Penyakit A-Z

Osteoporosis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

osteoporosis

Osteoporosis atau kerap disebut tulang keropos merupakan kondisi saat tulang kehilangan kekuatannya. Adapun tulang yang umumnya terkena osteoporosis adalah tulang pinggul, rusuk, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Umumnya, penyakit ini kerap dialami oleh manula. 

Baca Juga:

promo rapid test murah

Berbicara soal osteoporosis, tulang terus diperbarui dan dibuat karena umumnya tulang lama akan rusak. Di usia muda,  tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat daripada memecah tulang lama sehingga massa tulang bertambah. 

Setelah usia 20 tahun, proses ini melambat dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulangnya pada usia 30 tahun. Seiring bertambahnya usia pula, massa tulang hilang lebih cepat daripada yang diperbarui dan dibuat dan saat itulah seseorang bisa berisiko terkena osteoporosis. 

Gejala Osteoporosis

Umumnya, gejala osteoporosis tidak disadari oleh banyak orang. Rata-rata orang yang terkena osteoporosis baru menyadarinya setelah kondisinya cukup parah. Maka lakukanlah pemeriksaan dengan dokter sejak dini untuk melihat adakah risiko osteoporosis atau tidak. Namun ada beberapa gejala osteoporosis yang sering ditemui, berikut daftarnya:

1. Nyeri Punggung dan Leher

Rasa nyeri pada bagian punggung dan leher biasanya disebabkan oleh fraktur kompresi atau patahnya tulang belakang di leher maupun punggung. Ketika osteoporosis dibiarkan, tulang menjadi lemah dan menipis sehingga mudah patah. 

2. Tinggi Badan Berkurang

Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami melambatnya pertumbuhan hingga kehilangan dalam segala hal. Mulai dari rambut, pendengaran, ingatan, hingga otot. Mulai sekitar usia 40 tahun, tinggi badan seseorang biasanya kehilangan sekitar setengah inci. Salah satu yang menyebabkan penurunan tinggi badan adalah [atah tulang tulang belakang sehingga menyebabkan bungkuk.

3. Mudah Patah Tulang

Patah tulang merupakan salah satu tanda paling umum dari osteoporosis. Kondisi ini dapat terjadi karena seseorang terjatuh atau saat sedang melakukan gerakan kecil, seperti jalan di trotoar. Bahkan patah tulang pada orang yang terkena osteoporosis dapat dipicu oleh bersin atau batuk yang kuat.

4. Postur Tubuh Bungkuk

Postur bungkuk atau fraktur kompresi dapat menyebabkan tubuh menjadi sedikit melengkung pada punggung bagian atas. Punggung bungkuk atau kyphosis dapat menyebabkan sakit punggung dan leher, bahkan memengaruhi pernapasan karena adanya tekanan ekstra pada saluran pernapasan dan terbatasnya kinerja paru-paru. 

Penyebab Osteoporosis

Walapun umumnya penyebab osteoporosis adalah factor usia, ada banyak penyebab lainnya yang bisa menyebabkan seseorang terkena osteoporosis. Berikut adalah penyebab osteoporosis:

1. Faktor Usia

Faktor utama terjadinya osteoporosis adalah usia. Sepanjang hidup, tubuh akan memecah tulang lama dan menumbuhkan tulang baru. Namun ketika berusia 30-an, tubuh mulai memecah tulang lebih cepat daripada menggantikannya. Kondisi ini membuat tulang menjadi  kurang padat dan lebih rapuh serta lebih rentan terhadap kerusakan.

2. Kondisi Medis Tertentu

Kemungkinan seseorang terkena osteoporosis antara lain mengalami kondisi medis tertentu, seperti hipertiroidisme. Osteoporosis juga bisa terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu. Contoh obat-obatannya adalah kortikosteroid oral atau injeksi jangka Panjang, seperti prednison atau kortison.

3. Menopause

Menopause juga bisa menjadi penyebab seseorang, khususnya, wanita terkena osteoporosis. Umumnya, menopause terjadi pada wanita berusia 45 hingga 55 tahun. Hal ini menyebabkan perubahan kadar hormone sehingga tubuh bisa kehilangan tulang dalam jangka waktu yang lebih cepat. 

4. Memiliki Riwayat Keluarga yang Terkena Osteoporosis

Sebagian risiko patah tulang disebabkan oleh faktor keturunan. Orang-orang yang orang tuanya memiliki riwayat patah tulang juga memiliki kemungkinan berkurangnya massa tulang dan mengalami patah tulang.

5. Kekurangan Nutrisi 

Seseorang yang kekurangan  kalsium rendah akan lebih mudah terkena osteoporosis. Asupan kalsium yang rendah berkontribusi terhadap berkurangnya kepadatan tulang, memicu keroposnya tulang, dan meningkatkan risiko patah tulang.

Selain itu, seseorang yang memiliki gangguan makan juga mudah terkena osteoporosis karena asupan makanan terbatas sehingga kekurangan berat badan dan pada akhirnya melemahkan tulang.

6. Memiliki Ras dan Jenis Kelamin Tertentu

Faktanya, osteoporosis menyerang pria dan wanita dari semua ras. Namun wanita kulit putih dan Asia, terutama wanita yang lebih tua yang telah melewati masa menopause, berada pada risiko tertinggi. Sementara, wanita Afrika, Amerika, dan Hispanik memiliki risiko lebih rendah tetapi tetap bisa terkena osteoporosis. Risiko terkena osteoporosis pada wanita lebih besar dibanding pria karena wanita memiliki lebih sedikit jaringan tulang dan kehilangan tulang lebih cepat setelah menopause.

Selain itu, osteoporosis juga bisa disebabkan oleh ukuran tubuh yang kurus karena memiliki lebih sedikit tulang daripada orang tang berukuran besar, jarang bergerak, terlalu banyak istirahat setelah cedera, pernah dioperasi yang melemahkan tulang dari waktu ke waktu, serta menggunakan obat-obatan tertentu yang dalam jangka Panjang menyebabkan osteoporosis seperti prednisone dan heparin. 

Cara Mengobati Osteoporosis

Jika telah didiagnosis terkena osteoporosis, kamu bisa melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat serta mengkonsumsi obat-obatan yang telah diberi oleh dokter. Lakukan juga beberapa hal yang bisa membantu kamu mengobati osteoporosis seperti berikut ini:

1. Meningkatkan Asupan Kalsium dan Vitamin D

Mineral dan vitamin yang terkandung pada asupan kalsium dan vitamin D dapat membantu memperlambat keroposnya tulang. Faktanya, Kalsium adalah mineral utama dalam dan vitamin D membantu tubuh menyekap kalsium yang dibutuhkannya. Makanan yang kaya akan kalsium adalah susu, sayuran hijau gelap, biji-bijian, produk kedelai, serta sereal dan jus jeruk yang dilengkapi kandungan kalsium tambahan. 

Sebuah studi penelitian merekomendasikan bahwa wanita berusia 19-50 dan pria berusia 19-70 tahun harus mendapatkan 1.000 mg kalsium (mg) kalsium per hari. Direkomendasikan pula, wanita berusia 51-70 tahun dan setiap orang di atas 70 tahun harus mendapatkan 1.200 mg kalsium per hari. Sementara orang dewasa di bawah usia 70 tahun harus mendapatkan 600 internasional (IU) vitamin D per hari. Orang dewasa di atas usia 70 harus mendapatkan 800 IU vitamin D per hari.

2. Olahraga yang Tepat

Olahraga juga membantu menguatkan tulang dan memabntu memperlambat keropos tulang. Selain itu, olahraga dapat membantu memperbaiki postur dan keseimbangan serta menurunkan risiko sering jatuh sehingga kemungkinan risiko patah tulang pun lebih kecil. 

Lakukan olahraga yang melatig kekuatan tulang bagian lengan dan belakang seperi angkat beban. Kamu juga bisa melakukan olahraga yang menahan beban seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Olahraga ini bsia membantu memperkuat tulang kaki, pinggul, dan tulang belakang bagian bawah. 

3. Mengkonsumsi Obat-obatan

Obat yang paling umum digunakan untuk mengobati osteoporosis adalah bifosfonat. Bifosfonat digunakan untuk mencegah hilangnya massa tulang. Seseorang bisa mendapatkan obat ini dengan cara oral atau injeksi. Adapun obat-obatannya antara lain alendronate (fosamax), ibandronate (boniva), risedronate (actonel), dan asam zoledronic (reclast).

4. Terapi Hormon

Bagi wanita, estrogen yang digunakan selama dan setelah menopause dapat membantu menghentikan kehilangan kepadatan tulang. Namun terapi estrogen juga dikaitkan dengan peningkatan risiko pembekuan darah, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu.

5. Hati-hati Saat Beraktivitas

Salah satu cara lain untuk mengobati osteoporosis adalah berhati-hati saat melakukan aktivitas agar tidak mudah jatuh. Kamu bisa mencegah jatuh dengan mengenakan sepatu dan kaus kaki yang nyaman, menjauhkan kabel dari area beraktivitas agar tidak tersandung, pastikan ruangan terang agar bisa berjalan dengan nyaman, serta memasang pegangan di kamar mandi agar mudah melangkah dalam kondisi lantai basah. 

Jika kamu masalah seputar nyeri pada tulang yang tidak biasa, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Bayi & Anak-AnakPenyakit A-Z

Tuberkulosis (TBC) Pada Anak-anak

Penyakit A-Z

Demam Dengue; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Alergi Obat: Gejala, Faktor Resiko, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Happy Hypoxia Pada Pasien COVID-19