Penyakit A-Z

Penyakit Autoimun; Gejala, Penyebab dan Pengobatan

penyakit autoimun

Penyakit autoimun biasa terjadi pada seseorang karena sistem pertahanan tubuh tidak dapat membedakan antara sel tubuh sendiri dan sel asing. Hal ini menyebabkan sel – sel tubuh menyerang sel – sel sehat lainnya.

Biasanya, sel imun tubuh menyerang bakteri jahat ataupun virus. Apapun bentuknya, jika ada benda asing yang memasuki tubuh, sel imun tubuh dengan cepat menyingkirkannya keluar.

rapid test

Baca Juga:

Dalam keadaan normal, sel sistem imun dapat dengan mudah membedakan sel tubuh asing dan sel tubuh sendiri. Namun, ketika seseorang terkena penyakit ini, sel imun tubuh menyerang berbagai bagian tubuh seperti sendi atau kulit. Sel imun juga memproduksi protein unik yang disebut auto antibodi untuk menyerang sel – sel sehat.

Kebanyakan penyakit autoimun menyerang salah satu organ tubuh. Misalnya, Diabetes tipe 1 biasa menyerang pancreas sementara lupus sistemik biasanya menyerang keseluruhan tubuh manusia.

Penyebab Penyakit Autoimun

penyakit autoimun

Sampai saat ini, sebenarnya para dokter belum mengetahui sebab pasti kenapa seseorang bisa terkena penyakit autoimun. Namun, bisa dipastikan sebagian orang memiliki kesempatan lebih besar daripada orang lain untuk terjangkit penyakit ini.

Menurut penelitian pada tahun 2014, perbandingan wanita terkena penyakit autoimun sebesar 2:1 dibandingkan pria, yang berarti dari 6,4% wanita terdapat 2.7% laki – laki yang terkena penyakit ini. Lebih jauh lagi, penyakit autoimun ini biasanya menyerang wanita diumur mereka yang sudah layak memiliki anak, yaitu dari umur 15 hingga 44 tahun.

Selain hipotesa diatas, beberapa faktor ini dianggap menjadi pencetus utama seseorang terkena penyakit autoimun:

1. Genetik

Beberapa tipe penyakit autoimun seperti lupus dan multiple sclerosis diturunkan dalam keluarga. Tapi hal ini bukan berarti setiap anggota keluarga terinfeksi pasti juga akan menderita penyakit ini, mereka hanya memiliki peluang lebih besar terkena penyakit autoimun.

Disisi lain, karena jumlah orang yang terinfeksi penyakit autoimun semakin banyak, para peneliti mulai melakukan riset dan menemukan fakta baru. Gaya makan yang melibatkan kebiasan memakan makanan tinggi lemak, gula dan makanan buatan bisa dihubungkan kepada peradangan sistem pencernaan yang menstimulus respon imun.

Pada tahun 2015, dilakukan hipotesis kebersihan yang melibatkan penggunaan vaksin dan antiseptik. Anak – anak masa kini yang tidak terpapar kuman sebanyak anak – anak dimasa lampau. Hal ini mengakibatkan sistem kekebalan tubuh mereka menjadi lebih rentan dan cenderung bereaksi berlebihan pada zat – zat asing.

2. Berat Badan Berlebih

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas meningkatkan resiko akan penyakit radang sendi atau radang sendi psoriatic. Hal ini mungkin terjadi karena terdapat penekanan lebih besar pada sendiri ataupun jaringan tubuh lainnya yang dapat memicu peradangan.

3. Kebiasaan Merokok

Sudah banyak riset penelitian lainnya yang menghubungkan akibat merokok dengan berbagai penyakit autoimun seperti lupus, radang sendi ataupun hipertiroidisme

4. Mengonsumsi Obat – obatan Tertentu

Beberapa obat – obatan dapat meningkatkan tekanan darah dan dapat menstimulus penyakit lupus. Contohnya, obat – obatan yang merendakan kadar kolesterol dapat memicu miopati. Miopati sendiri adalah penyakit autoimun langka yang menyebabkan rasa lemas pada otot.

Tanda – Tanda dari Penyakit Autoimun

penyakit autoimun

Agar tidak semakin memperberat proses penyembuhan, ada baiknya untuk segera mengantisipasi tanda – tanda berikut :

  • Kelelahan berkepanjangan
  • Rasa sakit pada otot
  • Sering terdapat bengkak ataupun memar merah di badan
  • Demam
  • Kesulitan konsentrasi
  • Mati rasa dan sensasi menggelitik pada tangan ataupun kaki
  • Rambut rontok, dan
  • Rasa gatal pada kulit

Penyakit autoimun pada satu individu tidak bisa disamakan dengan individu lainnya, karena setiap orang memiliki sistem imun unik yang berbeda – beda. Contohnya, diabetes tipe 1 biasanya mengakibatkan penderitanya merasakan haus berkepanjangan, kehilangan berat badan dan kelelahan. Sedangkan penyakit autoimun seperti psoriasis, tanda – tanda ini dapat hilang dan muncul begitu saja.

Namun, jika kamu yang tadinya merasa sehat dan tiba – tiba saja terkena tanda – tanda yang sudah disebutkan tadi, ada baiknya untuk langsung memeriksakan diri ke dokter ya.

Berbagai Treatment yang Dapat Kamu Lakukan untuk Penyakit Autoimun

penyakit autoimun

Sebagian besar treatment pengobatan untuk penyakit autoimun sendiri biasanya berfokus pada mengontrol reaksi autoimun melalui obat penekan imun. Kortikosteroid biasanya dipakai untuk meredakan peradangan sedangkan obat – obatan alami, biasanya digunakan untuk radang sendi ataupun penyakit sejenisnya.

Treatment pengobatan yang kamu lakukan sebaiknya berkesinambungan dengan gejala dan keluhan penyakit autoimun yang kamu alami. Jika dipaksakan, obat – obatan yang dikonsumsi tidak akan memperingan penyakit, malah bisa memperparah infeksi yang terjadi dalam tubuh.

Penelitian terbaru menyebutkan, proses identifikasi sel imun (Sel Darah B yang memproduksi antibodi) ataupun reaksi kimia (biasa disebut sitokin, dapat menyebabkan tumor) dapat membantu menyembuhkan penyakit autoimun dengan memproduksi obat anti Sel B dan lainnya.

Kesimpulan

penyakit autoimun

Meski biasanya penyakit autoimun menyerang wanita dan merupakan penyakit genetik, banyak faktor penting lainnya yang menyebabkan seseorang menderita oenyakit ini.

Saat ini terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh. Seringkali, gejala – gejala yang timbul tertukar dengan gejala penyakit lainnya. Untuk itulah, analisa profesional seperti dokter sangatlah penting.

Cek darah merupakan salah satu sumber informasi paling terpercaya dalam hal ini. Hasil tes darah dan adanya auto antibody dalam darah dapat membantu dokter mendiagnosa kondisi tubuh kamu. Termasuk, merumuskan resep obat yang sesuai untuk menenangkan repson autoimun yang terlalu cepat ataupun demi menyembuhkan berbagai bentuk peradangan yang terjadi pada tubuh.

Banyak yang setuju kalau penyakit autoimun merupakan penyakit serius yang dapat menjadi parah dalam hitungan waktu yang singkat. Tak sedikit kasus yang disangka hanya gejala ternyata menjadi penyakit autoimun level mematikan yang harus segera mendapat tindakan pengobatan serius. Sampai saat ini penelitian terus berlanjut dan terapi efektif untuk menyembuhkan penyakit autoimun pun terus berlanjut.

Kedepannya para ilmuwan diharapkan dapat memprediksi adanya penyakit autoimun dari sampel gen DNA seseorang. Informasi seperti bagaimana kebiasaan sistem imun seseorang bekerja, mengukur jumlah perbandingan sel – sel ataupun fungsi dari sel imun itu sendiri pada diri individu. Dari data inilah dapat ditentukan pengobatan efektif yang bisa diterapkan pada masyarakat luas.

Jika kamu merasakan nyeri asam lambung yang tak biasa, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati