB sebagai alat kontrasepsi. Pasalnya, pil KB disinyalir dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit kanker dan berusia lebih dari 35 tahun.

11. Kebiasaan Kerja di Malam Hari

Berhati-hati jika kamu para pekerja shift malam atau memiliki pola kerja aktif di malam hari. Pasalnya, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara, lho! Kebiasaan begadang membuat hormon pada tubuh jadi terganggu, salah satunya hormon melantonin. Kadar hormon melantonin yang rendah kerap kali ditemui pada para penderita kanker payudara.

12. Makan di Tengah Malam

Kebiasaan makan di waktu tengah malam merupakan pola hidup yang buruk. Selain bisa menimbun lemak dalam tubuh, kadar glukosa yang tinggi juga dapat meningkatkan gula darah dan memicu terjadinya kanker payudara. Itulah alasan, mengapa kita dianjurkan untuk makan malam lebih awal. Pasalnya, kebiasaan ini dipercaya ampuh dalam mengurangi risiko kanker pada tubuh manusia.

Tanda-tanda dan Gejala Kanker Payudara

penyebab kanker payudara

Seperti yang telah disebutkan pada awal pembahasan, cara terbaik mengobati kanker payudara adalah dengan mengetahui tanda-tanda dan gejala penyakit tersebut seawal mungkin.

Agar, jika kita terindikasi kanker payudara, kita dapat dengan cepat mengambil langkah medis sebagai penyembuhan penyakit tersebut. Maka dari itu, berikut tanda-tanda dan gejala kanker payudara yang harus kamu ketahui:

  • Timbul benjolan di area payudara, benjolan ini bisa terasa sakit ataupun tidak;
  • Kulit di area payudara berubah jadi lebih keras, menebal, memerah, dan kasar. Teksturnya jadi mirip
    seperti kulit jeruk;
  • Bentuk puting biasanya berubah, serta diikuti dengan keluarnya cairan asing;
  • Terdapat benjolan di ketiak; serta
  • Jika sel kanker sudah menjalar ke organ-organ lainnya, maka gejala yang ditimbulkan seperti pengelihatan, mual, sulit bernapas, nyeri dada, kulit terasa gatal, dan warna mata dan kulit jadi lebih menguning.

Itu tadi beberapa faktor penyebab kanker payudara yang bisa dihindari, beserta tanda-tanda dan gejalanya. Semoga informasi di atas dapat meningkatkan kesadaran kita terhadap kanker payudara ya. Selamat Bulan Peduli Kanker Payudara!

promo konsultasi dokter
Related posts
Penyakit A-Z

Kejang Demam; Pengertian, Faktor Risiko, Gejala & Pencegahan

Bayi & Anak-AnakPenyakit A-Z

Tuberkulosis (TBC) Pada Anak-anak

Penyakit A-Z

Demam Dengue; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Alergi Obat: Gejala, Faktor Resiko, dan Pencegahan