Penyakit A-Z

Penyakit Cacar Monyet; Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Penyakit cacar monyet

Penyakit cacar monyet memang beberapa bulan terakhir menjadi sorotan. Cacar monyet merupakan infeksi virus yang terdapat di negara Kongo dan Nigeria. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintil bernanah di kulit. Pada bulan Mei lalu, pemerintah Singapura melaporkan bahwa penyakit menular ini sudah sampai di negaranya.

Baca Juga:

rapid test

Pada awalnya, penyakit cacar monyet punya gejala yang hampir mirip dengan cacar air. Semakin ke sini, gejala penyakit ini berkembang tidak hanya muncul bintik berair, cici cacar monyet berubah dengan munculnya bintil bernanah dan munculnya benjolan di leher, selangkangan, atau ketiak akibat kelenjar getah bening yang membengkak.

Dinamakan penyakit cacar monyet karena penyakit ini bersumber dari hewan primata dan hewan pengerat seperti tupai, tikus, dan juga monyet yang terinfeksi. Meskipun sangat jarang terjadi, tetapi penyakit yang bisa menular ke orang ini bisa menyerang siapa saja. Awalnya, penyakit ini pertama kali ditemukan ketika terjadi wabah di Afrika tahun 1970-an.

Cara Penularan Penyakit Cacar Monyet?

Penyakit cacar monyet

Virus cacar monyet (monkeypox) ini berasal dari genus Orthopoxvirus yang ada dalam keluarga Poxviridae. Secara umum, penyakit cacar monyet ditularkan dari hewan melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, luka pada kulit, dan terkena air liur binatang yang terinfeksi.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia bisa terjadi lewat cairan air liur yang terkena cipratan ketika batuk dan juga bersin, kemudian terhirup oleh orang lain. Penularan secara tidak langsung juga dimungkinkan terjadi, seperti misalnya menyentuh sapu tangan atau tisu setelah dipakai menutup bersin.

Namun, menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono M.Kes, menyebut penularan virus dari manusia ke manusia yang sering terjadi sebab membutuhkan inang untuk menularkannya ke manusia.

Cara paling cepat meningkatkan risiko tertularnya penyakit ini adalah dengan mengonsumsi hewan liar yang sudah terinfeksi virus baik konusmsi secara mentah atau setengah matang. 

Gejala Penyakit Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet

Orang yang menderita penyakit cacar monyet biasanya menunjukkan gejala pertama setelah 6-16 hari setelah terinfeksi yang dikenal dengan masa inkubasi. Tetapi ada juga masa inkubasi yang terjadi 5-21 hari. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), penyakit monkeypox terbagi menjadi dua periode infeksi, periode invasi dan periode erupsi kulit.

Setelah virus pertama kali terinfeksi, penyakit cacar monyet masuk dalam periode invasi mulai dari 0-5 hari. Pada periode ini ada beberapa ciri cacar monyet yang bisa kamu lihat, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Sakit punggung
  • Limfadenopati (oembengkakan kelenjar getah bening)
  • Lemas parah (asthenia)
  • Nyeri otot

Yang membedakan antara cacar biasa dengan cacar monyet terletak pada pembengkakan getah bening. Ini adalah ciri cacar monyet yang paling terlihat. Sebab jika hanya terkena cacar biasa saja, tidak akan menimbulkan gejala pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Periode kedua terjadi 1-3 hari setelah mengalami demam dengan ciri cacar monyet di fase ini adalah sudah terlihat ruam kulit. Awalnya muncul di wajah lalu mulai menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini paling terlihat jelas di area telapak tangan, kaki, serta wajah.

Bentuk ruamnya juga bentuknya berbeda, mulai dari ruam datar hingga vesikel berupa bentol dengan cairan yang ada di dalamnya. Setelahnya membentuk kerak. Ruam ini akan berkembang dalam waktu kurang dair 10 hari. Butuh waktu yang cukup lama sekitar 3 minggu hingga bekas penyakit cacar monyet hilang secara total.

Mencegah Penyakit Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet

Penyakit cacar monyet merupakan penyakit berbahaya, sehingga perluu dilakukan pencegahan. Hal-hal yang kamu lakukan agar terhindar dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

  • Hindari kontak dengan hewan jelas-jelas berpotensi menyebarkan virus cacar monyet seperti hewan primata, tikus,dan hewan lainnya.
  • Jika menemukan hewan yang terjangkit virus dengan ciri cacar monyet seperti mata berair dan terdapat luka di area kulit, laporkan pada petugas kesehatan setempat dengan segera.
  • Setelah melakukan kontak dengan hewan dan orang yang sedang sakit, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun hingga bersih dan bilas menggunakan air mengalir setiap akan makan.
  • Pakailah masker ketika berada di area yang banyak ditemukan penyakit cacar monyet karena penularan penyakit ini sangat mudah. Jika penderita batuk dan bersin kemudian terhirup oleh kamu. Virus cacar monyat ini bisa ditemukan dalam partikel kecil sekalipun yang berasal dari lendir pernapasan penderita penyakit cacar monyet.
  • Lakukan vaksinasi meskipun hingga saat ini belum ada vaksin yang spesifik berguna untuk mencegah penyakit cacar monyet menular, tetapi menggunakan vaksin cacar variola ternyata bisa menjadi solusi. Menurut penelitian, bahkan vaksin cacar variola bisa memberikan perlindungan pada infeksi cacar monyet hingga 85 persen. 
  • Tidak disarankan untuk mengonsumsi wildmeat atau game meat, alias daging hasil buruan dari hewan-hewan liar. Misalnya gorila, simpanse, hewan reptil, antelop, hingga burung hutan tropis yang belum jelas kondisi kesehatannya. 

Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri?

Penyakit cacar monyet

Meskipun penyebarannya relatif cepat, ternyata penyakit cacar monyet bisa sembuh sediri seperti penyakit yang diakibatkan oleh virus lain. Biasanya waktu penyembuhan penyakit cacar monyet ini sekitar 2-4 minggu. Komplikasi yang parah akibat penyakit cacar monyet bisa menyebabkan kematian jika penderita mengalami kondisi yang sulit seperti gizi buruk. Pengobatan ini umumnya bertujuan untuk mencegah dan mengurangi gejala saja, misalnya demam, nyeri otot, dan nnyeri kepala.

Segera konsultasikan ke dokter jika kamu sudah melakukan kontak dengan binatang liar atau penderita penyakit cacar monyet atau gejala serupa. Apalagi jika kamu sudah melakukan perjalanan atau mengunjungi daerah tempat wabah penyakit ini berasal seperti Afrika.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati