Penyakit A-Z

Ini 10 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi

penyakit mata

Gangguan penglihatan masih menjadi momok bagi beberapa orang. Terutama, buat mereka yang sudah memasuki usia senja. Meski demikian, penyakit mata bisa menyerang siapa saja, termasuk anak muda.

Mata merupakan organ vital manusia yang digunakan untuk melihat. Oleh karena itu, ketika mata bermasalah, aktivitas pun menjadi ikut terhambat. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit mata, misalnya alergi, infeksi atau kurangnya cairan. Selain itu, kurang tidur dan kekurangan asupan gizi pun bisa menyebabkan masalah pada mata. Sehingga, tidak heran jika penyakit mata cukup sering menyerang masyarakat.

Baca Juga:

Penyakit mata bisa menyerang kapan saja. Untuk mengobatinya pun, membutuhkan perawatan yang berbeda. Tidak heran jika berbagai macam penyakit mata seolah menghantui masyarakat. Lalu, apa saja ya penyakit mata yang perlu diwaspadai? Simak yuk lewat artikel berikut!

Berikut Beberapa Penyakit Mata yang Sering Terjadi

Penyakit mata menjadi gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi. Beberapa penyakit tersebut ada yang bisa sembuh dengan sendirinya, tapi ada pula yang memerlukan bantuan medis. Dan berikut beberapa penyakit mata yang sering terjadi di kalangan masyarakat.

1. Katarak

Katarak menjadi penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Di Indonesia, kasus katarak terbanyak terdapat pada Provinsi Sulawesi Utara. Penduduk Indonesia bahkan dilaporkan 15 tahun lebih cepat mengembangkan penyakit katarak dibanding penduduk lainnya. Tingginya kasus ini, diakibatkan karena kurang informasi terhadap penyakit katarak.

Dilansir dari Health Line, penderita katarak akan mengalami kesulitan melihat pada saat malam hari. Selain itu, mereka juga kurang bisa membedakan warna dengan jelas. Karena penyakit katarak menyebabkan lensa mata menjadi berawan. Selain karena faktor usia, katarak juga bisa disebabkan karena faktor genetik, diabetes, hipertensi, merokok atau terkena penyakit mata lainnya.

2. Ablasio

Ablasio merupakan keadaan di mana retina sensoris lepas dari epitel pigmen retina atau yang bisa disebut ride. Penyakit ablasio retina paling umum disebabkan karena adanya satu atau lebih robekan pada retina. Hal inilah yang menyebabkan penglihatan menjadi terganggu.

Penderita penyakit ini biasanya akan mengalami beberapa gejala. Misalnya, benda terlihat seperti melayang-layang, adanya kilatan cahaya, ketajaman penglihatan menjadi menurun, hingga terdapat semacam tirai tipis berbentuk seperti parabola. Sehingga jika mengalami gejala ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

3. Refraksi mata

Refraksi mata adalah terjadinya gangguan penglihatan yang menyebabkan cahaya masuk ke dalam mata tapi tidak terpusat pada retina. Gejala yang paling sering dialami penderita refraksi mata adalah tidak mampu melihat benda dengan jelas, baik dari dekat ataupun jauh. Pandangan pun menjadi kabur dan berbayang, serta mengalami pusing saat memfokuskan titik penglihatan pada suatu obyek.

Beberapa kelainan dari refraksi mata adalah sebagai berikut:

  • Rabun dekat atau hiperopia. Penyakit ini akan menyebabkan penglihatan buram saat melihat benda dari jarak dekat
  • Rabun jauh atau miopia. Penyakit ini akan menyebabkan penglihatan buram saat melihat benda dari jarak jauh
  • Astigmatisme. Penyakit ini menyebabkan penglihatan ganda saat melihat obyek dari jarak dekat ataupun jauh
  • Presbiopia atau mata tua. Penyakit ini menyebabkan penglihatan buram dalam jarak dekat dan biasanya terjadi karena faktor usia

4. Glaukoma

Di Indonesia, glaukoma menjadi penyakit mata yang menyumbang angka kebutaan terbanyak yaitu sebesar 13,4 persen. Penyakit ini dapat mengikis dan merusak saraf optik yang menunjang penglihatan. Glukoma terbagi menjadi dua jenis, yaitu glukoma sudut terbuka primer dan glukoma sudut tertutup. Kedua jenis ini bisa disebabkan karena faktor usia, keturunan, komplikasi hipertensi dan diabetes.

Penyakit glukoma bisa dicegah ketika terdeteksi sejak dini. Selain itu, penting juga untuk mengetahui penyakit yang mendasarinya. Sehingga, bisa dilakukan penanganan yang tepat.

5. Bufthalmus

Bufthalmus merupakan penyakit mata karena tekanan bola mata yang meninggi sejak lahir. Tekanan bola mata yang tinggi dapat mengganggu kornea mata. Biasanya penderita yang terkena penyakit ini takut melihat cahaya dan timbul gangguan pada kelopak mata.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan ini yaitu dengan cara operasi sayatan atau goniotomy. Penanganan ini harus dilakukan sesegera mungkin agar perkembangan mata dan ketajaman penglihatan tidak sampai terganggu.

6. Mata merah atau konjungtivitis

Salah satu penyakit mata yang sering terjadi adalah mata merah. Terjadinya mata merah bisa disebabkan karena polusi, alergi, paparan zat kimia, hingga infeksi virus dan bakteri. Orang yang terkena penyakit ini biasanya akan mengalami nyeri, gatal, berair hingga pembengkakan di area mata.

Penyakit mata merah memang bisa menular melalui udara, tapi jika sekadar bertatapan dengan penderitanya, belum tentu penyakit tersebut akan menular.

Mata merah bisa diobati jika tahu penyebabnya, karena penanganannya tidak bisa disamakan. Jika penyakit ini disebabkan karena alergi, bisa diobati dengan cara menjauhi pemicu alergi dan menggunakan obat antihistamin. Selain itu, ada baiknya jika kamu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

7. Belekan

Selain mata merah, belekan juga menjadi penyakit mata yang paling sering dialami. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus dan infeksi bakteri. Gejala belekan yang paling umum terjadi adalah bulu mata yang saling menempel dan mata sulit dibuka pada saat bangun tidur. Hal ini terjadi karena terlalu banyak kotoran yang menempel di sekitar area mata, termasuk bulu mata.

8. Pterigium

Pterigium merupakan gangguan mata karena adanya selaput lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyakit mata ini biasanya terjadi karena sering terpapar radiasi sinar matahari. Penderita yang mengalami pterigium biasanya akan mengalami gejala mata merah, pandangan kabur, serta mata terasa gatal atau panas.

Penyakit pterigium bisa disembuhkan dengan tetes mata kortikosteroid. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Selain itu, penyakit ini juga bisa disembuhkan dengan operasi.

9. Blefaritis

Penyakit mata yang disebabkan karena adanya peradangan pada kelopak mata disebut blefaritis. Penyakit ini biasanya menyebabkan produksi minyak pada mata menjadi berlebih. Kelebihan minyak ini biasanya terjadi di sekitar kelopak mata dan bisa bercampur dengan bakteri. Pada beberapa kasus, blefaritis bisa menyebabkan pembengkakan mata hingga terjadinya kerontokan bulu mata.

Blefaritis terbagi menjadi dua, yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior. Blefaritis anterior merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata bagian luar dan disebabkan karena adanya bakteri stafilokokus. Sedangkan blefaritis posterior adalah peradangan yang terjadi pada kelopak mata bagian dalam dan disebabkan karena adanya kelainan pada kelenjar minyak.

10. Dakriosistitis

Dakriosistitis merupakan infeksi kantung air mata yang menyebabkan nyeri, bengkak hingga mengeluarkan nanah. Penyakit ini terjadi karena adanya penyumbatan pada duktus nasolakrimalis atau saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Hal ini terjadi karena adanya faktor alergi.

Infeksi yang ringan biasanya akan cepat sembuh. Meski begitu, penderita tetap akan mengalami pembengkakan. Sedangkan penderita yang mengalami dakriosistitis parah, akan mengalami kemerahan dan penebalan di atas kantong air mata. Jika hal ini terus berlanjut, akan menimbulkan nanah dan mengalami demam.

Nah, itu tadi beberapa penyakit mata yang sering terjadi. Meski demikian, masih banyak sekali jenis penyakit mata yang bisa menyerangmu. Sehingga, ada baiknya jika mengenali penyakitnya dan bisa melakukan pencegahan sejak dini. Selain itu, jika mengalami gejala-gejala tak biasa pada mata, segera periksakan ke dokter.

Related posts
Penyakit A-Z

Penyakit Jantung Koroner: Faktor Risiko, Gejala, Penyebab & Pengobatan

Penyakit A-Z

Nyeri Otot (Myalgia): Penyebab & Cara Mengatasinya

Penyakit A-Z

Osteoporosis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Bayi & Anak-AnakPenyakit A-Z

3 Jenis Penyakit Telinga Pada Anak dan Pencegahannya