Penyakit A-Z

Pembunuh Mematikan Bernama Kanker Paru-Paru

kanker paru-paru

Pada zaman modern, penyakit kanker semakin sering terjadi karena gaya hidup zaman modern yang serba instan. Penyakit kanker sendiri memiliki banyak jenis dan level, seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker lainnya. Menurut World Health Organization (WHO), di Indonesia penyakit kanker menjadi penyakit paling mematikan nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit menular.

Baca Juga:

rapid test

Jenis kanker yang paling sering menelan korban di Indonesia adalah kanker paru-paru, baik pria maupun wanita. Kanker paru-paru menelan banyak korban jiwa karena sulitnya mendiagnosis gejala kanker paru-paru stadium awal, sehingga banyak kasus dimana kanker ini yang terdiagnosis saat telah mencapai stadium akhir.

Apa itu Kanker Paru-paru?

kanker paru-paru

Kanker paru-paru sendiri merupakan suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara liar dan tidak terkontrol di dalam paru-paru. Sel-sel ini nantinya akan membentuk sebuah kesatuan sel ganas yang disebut tumor. Sel ganas atau sel kanker yang terbentuk nantinya akan menyebar dan menyerang seluruh tubuh.

Tingkat kerusakan yang dilakukan sel kanker berbeda tergantung jenisnya. Kanker paru-paru memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu kanker paru-paru sel kecil (SCLC) dan kanker paru-paru bukan sel kecil (NSCLC).

Kanker paru-paru yang terjadi pada umumnya merupakan kanker paru-paru bukan sel kecil. Kanker jenis ini menyebar dengan lambat dan dapat disembuhkan dengan operasi jika masih stadium awal. Sementara, kanker paru-paru sel kecil lebih jarang terjadi, namun lebih mematikan dikarenakan penyebaran sel kanker berlangsung cepat. Penyembuhan kanker paru-paru sel kecil lebih efektif dengan obat-obatan dan radiasi dibandingkan operasi.

Kanker ini menjadi penyakit yang mematikan karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui gejalanya. Padahal, kanker paru-paru sama seperti penyakit pada umumnya yang memiliki gejala. Pada awalnya penderita kanker ini akan menunjukkan gejala batuk, sesak napas, dan lendir berdarah.

Gejala ini mirip dengan penyakit TBC sehingga sering salah diagnosis. Namun, jika gejala tersebut tidak mau hilang, lebih baik pergi ke dokter untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut.

4 Tingkatan Kanker Paru-paru

kanker paru-paru

Stadium 1

Stadium 1 menyatakan bahwa sel kanker yang diderita masih dalam ukuran kecil dan belum menyebar ke organ jauh. Stadium 1 dibagi lagi menjadi dua, yaitu stadium 1A dan stadium 1B.

Stadium 1A berarti sel kanker berukuran 3 cm atau lebih kecil. Stadium 1B berarti sel kanker berukuran 3-4 cm. Selanjutnya tahap stadium 2, pada tahap ini sel kanker telah membesar dan mulai menyebar menuju kelenjar getah bening.

Stadium 2

Tahap stadium 2 dibagi lagi menjadi dua, yaitu stadium 2A dan stadium 2B. Stadium 2A berarti sel kanker berukuran 4-5 cm, tetapi belum ada sel kanker di kelenjar getah bening. Stadium 2B berarti sel kanker berukuran 5 cm, tetapi telah ada sel kanker di kelenjar getah bening dekat dengan paru-paru.

Stadium 3

Tahap stadium 3 berarti sel kanker berukuran 5-7 cm dan telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya yang berada di dekat paru-paru. Stadium 3 dibagi menjadi tiga, yaitu stadium 3A, stadium 3B, dan stadium 3C.

Stadium 4

Pada tahap terakhir, yaitu stadium 4, sel kanker telah menyebar luas dan membesar. Stadium 4 dibagi menjadi dua, yaitu stadium 4A dan stadium 4B. Pada stadium 4A berarti ada kanker di kedua paru – paru , kanker dalam penutup paru – paru (pleura) atau penutup jantung (pericardium) atau ada cairan di sekitar paru – paru atau jantung yang mengandung sel kanker serta mungkin kanker telah menyebar di luar dada ke kelenjar getah bening atau ke organ seperti hati atau tulang. Sedangkan stadium 4B sendiri berarti kanker telah menyebar ke beberapa area dalam satu atau lebih organ.

Penyebab Kanker Paru-paru

kanker paru-paru

Lantas apa yang menyebabkan kanker ini? Salah satu hal yang sering dijadikan penyebab kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Menurut data, sekitar 85% penderita kanker paru-paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok.

Bahkan, seseorang yang tidak merokok atau perokok pasif juga memiliki kemungkinan terkena kanker ini karena menghirup asap rokok. Namun, bukan hanya merokok yang menjadi penyebab kanker ini, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menderita kanker paru-paru, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Terpapar zat benzopryne

Menurut Environmental Protection Agency di Amerika Serikat, paparan zat benzopyrne yang merupakan zat hasil pembakaran, seperti asap rokok, asap pembakaran hutan, dan asap kendaraan, dapat menyebabkan kanker karena bersifat karsinogenik.

2. Terpapar zat kimia karsinogenik

Terdapat beberapa jenis zat kimia yang bersifat karsinogenik antara lain, radon, asbes, arsenik, senyawa nikel, produk batubara, limbah diesel serta eter chloromethyl.  Zat-zat tersebut tidak berasa dan tidak berbau serta bercampur dengan udara yang dihirup. 

3. Riwayat keluarga

Risiko seseorang untuk terkena kanker paru-paru akan makin tinggi jika salah satu anggota keluarganya pernah menderita kanker yang sama.

4. Pola makan tidak seimbang

Tubuh pada dasarnya memiliki mekanisme untuk memperbaiki sel yang rusak akibat paparan zat kimia atau polusi. Namun, tubuh tidak mampu untuk memperbaiki diri apabila paparan terus terjadi apalagi tidak diimbangi dengan asupan gizi seimbang.

Pengobatan Kanker Paru-paru

kanker paru-paru

Pengobatan kanker paru-paru sejauh ini belum ada yang efektif. Pengobatan kanker ini bergantung pada tipe kanker dan kondisi tubuh penderita. Bila kanker diobati pada fase awal dan areanya kecil, kemungkinan sembuh akan lebih besar. Pengobatan untuk kanker paru-paru sendiri ada tiga, yaitu radioterapi, kemotrapi, dan operasi pengangkatan.

  • Jika kesehatan tubuh penderita kanker cukup kuat dan sel kanker hanya berada di satu sisi paru-paru dan belum menyebar, biasanya akan dilakukan operasi pengangkatan. Pada kondisi pascaoperasi, menggunakan metode radioterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.

  • Selain itu radioterapi dapat digunakan untuk meredakan gejala atau rasa sakit dan memperlambat tingkat penyebaran kanker. Sementara jika kondisi penderita sudah melemah dan sel kanker belum menyebar, maka akan dilakukan kemoterapi.

  • Kemoterapi dan radioterapi menjadi pilihan utama apabila penderita kanker telah memasuki stadium 3 dan 4. Namun, kemoterapi dan radioterapi memiliki beberapa efek samping terhadap pasien, seperti mudah lelah, kulit iritasi, hilang nafsu makan, rambut rontok, dan gangguan psikologis.

Ada beberapa langkah untuk mengurangi resiko terkena kanker paru-paru, seperti berhenti merokok, menghindari zat karsinogenik dengan menggunakan masker, perbanyak makan sayur dan buah untuk memperoleh vitamin dan mineral untuk tubuh, serta rutin olahraga agar tubuh tetap prima dan menambah kekebalan tubuh. Semoga bermanfaat!

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati