Bayi & Anak-AnakPenyakit A-Z

3 Jenis Penyakit Telinga Pada Anak dan Pencegahannya

Penyakit Telinga Pada Anak

Penyakit telinga pada anak umumnya disebabkan oleh peradangan di daerah tengah telinga. Peradangan ini sendiri seringkali terjadi karena adanya infeksi bakteri yang masuk melalui cairan yang menumpuk di daerah belakang telinga.

Baca Juga:

rapid test

Sayangnya, anak – anak lebih sering mengalami penyakit telinga karena bakteri mudah terpindah saat mereka bersosialisasi dengan lingkungan dan orang – orang baru. Namun, faktor ini tidak menjadi faktor mutlak.

Lebih jelasnya lagi, inilah tipe – tipe anak yang lebih rentan terhadap penyakit telinga :

  • Anak – anak yang berumur kurang dari 5 tahun, hal ini disebabkan mereka memiliki pipa Eustachio yang lebih pendek
  • Anak – anak yang diinapkan oleh penitipan anak karena mereka lebih rentan pada penyakit batuk
  • Anak – anak yang mempunyai alergi
  • Anak – anak yang sering terpapar asap rokok, karena asap rokok menyebabkan peradangan pada daerah pipa Eustachian sehingga infeksi lebih rentan terjadi
  • Anak – anak yang tidak pernah menyusui karena air susu ibu memiliki kandungan antibodi alami yang mampu melawan infeksi kuman
  •  Anak – anak yang terbiasa minum dari botol, terutama jika si anak meminum botol dalam keadaan berbaring. Aliran susu dan telinga yang lebih rendah dapat menyebabkan masuknya susu ke pipa Eustachian dan mengakibatkan peradangan yang berujung kepada infeksi telinga. Inilah kenapa anak – anak harus dalam posisi lebih tinggi atau duduk. Ketika sang anak sudah cukup umur, ada baiknya agar sang anak diajarkan posisi menyusu yang benar.

Bagaimana Kamu Tahu Jika Anak Terkena Infeksi Telinga?

Jika sudah cukup umur, anak bisa dengan mudah membicarakan rasa sakit yang ia rasa, sayangnya jika anak masih terlalu kecil, mereka hanya bisa memberikan isyarat saja. Nah, tanda – tanda yang perlu kamu waspadai adalah :

  • Demam tinggi yang tidak diketahui penyebabnya
  • Rewel
  • Susah tidur
  • Sering menarik – narik telinga
  • Susah mendengar suara – suara pelan

Ada 3 Jenis Penyakit Telinga Pada Anak yang Paling Sering Terjadi :

  • Acute Otitis Media (AOM), inilah salah satu penyakit telinga pada anak yang paling sering terjadi. Infeksi AOM terjadi pada bagian tengah yang terinfeksi dan ada cairan yang terperangkap di bagian belakang gendang telinga. Keduanya menyebabkan sensasi menyakitkan di telinga
  •  Otitis Media Effusion (OME), sayangnya OME tidak menimbulkan tanda – tanda khusus dan biasanya dokter baru menyadari tipe penyakit telinga pada anak dengan memakai instrumen khusus.
  • Chronic Otitis Media with Effusion (COME), penyakit telinga pada anak tipe ini terjadi karena bagian telinga tengah dalam waktu yang lama dan berkali – kali terjadi. Sayangnya, infeksi COME ini lebih sulit dideteksi dan lebih fatal mempengaruhi kemampuan pendengarannya pada anak.

Bagaimana Cara Dokter Mendeteksi Penyakit Telinga Pada Anak?

Hal yang pertama kali ditanyakan dokter biasanya adalah riwayat kesehatan anak. Apakah ia pernah menderita demam atau sakit pada bagian tenggorokan? Baru – baru saja menderita kesulitan tidur atau muncul kebiasaan sering menarik telinga? Untuk mengetahui jenis infeksi, biasanya dokter memeriksa dengan menggunakan otoskop untuk melihat keadaan bagian dalam gendang telinga atau bagian lain yang mengindikasikan infeksi.

Selain otoskop, dokter juga menggunakan otoskop pneumatic yang dapat meniupkan udara ke dalam kanal telinga untuk memeriksa apakah ada cairan di daerah belakang telinga atau tidak. Gendang telinga yang normal biasanya akan bergerak maju dan mundur dengan mudah daripada gendang telinga yang ada cairan di bagian belakangnya.

Alat terakhir yang seringkali dipakai adalah Timpanometri, yang mendiagnosa suara dan tekanan udara di daerah telinga. Alat timpanometri ini biasanya dipakai dokter apabila kedua alat sebelumnya belum bisa memberikan hasil yang jelas. Hal ini memungkinkan karena timpanometri sendiri berbentuk seperti microphone kecil dan lengkap bersama pengeras suara untuk memberitahu tekanan udara di sekitarnya.

Dapatkah penyakit telinga pada anak dicegah?

Penyakit telinga pada anak bisa dengan mudah dicegah asalkan kamu dapat menyadarinya sejak dini. Apalagi ditambah sistem imun pada anak belum terbentuk secara maksimal sehingga belum dapat memerangi infeksi bakteri ataupun virus secara maksimal. Biasanya rasa sakit telinga pada anak muncul pada cuaca dingin. Meski kita belum bisa mengontrol lingkungan penyebab sakit telinga secara menyeluruh, kamu dapat melakukan langkah – langkah sederhana untuk mencegahnya.

  • Jaga anak untuk selalu berbaring dengan posisi yang benar saat meminum susu dari botol ataupun dot, karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, posisi minum susu yang salah akan membuat anak semakin rentan terkena penyakit telinga
  • Usahakan memiliki tempat penitipan anak yang kredibilitasnya terjamin. Paling tidak hal ini akan meminimalisir infeksi yang bisa terjadi karena kotornya lingkungan. Pilihlah tempat penitipan anak yang mampu menjamin kebersihan dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi anak.
  • Menjaga kualitas udara sekitar anak, jauhkan anak – anak dari berbagai polusi udara yang berlebihan. Pastikan anak selalu mendapatkan proteksi yang cukup setiap kali beraktivitas di luar ruangan. Dan, yang terpenting, jangan sampai anak – anak terkena paparan asap rokok.
  • Memberikan ASI yang cukup, pemberian ASI yang cukup dapat meningkatkan daya tahan anak secara signifikan. Usahakan untuk memberikan ASI eksklusif dalam jangka waktu 12 bulan atau lebih untuk memberikan kualitas daya tahan yang cukup. Jika pemberian ASI tidak memungkinkan, jaga agar anak selalu meminum susu pada botol dengan posisi yang benar.
  • Imunisasi, usahakan agar anak mendapatkan suntikan imunisasi dengan waktu yang tepat
  • Vaksinasi, imunisasi saja tidak cukup. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit telinga pada anak adalah mengurangi berbagai resiko yang berkaitan dengan anak. Salah satunya dengan vaksinasi setiap tahun.
    Sangat direkomendasikan bagi anak untuk mendapat vaksin PCV13 (13 valent pneumococcal conjugate vaccine) yang mampu melawan segala jenis infeksi akibat bakteri dibandingkan vaksin lainnya.
  • Jaga kebersihan, selalu pastikan tangan kamu dan anak berada dalam keadaan bersih. Kebiasaan mencuci tangan dapat mencegah penyebaran bakteri dan dapat menjaga anak – anak dari terkena infeksi flu ataupun batuk
  • Jangan biarkan anak tidur dengan keadaan mengedot, posisi kepala anak yang lebih rendah daripada botol dapat mengakibatkan mengalirnya air susu ke dalam rongga telinga
  • Pisahkan anak sehat dengan anak yang sakit, jangan biarkan anak yang sehat bersosialisasi dengan anak yang sakit. Paling tidak, minimalisir interaksi antara anak yang sakit dengan anak yang sehat demi mencegah tertularnya anak yang sehat terhadap penyakit
  • Perhatikan frekuensi anak terkena penyakit telinga, jika anak seringkali terkena penyakit telinga. Bisa dipastikan penyebab dari penyakit telinga ini bisa diminimalisir sebelumnya. Terutama jika telinga anak sudah pernah kemasukan air sebelumnya, maka akan dibutuhkan usaha lebih untuk memerangi virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit telinga.

Nah, itu dia tanda – tanda dari penyakit telinga pada anak dan berbagai tindakan yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya. Pemberian atensi maksimal dan cepatnya tindakan pengobatan menjadi sangat penting untuk mengatasi penyakit telinga pada anak.

Jika kamu menemukan salah satu atau beberapa tanda di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Bayi & Anak-AnakKesehatanPriaWanita

Ini Bahaya Jika Terlalu Sering Makan Mie Instan