Penyakit A-Z

Katarak: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatan

katarak

Penyakit katarak adalah sebuah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh sehingga membuat pandangan menjadi buram. Gangguan pada mata ini adalah penyebab utama hilangnya penglihatan pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

Baca Juga:

rapid test

Penderita katarak biasanya akan merasa seperti melihat jendela berasap. Sebagian besar penyakit katarak pada penderitanya akan berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu.

Namun, lama kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat penderitanya sulit menyetir, membaca, dan melakukan aktivitas rutinnya sehari-hari.

Jenis-jenis Penyakit Katarak

Katarak terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis katarak tersebut, di antaranya:

  • Katarak Sekunder. Katarak jenis ini dapat berkembang setelah operasi mata seperti glaukoma, atau sebagai akibat dari masalah kesehatan seperti diabetes.
  • Katarak Traumatis. Katarak jenis ini disebabkan oleh cedera mata yang memicu munculnya penyakit katarak hingga beberapa tahun kemudian.
  • Radiasi Katarak. Katarak jenis ini disebabkan oleh paparan radiasi.
  • Katarak Kongenital. Katarak jenis ini muncul saat lahir dan sering terjadi di kedua mata. Kondisi ini tidak selalu memengaruhi penglihatan, tetapi tindakan operasi mungkin diperlukan.

Gejala Penyakit Katarak

Katarak memang hanya dapat terjadi pada satu atau kedua mata sekaligus, namun bukan menyebar dari satu mata ke mata yang lainnya. Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit katarak yang bisa terjadi.

  • Penglihatan kabur dan seperti terdapat kabut yang menghalang-halangi.
  • Warna di sekitar terlihat memudar.
  • Mudah silau di tempat terang.
  • Rasa silau saat melihat lampu mobil, matahari, atau lampu.
  • Sering melihat lingkaran di sekeliling cahaya.
  • Pandangan atau penglihatan ganda.
  • Ukuran kacamata berubah.
  • Penurunan penglihatan pada malam hari.

Apabila muncul gejala-gejala katarak seperti di atas, disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter spesialis mata.

Kamu harus menghubungi dokter apabila mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Beberapa gejala di atas mulai mengganggu atau semakin memburuk.
  • Saat gejala katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari kamu.
  • Atau, saat kamu mulai merasa nyeri pada mata.

Jika kamu memiliki gejala katarak seperti yang sudah disebutkan di atas, konsultasikanlah dengan dokter.

Gejala katarak umumnya berkembang secara perlahan. Pada awalnya, penderita tidak akan menyadari ada gangguan penglihatan karena hanya sebagian kecil lensa mata yang mengalami katarak.

Umumnya, katarak tidak menyebabkan rasa sakit pada mata, namun penderita bisa merasakan nyeri pada mata, terutama jika katarak yang dialami sudah parah atau terdapat gangguan mata lainnya.

Lalu, setelah itu, seiring dengan berjalannya waktu, katarak dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

Penyebab Penyakit Katarak

Penyebab penyakit katarak yang paling sering terjadi, yaitu penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata. Katarak akibat penuaan dapat terjadi akibat dua hal, yaitu:

  • Protein yang menggumpal pada lensa mata. Hal ini menyebabkan benda terlihat kurang jelas atau kurang tajam.
  • Lensa mata yang jernih secara perlahan berubah warna menjadi kuning-kecoklatan.

Lensa mata terdiri dari protein dan air. Dengan bertambahnya usia, lensa mata akan menjadi semakin tebal.

Hal ini menyebabkan gumpalan protein dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina, sebuah lapisan yang sensitif terhadap cahaya yang terletak di belakang dalam mata. Inilah yang menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam.

Hingga saat ini, tidak ada yang tahu pasti mengapa lensa mata berubah seiring dengan bertambahnya usia lalu menyebabkan katarak. Namun, beberapa faktor yang bisa menyebabkan katarak, antara lain:

  • Radiasi ultraviolet
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Kegemukan
  • Merokok
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam waktu lama
  • Penggunaan obat statin digunakan untuk mengurangi kolesterol
  • Cedera atau peradangan mata sebelumnya
  • Operasi mata sebelumnya
  • Konsumsi alkohol yang signifikan
  • Miopia tinggi
  • Riwayat keluarga dengan katarak

Salah satu teori pembentukan katarak mengungkapkan bahwa banyak katarak yang disebabkan oleh perubahan oksidatif pada lensa mata.

Namun, penyebab katarak yang paling umum ditemui adalah akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata.

Perubahan lensa mata diawali dengan munculnya warna kuning-kecoklatan ringan, tetapi semakin memburuk seiring dengan bertambahnya waktu.

Dokter akan mendiagnosis katarak dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan mata secara menyeluruh meliputi pemeriksaan lapang pandang, penurunan ketajaman penglihatan, serta pemeriksaan dengan menggunakan alat yang diarahkan dari samping mata, guna memperlihatkan kekeruhan pada lensa mata.

Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit Katarak?

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah katarak, antara lain:

  • Memeriksa mata secara teratur pada dokter spesialis mata
  • Melindungi mata dari cahaya matahari yang terlalu lama dengan menggunakan kacamata yang melindungi dari sinar ultraviolet baik UVA dan UVB
  • Mempertahankan kadar gula darah agar tetap normal (untuk pengidap diabetes)
  • Membatasi kebiasaan menyetir di malam hari
  • Memperbaiki pencahayaan di rumah

Lalu, Bagaimana Cara Pengobatan Penyakit Katarak?

Jika katarak semakin memburuk dan kamu semakin sulit menjalani aktivitas sehari-hari, cara untuk mengobati katarak satu-satunya adalah dengan melakukan operasi.

Pada umumnya, operasi katarak tidak membutuhkan rawat inap. Ada dua jenis operasi katarak, antara lain:

1. Small Incision Cataract Surgery

Operasi ini dilakukan dengan melakukan insisi kecil pada tepi kornea. Kemudian, dokter akan menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa, lalu diambil dengan menggunakan alat penghisap.

2. Extracapsular Surgery

Operasi ini membutuhkan insisi yang lebih besar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut. Selanjutnya, sisa lensa dikeluarkan dengan menggunakan alat penghisap.

Kedua operasi tersebut masing-masing membutuhkan waktu sekitar satu jam dan tanpa rasa nyeri. Dokter umumnya menggunakan obat tetes mata untuk membuat mata menjadi hilang rasa dan pengidap tetap sadar selama menjalani operasi.

Selain itu, beberapa pengobatan rumahan yang juga dapat membantu mengatasi gejala katarak antara lain:

  • Periksakan mata secara teratur pada dokter ahli kacamata
  • Lindungi mata dari sinaran cahaya matahari yang terlalu lama. Gunakan kacamata yang melindungi 100% dari sinar ultraviolet baik UVA dan UVB, khususnya selama musim panas
  • Pertahankan kadar gula darah dalam rentang yang normal (untuk penderita diabetes), karena katarak dapat lebih cepat berkembang jika kadar gula darah kamu tinggi
  • Dapatkan setidaknya 7 jam waktu tidur setiap harinya
  • Kurangi merokok karena dapat meningkatkan risiko gangguan pada mata. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan seorang perokok dapat mengalami gejala katarak lebih awal
  • Selain itu, mengonsumsi makanan sehat juga dapat mengurangi risiko penyakit, termasuk masalah pada mata. Pola makan yang sehat seperti mengonsumsi banyak buah, sayur-sayuran, biji-bijian, karbohidrat, lemak baik seperti alpukat, minyak zaitun, dan minyak omega, serta protein nabati atau protein tanpa lemak yang bersumber dari hewan, juga dapat mengurangi masalah pada mata

Semakin bertambah tua, risiko mengalami masalah pada mata pun semakin tinggi. Jika kamu memiliki riwayat keluarga yang terkena katarak, risiko kamu pun akan semakin tinggi.

Kemudian, kebiasaan mengonsumsi alkohol atau merokok, serta memiliki riwayat penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas juga dapat menyebabkan kamu dapat terserang penyakit katarak.

Jika kamu merasakan keluhan pada mata yang tak biasa, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati