Penyakit A-Z

Penyakit Mata Ikan: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit Mata Ikan

Penyakit mata ikan atau yang biasa disebut dengan clavus adalah penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang terjadi berulang kali. Mata ikan biasanya berbentuk bulat berukuran lebih kecil dibanding kapalan, serta memiliki bagian tengah keras yang dikelilingi oleh kulit meradang. Bagian tubuh yang paling sering terkena penyakit mata ikan adalah kaki.

Baca Juga:

rapid test

Secara klinis, mata ikan terlihat seperti penebalan kulit. Dengan kata lain, mata ikan adalah penebalan pada kulit yang apabila dikupas, maka akan terlihat ‘mata’ yang tegas. Bagian tubuh yang paling sering terkena mata ikan adalah kaki, khususnya jari atau tumit kaki.

Diketahui, terdapat dua jenis mata ikan, yaitu mata ikan yang disebabkan oleh tekanan dan gesekan atau yang disebabkan oleh virus.

Umumnya, penyakit mata ikan bukanlah suatu masalah kesehatan serius, tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri. Jika obat-obatan yang dijual bebas tidak bisa menghilangkan mata ikan, mungkin kamu perlu berobat ke dokter untuk mengangkatnya lewat operasi ringan.

Cari tahu semua hal tentang penyakit mata ikan ini termasuk gejala, penyebab, dan pengobatan dalam pembahasan berikut ini.

Gejala Penyakit Mata Ikan

Mata ikan menimbulkan kelainan pada kulit, yaitu penebalan, pengerasan, serta penonjolan pada kulit. Selain itu, mata ikan juga dapat menimbulkan rasa nyeri, terutama bila ditekan. Berikut ini adalah ciri-ciri dan gejala penyakit mata ikan yang harus kamu tahu.

  • Tumbuhnya benjolan kecil, berdaging, dan kasar. Biasanya di bagian kaki dan tumit.
  • Kulit menjadi keras dan menebal, di mana mata ikan telah tumbuh ke dalam.
  • Terdapat benjolan yang mengganggu garis dan gundukan normal di kulit telapak kaki, serta terasa nyeri atau sakit ketika berjalan atau berdiri.

Lalu, kapan harus menghubungi dokter jika mengalami gejala penyakit mata ikan? Kamu harus berobat ke dokter jika benjolan pada kaki tersebut mulai terasa sakit dan mengalami perubahan warna atau terlihat mulai meradang.

Selain itu, kamu juga harus mulai memeriksakannya ke dokter jika benjolan mata kaki tersebut mulai berdarah dan tak kunjung hilang dalam waktu lebih dari tiga minggu meski sambil diobati.

Penyebab Penyakit Mata Ikan

Jika tadi merupakan gejala penyakit mata ikan, lalu sebenarnya, apa penyebab dari penyakit mata ikan ini?

Umumnya, penyebab munculnya mata ikan adalah tekanan dan gesekan berulang kali di area kulit yang sama. Beberapa penyebab timbulnya mata ikan, antara lain sebagai berikut.

  • Sepatu yang terlalu sempit serta sepatu berhak tinggi seringkali membuat kita merasa tidak nyaman dan bisa menekan beberapa bagian kaki sehingga menimbulkan benjolan.
  • Sering tidak menggunakan kaus kaki saat memakai sepatu juga bisa menyebabkan terjadinya gesekan antara kaki dengan alas kaki sehingga bisa menimbulkan benjolan mata ikan.

Secara umum, mata ikan memang disebabkan karena tekanan dan gesekan. Biasanya, kondisi ini muncul akibat tekanan dan gesekan yang berulang. Namun, selain tekanan dan gesekan, mata ikan juga bisa disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV).

Mata ikan yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) menyerang tubuh melalui luka yang terbuka di tubuh, lingkungan yang lembap, atau melalui kaus kaki dan sepatu yang dipakai bergantian dengan orang yang sudah terinfeksi.

Setelah masuk ke dalam kulit, virus human papillomavirus (HPV) tersebut dapat tumbuh dan menyebar, serta merangsang pertumbuhan sel yang cepat di permukaan kulit.

Lalu, bagaimana cara memeriksa jika kita sudah terkena mata ikan? Pertama, kamu bisa melakukan pemeriksaan fisik jika terjadi penebalan kulit. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, maka akan diketahui apa penyebab penebalan kulit tersebut.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan foto rontgen untuk memeriksa daerah sekitar tempat kulit yang menebal dan melihat perubahan atau kelainan fisik yang bisa mengakibatkan mata ikan.

Pengobatan Penyakit Mata Ikan

Jika kamu telah terkena penyakit mata ikan, maka ada beberapa langkah pengobatan yang bisa kamu lakukan. Kebanyakan mata ikan memang akan hilang tanpa pengobatan, meskipun bisa diperlukan waktu hingga satu atau dua tahun.

Jika pengobatan yang kamu lakukan sendiri tidak membantu, dokter akan memberikan beberapa perawatan seperti berikut ini.

1. Menggunakan obat-obatan penghilang mata ikan

Obat-obatan untuk menghilangkan mata ikan juga kini banyak dijual bebas dalam bentuk krim maupun salep. Obat-obatan tersebut biasanya mengandung asam salisilat yang dapat melunakkan dan mengangkat kulit yang mati.

Asam salisilat bekerja dengan menghilangkan lapisan kulit sedikit demi sedikit. Selain itu, asam salisilat juga dapat merangsang kemampuan sistem kekebalan tubuh. Biasanya, pengobatan mata ikan dengan menggunakan asam salisilat bisa dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter.

Selain asam salisilat, jenis asam lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati makan ikan yaitu, asam trikloroasetat. Biasanya jenis asam yang satu ini akan diberikan setelah permukaan kulit yang menebal telah dihilangkan.

2. Menggunakan bantalan sepatu yang disesuaikan dengan bentuk kaki

Jika kamu terkena penyakit mata ikan di bagian kaki, maka gunakanlah bantalan sepatu yang disesuaikan dengan bentuk kaki.

Selain itu, pakailah juga sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki. Terakhir, kamu juga bisa mengoleskan krim pelembap khusus kaki agar mata ikan tidak terlalu menimbulkan rasa sakit.

3. Melakukan operasi kecil

Untuk mengobati penyakit mata ikan, biasanya dokter juga merekomendasikan operasi kecil untuk memotong atau menghancurkan benjolan dengan menggunakan jarum listrik.

Operasi kecil ini akan terasa sedikit menyakitkan. Namun, dokter akan memberikan anestesi terlebih dahulu untuk membuat kamu mati rasa di bagian tubuh yang terkena mata ikan tersebut.

Dokter juga biasanya menyarankan pengobatan mata ikan dengan laser pulsed-dye untuk membantu membakar gumpalan pembuluh darah kecil yang tertutup. Jaringan yang terinfeksi pada akhirnya mati, dan benjolan mata ikan pun akan terlepas. Namun, metode ini cukup membutuhkan perawatan berulang, yaitu selama tiga hingga empat minggu.

4. Melakukan terapi kekebalan tubuh

Metode pengobatan penyakit mata ikan yang terakhir yaitu dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus.

Umumnya, dokter akan menyuntikkan benjolan dengan antigen atau mengoleskan larutan dan krim ke bagian kulit yang terserang mata ikan.

Nah, itulah gejala, penyebab, dan pengobatan terbaik untuk penyakit mata ikan. Melakukan vaksin virus human papillomavirus (HPV) termasuk salah satu pengobatan yang biasanya disarankan. Namun, tetap ikuti saran dan petunjuk dari dokter untuk mendapatkan saran pengobatan seperti apa yang paling tepat untuk kamu.

Meski terkadang ingin memencet atau mengelupasi bagian kulit yang terkena mata ikan, tahan keinginan tersebut. Sebab, memencet atau mengelupasnya sendiri tidak akan membuatnya lebih baik. Melakukan hal tersebut malah bisa memperparah kondisi mata ikan kamu.

Jika kamu merasakan nyeri yang tak biasa pada bagian kulit yang terkena mata ikan, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Anak; Gejala dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Malaria; Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Anemia Defisiensi Besi; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati