Penyakit A-Z

Penyakit ISPA di Tengah Polusi Udara

Penyakit ISPA

Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini sedang terjadi bencana alam berupa kebakaran hutan secara besar-besaran di beberapa daerah di Indonesia. Kebakaran hutan tersebut menyebabkan polusi udara berupa asap, yang mengakibatkan lebih dari ribuan orang terjangkit penyakit ISPA.

Baca Juga:

rapid test

Bahkan, penyakit ISPA tidak hanya dapat menyerang manusia, namun juga menjangkit fauna endemik di hutan Sumatera dan Kalimantan, seperti orangutan.Menurut data dari The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), ada 37 orangutan di  area konservasi rehabilitasi orangutan Palangkaraya terjangkit ISPA akibat kejadian kebakaran hutan tersebut.

Lantas, apa sih sebenarnya penyakit ISPA ini? Bagaimana penyakit tersebut bisa menjangkit manusia dan hewan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal Penyakit ISPA

Penyakit ISPA

Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan, yang biasanya memiliki gejala seperti batuk dan juga pilek disertai demam. Peradangan yang diakibatkan oleh ISPA biasanya terjadi mulai dari hidung hingga ke paru-paru.

Perlu digarisbawahi, bahwa penyakit ISPA termasuk jenis penyakit yang sangat mudah menyebar. Penyebaran ISPA dapat terjadi melalui kontak langsung, percikan air liur, hingga lewat udara.

Pada umumnya, penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, apabila kondisi kekebalan tubuh seseorang rendah, maka akan sulit bagi orang tersebut untuk pulih kembali.

Contohnya bagi para perokok, setiap kerusakan saluran pernapasan yang disebabkan oleh asap rokok akan menghancurkan silia (struktur kecil di paru-paru berbentuk seperti rambut di mukosa), yang berfungsinya mengeluarkan partikel-partikel zat, iritasi, dan kelebihan lendir di paru-paru.

Bila sudah begitu, maka paru-paru akan lebih rentan terinveksi serangan virus dan bakteri. Jika dibiarkan lebih lama, maka infeksi akibat virus dan bakteri tersebut akan mengikis dan merusak saluran udara pada paru-paru secara permanen, atau disebut sebagai Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Penyebab ISPA dan Kelompok yang Rentan Terserang

Penyakit ISPA

Pada penjelasan di atas, kita telah menyinggung sedikit soal penyebab dari penyakit ISPA. Penyakit ini sendiri 90 persen disebabkan oleh virus yang menyerang rongga paru-paru. Tidak hanya manusia, hewan yang memiliki struktur paru-paru seperti orangutan pun rentan terkena ISPA.

Bagi kamu yang tinggal di kawasan industri, agaknya kamu harus berhati-hati. Kualitas udara yang buruk akibat asap pembakaran pabrik di kawasan tersebut membuat risiko terjadinya penyakit ISPA sangat tinggi, terlebih bagi para perokok aktif.

Selain itu, ISPA juga dapat disebabkan oleh konsentrasi tinggi sulfur diksida dan polutan lainnya yang mengotori atmosfer bumi, seperti halnya asap kebaran hutan.

Terdapat beberapa kelompok orang yang rentan terserang ISPA, di antaranya:

1. Anak-Anak dan Lansia

Anak-anak dan lansia merupakan kelompok orang yang memiliki tingkat kekebalan tinggi cukup rendah, sehingga sangat mudah terserang ISPA. Maka dari itu, jika anak-anak terserang ISPA, jangan dulu biarkan ia bermain di luar.

Selain mengantisipasi kondisi infeksi pernapasan yang semakin parah, anak-anak juga sangat mudah tertular dan menularkan ISPA, sebab banyak berinteraksi secara dekat dan sering melakukan kontak langsung dengan anak-anak lainnya.

2. Orang Dewasa dengan Kekebalan Tubuh Rendah

Bukan cuma anak-anak dan lansia saja, orang dewasa dengan rentan usia 20-50 tahun juga memiliki risiko terjangkit penyakit ISPA, jika mereka memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

Apalagi jika orang tersebut menderita penyakit yang parah, seperti AIDS, kanker, paru-paru, dan jantung. Maka dari itu, dibutuhkan perawatan yang lebih intensif bagi para pasien penderita penyakit di atas.

Tanda-Tanda Gejala Penyakit ISPA

Penyakit ISPA

Gejala penyakit ISPA biasanya dapat diketahui dari beberapa tanda, gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung antara 1-2 minggu, namun hal ini juga terkantung pada kondisi fisik dari penderita tersebut.

Beberapa gejala penyakit ISPA yang bisa kamu lihat, seperti batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, sesak napas, demam, sakit kepala, hingga nyeri otot.

Tanda-tanda lain seperti sulit bernapas, muntah-muntah, muncul suara bengek saat bernapas, serta terlihat lemas dan murung biasanya juga terjadi pada anak-anak. Jika gejala-gejala tersebut timbul, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Namun, jika kondisi penderita tidak terlalu parah, kamu bisa mengurangi rasa tidak nyaman dan demam akibat ISPA dengan melakukan kompres di bagian dahi, ketika, dan selangkangan. Selain itu, konsumsi obat paracetamol juga ampuh mengurangi nyeri yang disebabkan oleh penyakit ISPA.

Apabila dalam waktu 1-2 minggu demam dan nyeri yang dirasakan tidak kunjung membaik, atau bahkan semakin parah – ditandai dengan gejala seperti menggigil, sesak napas, batuk darah, atau penurunan kesadaran, maka segera bawa orang tersebut ke rumah sakit atau konsultasikan kepada dokter.

Pengobatan Bagi Penderita ISPA

Penyakit ISPA

Pada umumnya, tindakan medis yang diberikan bagi para penderita ISPA hanya untuk mengurangi rasa nyeri, tidak nyaman, serta untuk memeriksa gejala dan komplikasi penyakit lain yang mungkin pasien alami. Jika infeksi ternyata menyerang paru-paru, maka dokter akan melakukan pemeriksaan rontgen dada atau melakukan CT scan. 

Namun, apabila saat pemeriksaan terdapat indikasi serangan kuman, maka dokter akan melakukan pengambilan sampel dahak atau usap tenggorokan untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut di lab.

Selain mengkonsumsi obat paracetamol, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman akibat penyakit ISPA, seperti:

  • Mengkonsumsi air lemon hangat dan/atau dicampur dengan madu sebagai pereda batuk;
  • Melakukan penguapan dengan menghirup uap dari semangkuk air panas yang dicampur dengen minyak kayu putih atau mentol. Ini berfungsi untuk meredakan hidung tersumbat;
  • Istirahat teratur dan konsumsi air putih yang cukup (8 gelas sehari) untuk mengencerkan dahak;
  • Kumur-kumur air hangat yang dicampur dengan garam untuk meredakan sakit tenggorokan; serta
  • Tidur dengan menggunakan bantal tambahan, agar posisi kepada lebih tinggi dari pada badan. Hal ini ampuh untuk melancarkan pernapasan yang tersumbat.

Cara Mencegah Terkena Penyakit ISPA

Penyakit ISPA

Tindakan pencegahan tentu lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa cara pencegahan penyakit ISPA yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Hindari menyentuh wajah secara langsung, terutama pada bagian-bagian seperti mulut, hidung, dan mata untuk menghindari penularan virus dan bakteri.
  • Senantiasa menggunakan tisu atau sapu tangan saat bersin.
  • Tinggalkan kebiasaan merokok.
  • Lakukan tindakan vaksinasi, mulai dari vaksin MMR, influenza, atau pneumonia yang dapat menjaga kekebalan tubuh dari serangan virus dan bakteri.
  • Makan makanan bergizi dan kaya akan vitamin, seperti vitamin C yang terkenal ampuh meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Melakukan olahraga secara teratur dan mulai pola hidup sehat.

Itu tadi beberapa hal yang penting kamu ketahui terkait penyakit ISPA. Semoga dengan membaca artikel ini, tingkat kesadaran kita terhadap bahaya ISPA jadi semakin meningkat.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati