Penyakit A-Z

Kanker Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

kanker ginjal

Ginjal adalah organ di dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring kotoran dalam darah dan membuangnya dalam bentuk urine.

Selain itu, ginjal juga memproduksi hormon erythropoietin yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah dan hormon renin yang berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah.

rapid test

Baca Juga:

Ginjal terdiri dari dua bagian organ terpisah yang masing-masing berukuran sebesar sekepal tangan manusia. Ginjal berada di dalam perut bagian bawah, dengan satu ginjal di sisi sebelah kanan dan kiri tulang belakang.

Kanker ginjal bisa dialami oleh pria maupun wanita, dan di semua kalangan usia. Kanker ini bisa dikendalikan dengan mengurangi faktor pemicu penyakit ini dari dalam diri kita. Untuk itu, pelajari gejala, penyebab, dan pengobatan pada penyakit kanker ginjal berikut ini. 

Gejala Kanker Ginjal

Gejala awal penyakit kanker ginjal mungkin tidak mudah terdeteksi. Namun, seiring dengan berkembangnya tumor pada ginjal, gejalanya dapat dideteksi dari tanda-tanda berikut ini. Pada stadium lanjut, penderita biasanya dapat merasakan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Demam
  • Keluar keringat pada malam hari
  • Kekurangan darah (anemia)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan
  • Merasa cepat lelah
  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Nyeri dan bengkak di sekitar punggung bawah dan pinggang
  • Berubahnya warna urine menjadi kecoklatan karena telah bercampur darah

Kalau kamu merasakan beberapa gejala umum kanker ginjal yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter.

Hubungi dokter jika kamu melihat darah di dalam air urine kamu atau ketika kamu merasakan nyeri dan pembengkakan di daerah sekitar perut, punggung bawah, atau pinggang.

Penyebab Kanker Ginjal

Ketika kamu divonis menderita kanker ginjal, kamu pasti bertanya-tanya mengenai apa penyebab terjadinya penyakit ini.

Beberapa penelitian telah menemukan hal-hal yang mungkin dapat menyebabkan kanker ginjal. Beberapa faktor yang menjadi penyebab tersebut adalah:

  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Riwayat keluarga (jika ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker ginjal, maka kita akan memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit tersebut)
  • Merokok
  • Efek samping cuci darah jangka panjang
  • Bekerja di lingkungan yang mengakibatkan terpapar zat tertentu, seperti asbes, trichloroethylene, dan cadmium

Para dokter mendeteksi bahwa kanker ginjal dimulai ketika DNA dalam sel-sel ginjal mulai bermutasi. Mutasi tersebut menyebabkan sel ginjal tumbuh tidak terkendali.

Akumulasi pertumbuhan sel yang tidak terkendali tersebut akhirnya membentuk tumor yang dapat menyebar ke seluruh organ ginjal atau bagian tubuh lainnya.

Diagnosis Kanker Ginjal

Sebagai langkah awal untuk melakukan diagnosis kanker ginjal, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala yang dialami pasien, lalu melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya benjolan atau pembengkakan pada ginjal.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Beberapa tes lanjutan yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit kanker ginjal, antara lain:

  • Tes Urine: Untuk mendeteksi adanya infeksi atau darah.
  • Tes Darah: Untuk memeriksa gangguan fungsi pada ginjal. Tes darah ini dilakukan untuk memeriksa zat kreatinin. Jika kadar zat kreatinin yang dimiliki cukup tinggi, maka dapat mengindikasikan bahwa ginjal tidak bekerja dengan baik.
  • Ultrasonografi (USG): Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran dari ginjal pasien. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk membuat gambaran yang dapat menunjukkan seberapa luas penyebaran kanker pada ginjal penderita.
  • CT Scan atau MRI: Pemeriksaan ini dilakukan pada ginjal dan saluran kemih untuk menunjukkan kanker pada ginjal, kelenjar getah bening, atau di sekitar perut.
  • Biopsi: Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan jarum untuk mengambil sampel jaringan ginjal yang nantinya akan dianalisis di laboratorium.
  • IVP: Pemeriksaan ini menggunakan serangkaian X-ray, kemudian akan melacak pewarna yang bergerak melalui ginjal menuju saluran pembuangan dan kandung kemih. Hasil X-ray dapat memperlihatkan ada atau tidaknya tumor ginjal atau masalah-masalah lainnya.

Melalui pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan di atas, dokter mungkin dapat menyimpulkan apakah gejala yang pasien alami merupakan gejala kanker ginjal atau bukan.

Jika pasien terdiagnosis kanker ginjal, dokter kemudian akan menentukan stadium kanker yang dialami.

Pengobatan Kanker Ginjal

Pengobatan penyakit kanker ginjal yang paling sering dilakukan adalah dengan melakukan operasi untuk pengangkatan ginjal, seperti pengangkatan seluruh ginjal, kelenjar adrenal, jaringan ikat sekitar ginjal, atau kelenjar getah bening.

Selain itu, terapi radiasi atau radioterapi menggunakan energi radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika kanker ginjal menyebar sampai ke tulang.

Pengobatan kanker ginjal dapat dilakukan berdasarkan ukuran atau diameter tumor dan seberapa luas penyebarannya di dalam tubuh. Beberapa jenis pengobatan terhadap kanker ginjal, antara lain:

  • Operasi: Metode pengobatan yang paling banyak dilakukan terhadap penderita kanker ginjal. Operasi juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu Nefrektomi Parsial (operasi dengan mengangkat sebagian ginjal yang berubah menjadi sel kanker) dan Nefrektomi Radikal (operasi dengan mengangkat seluruh organ ginjal yang terdapat sel kanker).
  • Embolisasi: Metode pengobatan ini dilakukan dengan cara menyuntikan zat khusus ke dalam pembuluh vena ginjal melalui kateter guna menghambat aliran darah. Dengan terputusnya nutrisi atau oksigen ke dalam ginjal, maka tumor akan menyusut secara perlahan.
  • Kemoterapi: Metode pengobatan ini diberikan melalui infus dan bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan kanker ginjal tersebut.
  • Radioterapi: Metode pengobatan ini menggunakan radiasi dari energi radioaktif untuk menghancurkan sel-sel kanker. Radioterapi tidak mengobati kanker ginjal sepenuhnya, namun bisa mengurangi gejala yang dirasakan penderita dan memperlambat perkembangan kanker.

Pengobatan kanker ginjal tergantung pada kondisi tubuh secara umum dan stadium kanker yang sedang diderita.

Pengobatan paling umum yaitu, ginjal yang terkena kanker diangkat melalui operasi. Namun, hal ini hanya dapat dilakukan bila tumor ginjal masih berukuran kecil (umumnya kurang dari 4 cm) dan satu ginjal lainnya masih dalam keadaan baik.

Pencegahan Kanker Ginjal

Cara terbaik untuk melakukan pencegahan terhadap risiko kanker ginjal adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Langkah-langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Hindari dan berhenti merokok
  • Selalu menjaga tekanan darah
  • Menjaga berat badan ideal untuk menghindari obesitas dengan perbanyak mengonsumsi buah dan sayur
  • Rutin berolahraga setiap hari
  • Gunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja yang rentan terhadap paparan zat-zat berbahaya
  • Tidur minimal tujuh jam di malam hari

Nah, itulah gejala, penyebab, dan pengobatan pada penyakit kanker ginjal. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Jadi, jika kamu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter pakai aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati