Penyakit A-Z

Keputihan: Jenis, Penyebab dan Cara Mengobati

keputihan

Keputihan adalah hal alamiah yang dialami oleh setiap wanita, khususnya ketika sudah memasuki masa usia subur.

Keputihan atau vaginal discharge merupakan cairan atau lendir yang berfungsi untuk membawa sel-sel mati dan kuman dari dalam tubuh keluar melalui vagina. Hal ini bertujuan agar vagina tetap bersih dan melindunginya dari masalah iritasi atau infeksi yang bisa saja terjadi.

rapid test

Baca Juga:

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penyebab dan cara mengobati keputihan, ada baiknya kamu mengenali terlebih dahulu jenis-jenis keputihan berdasarkan tekstur dan warnanya.

Jenis-jenis Keputihan Berdasarkan Tekstur dan Warnanya

keputihan

Umumnya, keputihan yang tergolong normal berwarna putih hingga kekuning-kuningan. Untuk teksturnya sendiri yaitu, cenderung tebal hingga berlendir.

Namun, semua itu tergantung pada kondisi kesehatan dan waktu pemeriksaan yang dilakukan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini.

1. Keputihan dengan tekstur kering

Jenis keputihan ini bertekstur kering dengan warna yang pucat. Kondisi ini membuat bagian vulva terasa sangat kering. Biasanya, hal ini terjadi selama masa tidak subur dalam sebulan, atau tujuh hari sebelum dan sesudah terjadinya siklus menstruasi. Keputihan jenis ini tergolong normal dan berfungsi untuk menghalangi sperma memasuki rahim.

2. Keputihan dengan tekstur creamy

Saat kadar estrogen meningkat, maka leher rahim akan memproduksi lebih banyak cairan. Kondisi ini pula mengakibatkan vulva terasa lengket dan basah. Kondisi ini bisa terjadi selama berhari-hari, yaitu pada masa antara ovulasi dan masa tidak subur.

Jenis cairan ini memiliki tekstur lebih tipis dan berfungsi untuk menyaring sperma yang berkualitas rendah atau abnormal sebelum memasuki rahim.

3. Keputihan dengan tekstur putih telur

Di masa mendekati masa ovulasi, jenis cairan keputihan yang bertekstur licin ini kerap muncul. Jenis keputihan yang kerap disebut dengan keputihan putih telur ini mungkin akan membuat rasa ‘sensasi basah’ di vulva. Beberapa di antaranya mungkin ada juga yang bertekstur kasar.

Kondisi ini merupakan hal yang normal dan menandakan ovulasi yang baik. Jenis keputihan ini juga berfungsi untuk mempermudah sperma berkualitas baik untuk memasuki rahim.

4. Keputihan bertekstur seperti pelumas

Sebelum ovulasi terjadi, cairan keputihan ini akan terasa sangat licin. Lendir serviks ini layaknya seperti pelumas. Jenis keputihan ini tergolong normal. Sebenarnya, hal ini merupakan pertanda hari paling subur dalam sebulan, karena kondisi tersebut merupakan hari terakhir sebelum sel telur dilepaskan.

5. Keputihan berwarna putih

Jenis keputihan ini juga tergolong normal. Keputihan ini terjadi pada awal maupun akhir siklus menstruasi bulanan. Namun, kamu juga harus waspada. Jika keputihan tersebut berlendir tebal dengan tekstur mirip seperti keju cottage dan disertai dengan rasa gatal dan bau tidak sedap, bisa saja itu pertanda tertular infeksi ragi.

6. Keputihan bertekstur jernih dan berair

Apabila kamu mengalami keputihan dengan tekstur jernih dan terasa encer, tenang! Kondisi ini tergolong sebagai kondisi keputihan yang paling normal. Umumnya, kamu akan mengalaminya setelah menjalani aktivitas fisik yang menguras tenaga, misalkan setelah sesi olahraga yang berat.

7. Keputihan dengan warna kecokelatan atau keluar darah

Setelah masa menstruasi berakhir, mungkin kamu akan mendapati cairan berwarna cokelat pekat. Tidak perlu khawatir, keputihan jenis ini juga tergolong normal. Kondisi ini hanya salah satu cara alamiah tubuh membersihkan rahim pasca menstruasi.

Selain itu, saat melakukan hubungan seks tanpa kondom, munculnya cairan bercak cokelat atau berdarah ini bisa juga pertanda kehamilan. Apabila flek terlihat lebih berat, maka bisa menjadi pertanda keguguran. Apabila flek abnormal terjadi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, apabila kondisi ini terjadi pada wanita pasca menopause, bisa jadi hal itu merupakan tanda kanker serviks. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk antisipasi.

8. Keputihan berwarna kuning

Keputihan jenis ini tergolong tidak normal. Secara kasat mata, warnanya cenderung kekuningan. Hal ini bisa jadi pertanda kamu mengalami infeksi. Umumnya, hal ini ditandai dengan tekstur tebal dan berbau busuk. Jika itu terjadi, maka kemungkinan besar itu adalah indikasi infeksi vagina. Di sisi lain, kondisi ini juga mengindikasikan trikomoniasis, yaitu salah satu infeksi menular seksual.

Perlu dicatat, beberapa wanita yang mengalami klamidia atau gonore bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun, dan salah satu pertandanya yaitu keluarnya cairan kuning ini.

9. Keputihan berwarna kehijauan

Jenis keputihan ini tergolong tidak normal. Salah satu tandanya yaitu, cairan yang dikeluarkan berwarna kehijauan. Hal ini juga menjadi salah satu pertanda infeksi internal yang serius. Apabila disertai dengan bau busuk, maka hal tersebut merupakan salah satu pertanda yang menunjukkan trikomoniasis. Segera kunjungi dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lalu, Apa Saja Penyebab Keputihan?

keputihan

Setelah kamu mengetahui jenis-jenis keputihan, selanjutnya adalah penyebab terjadinya keputihan. Memang, setiap wanita memiliki kondisi yang berbeda-beda, mulai dari jumlah cairan, warna, dan tekstur cairan. Tentunya, kondisi ini terjadi karena dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh wanita itu sendiri.

Secara normal, penyebab keputihan di antaranya terjadi karena rangsangan seksual, sedang masa menyusui, atau dalam kondisi stres. Penggunaan obat tertentu, seperti antibiotik atau pil KB, serta kebiasaan menggunakan cairan pembersih vagina juga bisa menyebabkan keputihan tidak normal.

Penyebab Keputihan Tidak Normal

Walaupun keputihan adalah hal alamiah dialami oleh setiap wanita, namun ada pula penyebab keputihan yang terbilang tidak normal. Umumnya, kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi, seperti jamur, bakteri, atau parasit (trikomoniasis), bahkan pertanda terjadinya kanker rahim atau leher rahim. Untuk informasi lebih lanjutnya, berikut ini penjelasan penyebab keputihan tidak normal.

1. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis bisa menjadi salah satu penyebab keputihan. Kondisi ini ditandai dengan warna lendir yang putih, abu-abu, atau bahkan berwarna kuning. Kondisi ini juga disertai dengan aroma tidak sedap seperti amis, dengan rasa gatal atau perih, kemerahan, dan terjadi pembengkakan pada area vagina.

2. Terjadinya infeksi jamur

Salah satu keputihan tidak normal lainnya yaitu, terjadi karena infeksi jamur. Ciri-ciri kondisi ini antara lain, tekstur kental berwarna putih dan menggumpal seperti keju. Selain itu, disertai pula dengan rasa gatal, bengkak, dan rasa sakit di area sekitar vulva. Nyeri akan semakin terasa ketika melakuan hubungan seksual.

3. Trikomoniasis

Penyebab lainnya yaitu trikomoniasis. Keputihan ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Tanda-tandanya yaitu, cairan yang berwarna kuning atau kehijauan, berbusa, dan disertai dengan bau tidak sedap. Selain itu, vagina pun terasa gatal dan terasa nyeri saat buang air kecil.

4. Gonore

Kondisi ini ditandai dengan lendir berwarna kuning atau keruh yang disertai dengan rasa nyeri di sekitar panggul, pendarahan di luar siklus haid, dan keluarnya urine secara tiba-tiba tanpa disadari.

5. Kanker serviks dan kanker endometrium

Salah satu penyebab terburuk keputihan yang tidak normal yaitu, terkena kanker serviks dan kanker endometrium. Kondisi seperti ini menyebabkan keputihan berwarna cokelat yang disertai nyeri panggul dan perdarahan pada vagina.

Cara Mengobati Keputihan

keputihan

Kunci utama mengatasi keputihan yaitu dengan cara menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Dengan menjaga kebersihan vagina, maka kesimbangan bakteri baik yang ada di dalam vagina akan lebih terjaga. Dengan begitu, risiko infeksi pun dapat ditekan. Lantas, bagaimana cara mengobati keputihan?

1. Ganti celana dalam dengan bahan katun dan hindari jenis sabun tertentu

Apabila cairan yang keluar terbilang banyak, segeralah ganti celana dalam sesering mungkin. Pilihlah celana dalam yang terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Hindari pula mengenakan celana yang terlalu ketat. Selain itu, hindari pula penggunaan sabun wangi, gel, antiseptik, serta douching, karena ditakutkan bisa mengganggu keseimbangan pH dan bakteri estdi dalam vagina.

2. Gunakan obat antijamur dan antibiotik jika diakibatkan infeksi jamur

Apabila kamu mengalami keputihan yang diakibatkan infeksi jamur, maka kamu bisa menggunakan obat antijamur dalam bentuk krim atau gel. Ada baiknya, kamu konsultasikan terlebih dulu hal tersebut dengan dokter terkait untuk menghindari hal-hal buruk yang bisa saja terjadi.

Penggunaan antibiotik pun juga digunakan untuk menghilangkan keputihan abnormal yang disebabkan infeksi bakteri. Pastikan kamu sudah mengkonsultasikan hal tersebut dan mendapat resep dokter.

Apabila disebabkan oleh bacterial vaginosis atau trikomoniasis, resep antibiotiknya adalah metronidazole (flagyl). Sedangkan, antibiotik dalam bentuk krim, gel, atau salep biasanya dioles langsung pada kulit vagina. Untuk mengatasi rasa gatal, nyeri, dan rasa panas terbakar.

3. Melakukan terapi hormon

Keputihan terjadi secara berlebih, apalagi muncul selama masa menopause, dapat diatasi dengan melakukan terapi hormon estrogen. Terapi ini bisa dilakukan dengan meminum obat maupun juga dengan disuntikkan ke vagina. Walau begitu, terapi lewat suntikan biasanya tidak seefektif terapi hormon yang diminum.

4. Jika sedang menggunakan alat KB, ganti dengan jenis alat KB lainnya

Jika kamu sedang menggunakan alat KB tertentu, seperti pil atau spiral (IUD), maka kamu dapat melakukan konsultasi kepada pada dokter mengenai masalah tersebut. Jika memang alat KB adalah masalahnya, maka mintalah saran dokter untuk menggantinya dengan alat kontrasepsi jenis lain.

5. Kemoterapi

Apabila penyebab keputihan yang terjadi pada diri kamu adalah karena kanker serviks (kanker leher rahim), maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan menjalani kemoterapi. Tentu hal tersebut harus dilakukan dengan pengecekan lebih lanjut. Untuk penanganannya sendiri, tentunya harus ditangani oleh tenaga medis atau dokter yang kompeten dengan masalah tersebut.

Nah, itulah beberapa jenis-jenis keputihan, penyebab, dan cara mengatasinya. Jika kamu mengalami ciri-ciri atau tanda-tanda buruk yang mirip seperti di atas, segera konsultasikan kepada dokter pakai aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati