Penyakit A-Z

Penyakit Crohn; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn termasuk penyakit IBD (inflammatory bowel disease) atau radang saluran pencernaan. Penyakit ini biasanya menyerang sejak usia anak-anak atau usia dewasa. Saluran cerna yang meradang bisa berlokasi di bagian tertentu, seperti mulut, kerongkongan, lambung, usus besar dan usus kecil.

Baca Juga:

rapid test

Penyakit Crohn juga dikenal sebagai radang usus, di mana pasien tidak bisa sembuh dan seumur hidup perlu berupaya untuk menjaga gaya hidup sehat agar penyakit ini tidak muncul lagi.

Definisi Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah penyakit peradangan kronis di saluran pencernaan. Penyakit ini menimbulkan rasa sakit di bagian perut, berat tubuh berkurang, kelelahan, diare yang hebat, serta kekurangan nutrisi.

Lokasi yang mengalami peradangan berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Peradangan terkadang sangat parah sehingga bisa menembus ke lapisan jaringan yang lebih dalam di bagian sistem pencernaan.

Umumnya pasien penyakit Crohn akan mengalami rasa nyeri yang mengganggu dan tubuh secara fisik melemah. Bahkan dalam kondisi tertentu, terkadang bisa terjadi komplikasi yang mengancam nyawa.

Dokter umumnya memberikan solusi untuk mengurangi gejala penyakit Crohn, termasuk prosedur tindakan dan obat-obatan. Perawatan yang dilakukan dengan tepat, secara efektif membantu pasien menjalani keseharian dengan normal. 

Gejala Penyakit Crohn

Tanda atau gejala-gejala penyakit Crohn biasanya terjadi secara bertahap. Awalnya pasien akan merasakan gejala yang samar atau ringan, kemudian bertingkat menuju derajat yang lebih parah.

Namun, kadang bisa jadi pasien mengalami gejala serius secara mendadak. Selain itu ada kemungkinan pasien bisa mengalami penyakit ini tanpa merasakan gejala apapun.

Gejala-gejala penyakit Crohn adalah:

  • Demam
  • Tubuh lemas
  • Lelah
  • Diare
  • Nyeri perut hebat (kram)
  • Luka di mulut
  • Terdapat darah pada tinja
  • Nafsu makan turun
  • Berat badan turun
  • Nyeri di sekitar anus karena inflamasi di saluran ke dalam kulit (fistula).

Dalam kondisi parah, penyakit Crohn memiliki gejala, meliputi:

  • Peradangan kulit, mata, dan bagian persendian
  • Peradangan di saluran empedu
  • Peradangan di hati/liver
  • Pada anak-anak, penyakit Crohn menyebabkan tumbuh kembang anak terhambat, termasuk juga perkembangan seksual.

Segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi, jika kamu merasakan gejala-gejala yang berlangsung dalam waktu yang lama dan tidak membaik, meski sudah mengkonsumsi obat dari apotek.

Penyebab

Penyebab penyakit Crohn hingga kini masih belum diketahui secara jelas. Sejumlah faktor ditengarai berkontribusi membuat risiko penyakit ini muncul. Selain masalah gaya hidup, diet, dan stres yang buruk, beberapa hal seperti masalah genetik dan sistem imun juga berperan. 

1. Gangguan Sistem Imun

Respon sistem imun yang tidak normal bisa memicu penyakit Crohn. Sistem imun yang seharusnya menyerang bakteri atau virus malah menyerang sel-sel baik di saluran pencernaan. Kondisi gangguan sistem imun ini berpotensi menjadi penyebab terjadinya penyakit crohn.

2. Faktor Keturunan

Penyakit Crohn bisa juga disebabkan oleh faktor genetik. Di mana pasien yang memiliki anggota keluarga yang sakit, kemungkinan besar ia juga berpeluang lebih besar mengalami penyakit ini. 

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko penyakit Crohn adalah: 

1. Riwayat keluarga

Memiliki keluarga dekat yang sakit? Kemungkinan menderita penyakit Crohn akan lebih besar pada orang dengan anak, orang tua, atau saudara kandung yang mengidap penyakit ini. Setidaknya setiap 1 dari 5 orang dengan penyakit Crohn, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini. 

2. Faktor Usia

Penyakit Crohn terjadi di usia berapa saja, namun kemungkinan besar penderita penyakit ini terjadi di saat usia muda. Umumnya penderita penyakit Crohn didiagnosis sebelum berusia 30 tahun. 

3. Kebiasaan Merokok

Buruknya kebiasaan merokok salah satunya adalah berpeluang untuk mengalami risiko penyakit Crohn yang berbahaya. Merokok bisa memperburuk kondisi penyakit ini dan memperbesar penyakit berbahaya lainnya.

4. Memakai Obat-Obatan jenis Nonsteroidal anti-inflammatory 

Obat-obatan golongan NSAID (nonsteroid anti inflamasi) seperti ibuprofen, naproxen sodium, dan lainnya, memang tidak menyebabkan penyakit Crohn.

Namun, karena obat-obatan ini berdampak pada peradangan di usus, maka tentu obat-obatan ini berisiko besar menyebabkan kondisi penyakit Crohn semakin buruk.

5. Ras

Penyakit Crohn bisa terjadi pada ras apa saja. Namun, kelompok ras kulit putih yang berisiko lebih besar mengalami penyakit ini.

6. Tempat Tinggal

Risiko lebih besar juga terjadi untuk orang yang tinggal di daerah perkotaan atau negara industri. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan memiliki peran signifikan dalam memicu penyakit Crohn. 

Diagnosis

Penentuan diagnosis dilakukan oleh dokter melalui serangkaian prosedur pemeriksaan dan pengecekan, di antaranya adalah:

1. Tes Darah

Dokter melakukan pengecekan darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami anemia atau infeksi. Anemia bisa menunjukkan kondisi apakah jumlah sel darah merah cukup banyak untuk membawa oksigen hingga ke jaringan tubuh. Selain itu, tes darah juga perlu untuk melihat apakah terdapat tanda-tanda infeksi.

Tes lainnya adalah pemeriksaan darah samar pada feses ( fecal occult blood test). Tes ini berarti dokter akan memeriksa sampel tinja pasien untuk mengetahui apakah ada darah yang tersembunyi pada sampel tersebut yang menunjukkan bahwa pasien menderita penyakit Crohn.

2. Pengecekan MRI

Pengecekan dengan gambar dilakukan dengan alat kedokteran canggih yakni magnetic resonance imaging (MRI). Pemindaian dengan MRI scanner memakai bidang magnetik dan gelombang radio untuk membuat gambaran lengkap dari organ dan jaringan.

Alat MRI sangat bermanfaat untuk meninjau area anal (pelvic MRI) atau usus halus (MR enterography).

3. CT Scan

Pemindaian dengan komputer yang disebut dengan Computerized tomography (CT) bisa digunakan untuk memeriksa kondisi pasien lebih detail. Dibandingkan X rays biasa, CT scan membantu memperlihatkan keseluruhan usus dengan gambar yang lebih bagus. Alat untuk memeriksa usus kecil adalah CT enterography.

4. Kolonoskopi

Tes ini dilakukan dokter untuk melihat apakah seluruh usus besar dan ujung ileum memakai alat tipis dan fleksibel yang memiliki cahaya dan kamera Prosedur ini juga memerlukan sampel jaringan (biopsi) untuk analisis laboratorium.

5. Kapsul Endoskopi

Tes ini mengharuskan pasien menelan kapsul yang berkamera. Kamera tersebut menangkap gambar di dalam usus halus dan ditransmisikan dengan perekam yang dipasang di bagian pinggang.

Gambar kemudian diunduh dan disimpan di komputer, ditampilkan lewat monitor, dan diperiksa untuk mengetahui apakah ada penyakit Crohn atau tidak.

6. Enteroskopi dengan Balon

Tes ini dilakukan dengan alat untuk melihat kondisi usus halus di mana alat endoskopi biasa tidak mampu mencapainya. Tes ini untuk melengkapi endoskopi dengan kapsul untuk melihat lebih detail apakah ada tanda-tanda abnormal pada saluran cerna.

Cara Mengobati Penyakit Crohn

Pengobatan penyakit Crohn saat ini lebih menekankan pada upaya menekan inflamasi sehingga gejala-gejala yang mengganggu dari penyakit Crohn tidak muncul kembali. Artinya, penyakit ini belum bisa disembuhkan secara total. 

Selain itu, pengobatan dan prosedur tindakan penanganan penyakit Crohn juga berfungsi agar tidak terjadi komplikasi lebih serius yang bisa berakibat fatal bagi pasien. Jika penanganan berhasil, pasien bisa merasakan gejala-gejala penyakit berkurang atau membaik dalam waktu lama. 

Berikut ini cara mengobati penyakit Crohn yang umumnya dilakukan oleh dokter terkait:

1. Obat Anti-inflamasi

Dokter kemungkinan akan meresepkan obat anti inflamasi seperti jenis obat oral 5-aminosalisilat dan jenis kortikosteroid. Biasanya kedua jenis obat ini diberikan untuk penderita Crohn yang masih tahap ringan. Penggunaan obat ini hanya untuk waktu singkat.

2. Immunomodulator

Pemberian immunomodulator berperan untuk mengontrol dampak respon sistem imun. Sehingga bila reaksi sistem imun menyebabkan gejala sakit Crohn, dokter akan meresepkan jenis obat ini untuk membatasi reaksi berlebihan dari sistem imun yang bisa memperburuk peradangan.

3. Antibiotics

Beberapa jenis antibiotik kemungkinan diberikan untuk meredakan sejumlah gejala Crohn dan hal-hal yang bisa memicu munculnya penyakit ini. Selain itu, antibiotik berfungsi untuk menyembuhkan fistula, membunuh bakteri yang bisa menyebabkan infeksi dan inflamasi.

4. Terapi Nutrisi

Cara mengobati penyakit Crohn dilakukan dengan cara memberikan terapi khusus untuk menyalurkan nutrisi yang kurang selama penyakit Crohn menyerang.

Dokter akan memberikan nutrisi melalui metode enteral maupun parenteral (suntikan nutrisi), sehingga seluruh tubuh mendapat kecukupan nutrisi tanpa melibatkan usus. Istirahatnya usus dalam mencerna makanan bisa menyembuhkan peradangan dalam waktu sementara.

5. Operasi

Dokter bisa jadi merekomendasikan operasi jika berbagai cara seperti obat-obatan, diet, dan perubahan gaya hidup tidak berhasil meredakan gejala penyakit Crohn. Meski begitu, operasi tidak serta-merta menyembuhkan penyakit Crohn.

Prosedur operasi hanya memperbaiki atau membuang bagian yang rusak pada saluran cerna. Kemudian menyambung jaringan-jaringan yang sehat. Operasi juga bisa dilakukan untuk membuang cairan abses dan menutup fistula.

Operasi bersifat sementara untuk menyembuhkan bagian terparah dari peradangan. Namun demikian, penyakit bisa muncul lagi di area yang dekat dengan bekas operasi. Solusi yang memungkinkan untuk mencegah Crohn muncul setelah operasi adalah dengan mengiringinya dengan konsumsi obat. 

Kesimpulannya, jika kamu termasuk yang hidup dengan penyakit ini kamu perlu pengecekan secara teratur untuk memantau kesehatan saluran pencernaan. Kamu bisa mulai menerapkan gaya hidup sehat, mengkonsumsi vitamin dan mineral tambahan, serta menjauhi hal-hal yang memperburuk gejala peradangan.

Jika kamu merasakan gejala Crohn yang tak biasa, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Anak; Gejala dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Malaria; Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Anemia Defisiensi Besi; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati