Penyakit A-Z

Penyakit Lyme: Faktor Risiko, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

penyakit lyme

Bagi orang yang tinggal di dekat hutan atau sering beraktivitas di tengah hutan karena tuntutan pekerjaan, sebaiknya berhati-hati karena bisa terjangkit penyakit lyme. Namanya memang cukup asing, tapi penyakit lyme berbahaya karena merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri borrelia burgdorferi. Umumnya, penularan penyakit ini ditransmisikan ke manusia dari gigitan kutu berkaki hitam.

Baca Juga:

rapid test

Namun jika kamu atau keluarga memiliki hewan peliharaan yang sering masuk hutan, seperti rusa, juga bisa menjadi media penularan penyakit lyme. Kutu bisa menjadi media penularan karena terinfeksi bakteri setelah makan rusa, burung, atau tikus yang terinfeksi. Yuk, simak lebih lanjut mengenai penyakit lyme!

Faktor Risiko Penyakit Lyme

penyakit lyme

Seperti dijelaskan di atas, kutu akan menularkan bakteri ke manusia. Kutu yang terinfeksi bakteri borrelia burgdorferi dapat menempel pada bagian tubuh. Waspadai, kutu ini lebih sering ditemukan di area tubuh yang sulit dilihat, seperti kulit kepala, ketiak, dan daerah selangkangan. Kutu yang terinfeksi harus melekat pada tubuh Anda setidaknya selama 36 jam untuk menularkan bakteri. 

Kebanyakan orang yang terjangkit penyakit lyme digigit oleh kutu yang belum matang, yang disebut nimfa. Namun kutu dewasa juga membawa bakteri, tetapi mereka lebih mudah dilihat dan dapat dihilangkan sebelum ditularkan. Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa penyakit lyme dapat ditularkan melalui udara, makanan, atau air. Selain itu, tidak ada bukti bahwa penyakit lyme dapat ditularkan di antara orang-orang melalui sentuhan atau berhubungan seks.

Sementara itu, faktor risiko penyakit lyme meliputi tempat tinggal atau destinasi liburan. Begitu juga dengan profesi dan aktivitas luar ruang. Berikut faktor risiko paling umum dari penyakit lyme:

1. Menghabiskan waktu di daerah berhutan atau berumput

Di Amerika Serikat, kutu penyebab penyakit lyme banyak ditemukan di daerah berhutan lebat di bagian timur laut dan Midwest. Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah di wilayah ini sangat beresiko dan orang dewasa dengan pekerjaan di luar ruangan juga berisiko lebih tinggi.

2. Memiliki kulit yang terbuka

Kutu mudah menempel pada daging yang terbuka. Jika berada di daerah di mana kutu biasa terjadi, lindungi diri dan anak-anak dengan mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang. Jangan biarkan hewan peliharaan berkeliaran di gulma dan rumput tinggi.

3. Tidak menghilangkan kutu dengan cepat 

Bakteri dari gigitan kutu dapat memasuki aliran darah jika kutu tetap melekat pada kulit Anda selama 36 hingga 48 jam atau lebih. Jika menghilangkan kutu dalam waktu dua hari, risiko terkena penyakit lyme pun rendah.

Gejala Penyakit Lyme

penyakit lyme

Orang yang terjangkit penyakit lyme dapat dapat memiliki gejala yang dan bervariasi dalam tingkat keparahannya. Gejala-gejala penyakit lyme juga dapat terjadi segera setelah infeksi atau beberapa bulan atau tahun kemudian. Namun, berikut gejala penyakit lyme yang sering dialami:

  • Muncul ruam merah di bagian tubuh mana pun. Dari tiga hingga 30 hari setelah gigitan kutu yang terinfeksi, ruam merah yang meluas mungkin muncul yang bentuknya mata banteng. Ruam meluas perlahan selama beberapa hari dan dapat menyebar hingga 12 inci. Ruam ini biasanya tidak gatal atau menyakitkan tetapi mungkin terasa hangat saat disentuh.
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi dan pembengkakan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Gangguan tidur
  • Kesulitan berkonsentrasi

Perlu diketahui, penyakit lyme terjadi dalam tiga tahap, yakni lokalisasi awal, diseminasi awal, dan diseminasi akhir. Berikut penjelasannya:

1. Lokalisasi awal

Gejala penyakit Lyme biasanya mulai 1 hingga 2 minggu setelah gigitan kutu. Salah satu tanda awal penyakit ini adalah muncul ruam berwarna merah yang hangat jika disentuh.  Ruam ini secara bertahap akan memudar pada kebanyakan orang. Beberapa orang memiliki ruam yang berwarna merah pekat, sementara orang-orang dengan kulit gelap mungkin memiliki ruam yang menyerupai memar.

Gejala lain yang biasa terlihat pada tahap penyakit lyme di antaranya adalah panas dingin, demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala. 

2. Diseminasi awal

Penyakit lyme yang menyebar luas terjadi beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah gigitan kutu. Tahap penyakit ini terutama ditandai dengan bukti infeksi sistemik, yang berarti infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh, termasuk ke organ lain.

Gejalanya adalah gangguan pada irama jantung, yang bisa disebabkan oleh lyme carditis, dan kondisi neurologis, seperti mati rasa, kesemutan, kelumpuhan saraf wajah dan kranial, serta meningitis. 

3. Diseminasi akhir

Penyakit lyme yang menyebar luas terjadi ketika infeksi belum diobati pada tahap 1 dan 2. Tahap 3 dapat terjadi berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah gigitan kutu. Gejalanya ditandai dengan terjadinya radang sendi, gangguan otak, seperti ensefalopati yang dapat menyebabkan kehilangan ingatan jangka pendek, kesulitan berkonsentrasi, dan gangguan tidur serta mati rasa di lengan, kaki, tangan, atau kaki.

Pengobatan Penyakit Lyme

penyakit lyme

Dokter atau ahli kesehatan akan mendiagnosis berdasarkan gejala dan riwayat paparan kutu. Tes darah akan membantu jika digunakan dengan benar. Namun keakuratan tes tergantung pada saat seseorang terinfeksi. Pada beberapa minggu pertama infeksi, hasil tes mungkin negatif karena antibodi memerlukan beberapa minggu untuk berkembang. 

Faktanya, penyakit lyme paling baik diobati pada tahap awal. Pengobatannya adalah menggunakan antibiotik oral 10 hingga 14 hari untuk menghilangkan infeksi. Adapun obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit lyme antara lain:

  • Doksisiklin, amoksisilin, atau cefuroxime yang merupakan pengobatan pertama pada orang dewasa dan anak-anak
  • Cefuroxime dan amoxicillin yang digunakan untuk mengobati wanita yang menyusui atau menyusui
  • Antibiotik intravena (IV) digunakan untuk beberapa bentuk penyakit lyme, termasuk yang melibatkan jantung atau sistem saraf pusat 

Setelah menyelesaikan pengobatan, biasanya ahli kesehatan akan memberikan kursus perawatan yang lengkap selama 14-28 hari. Sementara penyakit lyme stadium akhir bisa diobati dengan antibiotik oral selama 28 hari. 

Sebuah studi penelitian mengungkapkan untuk penyakit lyme tahap awal akan direkomendasikan penggunaan antibiotik oral untuk gejala seperti kelumpuhan wajah dan irama jantung yang tidak normal. Antibiotik intravena direkomendasikan jika seseorang menderita meningitis, radang selaput otak, dan sumsum tulang belakang atau masalah jantung yang lebih parah.

Selain itu, konsumsi makanan sehat dan hindari makanan yang mengandung banyak gula, minum obat antiinflamasi bila perlu untuk meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan, banyak beristirahat, dan kurangi stres.

Demi menghindari risiko terjangkitnya penyakit lyme, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Pakai celana panjang dan kemeja lengan panjang saat berada di luar ruangan. Jika harus masuk ke hutan, lewatilah jalan setapak dan hindari melewati semak-semak maupun rumput panjang. 
  • Gunakan obat penolak serangga. Satu obat nyamnuk dengan 10% DEET akan melindungi Anda selama sekitar 2 jam. Jangan menggunakan DEET lebih banyak dari apa yang diperlukan untuk waktu di luar dan jangan gunakan di tangan anak-anak kecil atau wajah anak-anak di bawah usia 2 bulan
  • Gunakan essential oil lemon atau eucalyptus untuk memberikan perlindungan yang sama dengan DEET bila digunakan dalam konsentrasi yang sama. Namun tidak untuk digunakan pada anak di bawah usia 3 tahun
  • Periksa kondisi anak-anak, binatang peliharaan, dan diri sendiri agar terhindar dari serangan kutu. 

Berhati-hatilah saat beraktivitas di tengah hutan agar tidak terjangkit penyakit lyme.

Jika kamu merasakan gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati