Penyakit A-Z

Night Terror: Pengertian, Gejala, Faktor Resiko dan Penanganan

night terror

Pernahkah kamu merasa panik dan gelisah saat bangun tidur? Mungkin kamu menganggap hal ini bisa terjadi karena kamu mimpi buruk, namun ada lho kondisi gangguan tidur lainnya yang harus kamu ketahui; Night Terror.

Baca Juga:

promo rapid test murah

Gangguan tidur ini bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Yuk kenali lebih lanjut mengenai Night Terror dalam penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Night Terror?

Night terror atau teror tidur adalah gangguan tidur yang menyebabkan perasaan takut atau panik. Night terror termasuk kelompok gangguan tidur yang disebut parasomnia, yaitu peristiwa atau pengalaman yang tidak diinginkan yang terjadi saat sebelum tidur, selama fase tidur, atau setelah bangun tidur. Night terror dianggap sama seperti nightmare (mimpi buruk), padahal kedua peristiwa ini adalah hal yang berbeda. 

Terdapat empat fase atau tahapan tidur yang berkaitan dengan aktivitas otak. Diantaranya, tahap 1 NREM (Non-Rapid Eye Movement), tahap 2 NREM, tahap 3 NREM, dan tahap REM (Rapid Eye Movement). Night terror terjadi saat tidur masih dalam tahap awal NREM, sedangkan mimpi buruk terjadi saat tidur sudah memasuki tahap akhir yaitu REM. 

Night terror tidak termasuk mimpi, tapi kejadian tiba-tiba yang menimbulkan rasa takut yang intens. Night terror ditandai dengan teriakan, ketakutan yang sangat intens, menangis, berkeringat, dan terkadang bisa disertai dengan sleepwalking (berjalan saat tidur).

Perbedaan lainnya antara night terror dengan mimpi buruk adalah saat mengalami mimpi buruk, mimpi tersebut masih bisa diingat setelah terbangun dan seseorang yang mengalaminya dapat bangun dari tidur dengan sendirinya. Sedangkan seseorang yang mengalami night terror biasanya sulit bangun dari tidur dan sulit mengingat apa yang dialaminya selama tidur.

Gejala Night Terror

Night terror terjadi selama 1 hingga 10 menit, tapi memungkinkan bisa berlangsung lebih lama. Umumnya night terror ditandai dengan gejala berikut :

  • Berteriak atau menjerit karena panik
  • Merasa cemas dan takut
  • Kebingungan
  • Gelisah
  • Menggerakkan tangan dan kaki atau melakukan gerakan seperti memukul
  • Berjalan saat tidur
  • Sulit terbangun
  • Tubuh bergetar
  • Jantung berdebar-debar
  • Napas cepat
  • Pupil melebar
  • Berkeringat
  • Tekanan darah meningkat

Faktor Resiko Night Terror

Night terror biasanya dialami oleh anak-anak berusia 3 hingga 12 tahun. Namun, orang dewasa juga bisa mengalami night terror. Berikut faktor resiko yang bisa memicu night terror saat tidur :

  • Kelelahan
  • Kurang tidur
  • Kualitas tidur yang buruk
  • Stres
  • Kecemasan
  • Pola makan tidak teratur dan tidak sehat
  • Demam
  • Faktor genetikGangguan pernapasan seperti sleep apnea
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu 
  • Mengonsumsi alkohol pada orang dewasa

Pencegahan Night Terror

Night terror bisa dicegah dengan menghindari faktor resiko yang bisa memicu night terror dan lakukan beberapa kebiasaan berikut :

  • Hindari stres dan lakukan kegiatan yang bisa mengurangi stres, seperti yoga
  • Hindari aktivitas berat yang bisa membuat tubuh menjadi sangat lelah
  • Cukupi kebutuhan waktu tidur sesuai usia
  • Buat kamar tidur nyaman dan sejuk
  • Lakukan kegiatan yang menenangkan dan santai sebelum tidur, seperti membaca atau mendengarkan musik
  • Hindari menggunakan perangkat elektronik sebelum jam tidur
  • Hindari minum alkohol
  • Jauhkan benda tajam dan berbahaya di sekitar tempat tidur atau dalam kamar, agar tidak melukai diri sendiri saat night terror

Penanganan Night Terror

Jangan bangunkan seseorang yang sedang mengalami night terror, karena akan membuat night terror berlangsung lebih lama. Disarankan untuk mengamankan benda berbahaya disekitarnya dan menunggu night terror berakhir. 

Night terror dapat menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia atau seiring berjalannya waktu. Tapi apabila mengalami night terror selama sebulan atau lebih, hampir setiap malam, membahayakan diri sendiri maupun orang lain, dan menyebabkan kekurangan waktu tidur, kondisi ini membutuhkan penanganan yang lebih serius dan segera konsultasikan  dengan dokter.

Kamu bisa konsultasi dengan dokter secara online menggunakan Okadoc! Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho!

Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Penyakit A-Z

Kejang Demam; Pengertian, Faktor Risiko, Gejala & Pencegahan

Bayi & Anak-AnakPenyakit A-Z

Tuberkulosis (TBC) Pada Anak-anak

Penyakit A-Z

Demam Dengue; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Alergi Obat: Gejala, Faktor Resiko, dan Pencegahan