Penyakit A-Z

Penyakit Antraks: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit Antraks

Kasus penyakit antraks kembali menjadi perhatian di Indonesia di awal Januari tahun 2020. Sekitar 11 orang dirawat dan satu orang meninggal karena suspect antraks. Kejadian ini terjadi di daerah peternakan Gunung Kidul, Yogyakarta.

Baca Juga:

rapid test

Penyakit yang menyerang 12 orang ini dicurigai terkait dengan antraks berdasarkan kriteria yang mendukung hal tersebut. Pertama, adanya hubungan antara pasien dengan hewan ternak yang mati mendadak. Kedua, adanya hasil diagnosis dokter dengan gejala-gejala penyakit yang mirip dengan penyakit antraks.

Lantas apa sebenarnya penyakit antraks? Mengapa kamu perlu curiga dengan hewan ternak yang mati mendadak karena antraks dan tidak mengkonsumsi dagingnya?

Berikut artikel ini akan mengulas tentang serba-serbi penyakit antraks, gejala, faktor risiko, dan pengobatannya.

Apa itu Penyakit Antraks?

Penyakit antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora yang disebut dengan bakteri Bacillus anthracis. Penyakit antraks ini dikenal mematikan karena bisa menjadi senjata biologi. 

Kasus terkait senjata biologi dengan menggunakan spora antraks terjadi di Amerika Serikat di tahun 2001. Bubuk spora Bacillus anthracis yang dikirim dalam surat, menyebabkan lima nyawa korban melayang dan 17 orang lainnya terinfeksi.

Umumnya spora bakteri antraks tersebar di alam, terutama di daerah peternakan atau lingkungan hewan alami yang liar. Bacillus anthracis juga bisa ditemukan di tanah area peternakan. Penyakit ini pun menyerang manusia melalui kontak langsung atau tak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Bakteri antraks bisa menginfeksi manusia melalui:

  • kontak langsung dari luka kulit yang terkena antraks
  • makan daging hewan yang terinfeksi antraks
  • menghirup spora antraks terpapar dari hewan ternak atau hewan liar yang terinfeksi antraks (kulit, rambut hewan ternak, wol, atau tulang hewan)

Setelah spora antraks menginfeksi tubuh manusia, bakteri akan berkembang biak berlipat ganda dan menyebar di bagian-bagian tubuh, kemudian mengeluarkan racun. Racun dari bakteri bisa menyebabkan penyakit serius hingga kematian.

Kasus antraks di Gunung Kidul ini sudah pernah terjadi sebelumnya di bulan April hingga Mei 2019 lalu. Salah satu penyebabnya adalah karena lalu lintas hewan ternak yang tinggi di daerah ini. Penyebaran spora antraks bisa terjadi karena terkontaminasinya alat-alat peternakan atau dari darah hewan yang terinfeksi penyakit ini yang menyebar dari satu daerah ke daerah lain.

Kasus antraks di Indonesia terjadi berulang kali. penyebabnya adalah kondisi alam Indonesia yang lembab, kadar organik yang tinggi, rendahnya pengetahuan dalam manajemen peternakan yang bagus, berpotensi untuk tumbuh suburnya spora bakteri. Spora antraks sendiri bisa tahan hingga bertahun-tahun di tanah. Saat masuk ke dalam tubuh, spora kembali hidup dan aktif menginfeksi sehingga tubuh pasien akan sakit.

Tingkat keparahan pasien antraks sendiri bervariasi. Tergantung dari daya tahan tubuh dan apakah pasien sudah divaksinasi sebelumnya.

Penularan antar hewan ternak dengan mudah bisa terjadi lewat produk-produk pertanian atau peternakan. Sementara penularan pada manusia terjadi paling banyak saat manusia terpapar hewan ternak lewat kontak langsung, seperti lewat sentuhan dengan wol, tulang, kulit, atau rambut hewan.

Pengetahuan peternak yang rendah terkait antraks menyebabkan peternak yang mendapati hewan ternaknya mati mendadak, memilih untuk menjual atau memberikan dagingnya untuk dikonsumsi warga guna mencegah kerugian. Hal ini menunjukkan bahwa peternak masih belum banyak yang mengetahui bahaya penyakit antraks.

Gejala Antraks

Gejala penyakit tergantung dari jenis antraks. Berbagai gejala umumnya muncul setelah satu minggu terkena bakteri penyebab antraks. Beberapa jenis antraks dilihat dari penularannya:

1. Cutaneous anthrax ( antraks lewat kulit)

Infeksi antraks yang ditularkan lewat kulit. Terjadi saat bakteri masuk lewat luka terbuka atau lesi dalam kulit. Antraks jenis ini biasanya tidak terlalu parah jika diobati dengan tindakan medis yang tepat.

Gejala:

  • bentol gatal seperti gigitan serangga yang nantinya berkembang menjadi bisul dengan borok hitam di tengah.
  • pembengkakan di bisul dan di dekat kelenjar sistem imun (limfadenopati)

2. Gastrointestinal anthrax (antraks lewat makanan)

Infeksi antraks jenis ini terjadi akibat mengkonsumsi daging (biasanya setengah matang) dari hewan yang terinfeksi.

Gejala:

  • mual
  • muntah
  • demam
  • sakit perut
  • sakit kepala
  • hilangnya nafsu makan
  • diare berdarah atau parah
  • tenggorokan sakit dan susah menelan
  • leher membengkak

3. Inhalation/pulmonary anthrax (antraks lewat udara)

Antraks juga bisa terjadi saat menghirup spora bakteri yang ada di udara. Ini merupakan jenis antraks yang paling mematikan dan bisa berakibat fatal, meski pasien sudah diobati.

Gejala:

  • gejala mirip flu, seperti sakit tenggorokan, demam, tubuh lemas, lelah, sakit di otot tubuh
  • Nyeri ringan di dada
  • Nafas pendek 
  • Mual
  • Batuk darah
  • Sakit saat menelan

Penyakit antraks bisa berkembang menjadi serius dengan gejala:

  • demam tinggi
  • susah bernafas
  • syok (gangguan aliran oksigen ke tubuh)
  • meningitis (inflamasi di otak dan sumsum tulang belakang)

4. Injection anthrax (antraks lewat suntikan)

Antraks lewat suntikan hanya terjadi di daerah Eropa. Antraks menular lewat jarum suntik untuk pemakaian narkoba atau obat-obatan ilegal.

Gejala:

  • kemerahan di area injeksi
  • bengkak yang parah

Gejala antraks ini apabila semakin berkembang, bisa menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi tersebut adalah:

  • syok
  • gagal fungsi organ-organ tubuh
  • meningitis (peradangan/inflamasi membran dan cairan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang, sehingga bisa menyebabkan pendarahan hebat dan kematian). 

Gejala-gejala antraks awalnya terlihat sepele karena mirip dengan flu. Namun, jika kamu tinggal di area zona merah di mana wabah antraks tinggi atau di area suspect antraks, kamu pun berpotensi terkena risiko terinfeksi.

Bahkan jika kamu tidak tinggal di lingkungan peternakan, namun berprofesi di bidang yang dekat dengan hewan (misalnya, penjagalan, dokter hewan, penjual daging, pengrajin kulit, bulu hewan (wol), atau tulang), kamu juga patut waspada saat wabah antraks menyebar.

Kunjungi dokter segera untuk mengevaluasi apakah gejala-gejala yang kamu alami termasuk gejala antraks atau bukan. Segera lakukan pemeriksaan medis untuk pemeriksaan dan pengobatan dini. 

Penyebab

Penyakit Antraks

Mikroba antraks membentuk spora dan tahan berada di dalam tanah hingga bertahun-tahun. Spora antraks memiliki sifat resisten di lingkungan alam. 

Mikroba ini pada akhirnya aktif setelah berhasil menemukan (umumnya hewan ternak seperti domba, sapi, kambing, kuda, dan biri-biri). Bakteri ini akan berkembang karena inangnya memiliki asupan nutrisi, air, dan gula yang cukup sehingga memungkinkan bakteri berkembang biak.

Setelah bakteri aktif, bakteri akan menduplikasi dirinya semakin banyak. Kemudian merilis toksin yang mengganggu tubuh dan menimbulkan penyakit. 

Selain itu, antraks juga bisa dibiakkan di laboratorium sebagai senjata biologi. Sifat antraks yakni mudah ditemukan di alam, bisa diproduksi di lab, serta tidak berbau, tidak memiliki rasa, membuatnya sulit dideteksi. 

Faktor Risiko

Risiko terpapar antraks umumnya terjadi jika kamu:

  • bertugas sebagai anggota militer di area risiko tinggi antraks
  • bekerja sebagai peneliti antraks di laboratorium
  • sering bersentuhan dengan hewan ternak, misalnya tukang jagal hewan, pengurus hewan ternak, sering menyentuh kulit, bulu/wol, tulang, di daerah yang terjangkit kasus antraks
  • dokter hewan di area peternakan kasus antraks
  • mengkonsumsi narkoba suntik/ obat-obatan ilegal

Diagnosis

Diagnosis penyakit antraks dilakukan oleh dokter untuk memastikan apakah kamu benar-benar terinfeksi penyakit ini.

  • Tes Darah. Tes ini dilakukan untuk memeriksa darah apakah mengandung toksin atau bakteri antraks.
  • Tes laboratorium. Jika pasien memiliki tanda-tanda antraks di kulit, dokter akan memeriksa dan mungkin mengambil sampel kulit dengan borok/bisul tersebut untuk dicek di lab. Pengecekan lab juga bisa dilakukan dengan tes sampel tinja untuk melihat apakah ada bakteri antraks. Terutama untuk pasien yang kemungkinan tertular antraks akibat makan daging yang tercemar.
  • X ray atau CT scan. Pemeriksaan lewat gambar dilakukan dokter untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi antraks akibat menghirup spora antraks. 
  • Prosedur Lumbar puncture/ spinal tap (pungsi lumbar). Pengecekan lewat prosedur pungsi lumbar dilakukan dengan pengambilan sedikit sampel cairan otak lewat tulang belakang. Tes ini ditujukan terutama bagi pasien yang mengalami meningitis suspect antraks.

Pengobatan

Penyakit antraks membutuhkan penanganan yang cepat karena potensi bahaya yang disebabkan oleh spora antraks bisa menyebabkan kematian. Semakin lama ditangani, bakteri semakin banyak memproduksi racun di dalam tubuh dan mengganggu fungsi kinerja organ. 

Salah satu cara agar pasien bisa sembuh total adalah dengan pemberantasan bakteri melalui obat-obatan antibiotik dan antitoksin. Jenis obat yang diberikan dokter disesuaikan dengan latar belakang pasien, usia, dan bagaimana penularan infeksi antraks terjadi.

Selain itu pengobatan dengan terapi antitoksin dilakukan untuk membasmi toksin-toksin yang berasal dari bakteri antraks. Proses ini untuk mengeliminasi racun di tubuh dan membersihkan tubuh dari dampak buruk kontaminasi toksin.

Pengobatan antraks selain melalui obat juga bisa dilakukan lewat operasi. Metode ini efektif dilakukan untuk membuang jaringan yang terinfeksi akibat penyakit antraks yang ditularkan lewat injeksi. Sementara itu di tahun 2013, peneliti telah menemukan ramuan kimia dari laut untuk menangani penyakit antraks.

Kesimpulannya, penyakit antraks memang jarang terjadi. Faktor risiko semakin tinggi jika kamu sehari-hari bersinggungan dengan hewan ternak. Waspadai selalu jika ada hewan mati mendadak, jangan mengkonsumsi dagingnya, dan segera periksa ke dokter jika menemukan gejala-gejala penyakit antraks untuk mencegah dampak yang lebih fatal.

Kamu bisa menggunakan aplikasi Okadoc untuk tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati