Penyakit A-Z

Kanker Kulit: Jenis dan Gejalanya

kanker kulit

Kanker adalah jenis penyakit kategori berat yang dapat menyerang setiap orang. Penyebab dan pemicunya cukup beragam. Begitu pun dengan jenis-jenis kanker itu sendiri.

Baca Juga:

rapid test

Pada kesempatan kali ini, Okadoc Indonesia akan ada membahas secara khusus mengenai kanker kulit. Kenapa khusus? Karena kanker ini sendiri terbagi dalam beberapa jenis. Pelajari perbedaan jenis kanker kulit di sini agar kamu dapat memberikan penanganan yang tepat.

1. Karsinoma Sel Basal

kanker kulit

Kanker kulit yang paling umum terjadi adalah karsinoma sel basal. Sel ini tumbuh di bagian bawah epidermis dan pertumbuhannya ini cenderung lambat.

Sel kanker ini biasanya tumbuh di daerah yang sering terkena cahaya matahari, misalnya di area wajah dan leher. Tapi beruntung lah kamu yang mengalami kanker karsinoma sel basal. Karena penyakit ini bisa sembuh total, asalkan kamu cepat dalam mendeteksi dan mengobatinya sejak dini.

Pada mulanya, karsinoma sel basal akan muncul berupa benjolan “mutiara” kecil namun agak datar, serta terlihat padat dan mengkilap. Jika disentuh rasanya cukup lunak. Sekilas, benjolan ini tampak seperti jerawat. Berwarna agak kekuningan seperti bekas luka namun tidak kunjung hilang.

Kanker ini juga dapat ditandai dengan tahi lalat tetapi berwarna merah muda, mengkilap, dan sedikit bersisik. Kamu juga bisa saja melihat pertumbuhan kulit yang menyerupai kubah dengan pembuluh darah di dalamnya. Warnanya bisa merah muda, cokelat, ataupun hitam.

Jika struktur kulit mengeras dan berlilin, kamu harus mewaspadainya. Atau muncul luka terbuka yang tidak kunjung sembuh total, dengan pinggiran yang berkerak dan dapat disertai dengan mengeluarkan cairan.

2. Karsinoma Sel Skuamosa

kanker kulit

Selanjutnya ada karsinoma sel skuamosa, salah satu jenis kanker kulit yang harus kamu ketahui. Seperti namanya yang serupa, karsinoma sel skuamosa ini juga mirip dengan karsinoma sel basal. Bedanya, sel kanker ini tumbuh di bagian atas epidermis.

Karsinoma sel skuamosa juga tumbuh di bagian tubuh yang sering terpapar cahaya matahari. Kecuali jika kulitmu berwarna gelap, karsinoma sel skuamosa justru tumbuh di daerah yang jarang terkena sinar matahari. jadi pertama-tama, pahami dulu warna kulitmu termasuk terang atau gelap.

Gejala kanker kulit jenis karsinoma sel skuamosa, ditandai dengan munculnya benjolan merah yang lama hilangnya. Atau bisa juga berupa tahi lalat yang permukaannya halus dan berwarna pucat. Tapi ada rasa nyeri ketika digaruk karena rasanya juga gatal. Selain itu, pada kulitmu juga dapat tumbuh kutil yang tampak berkubah yang ada ceruk lebih rendah di bagian tengahnya.

Ada juga sebagian orang yang mengalami kanker ini, ditandai dengan tekstur kutil yang kasar dan bersisik. Ketika digaruk, kulitmu akan agak berkerak. Namun warna kutilnya cenderung memerah.

3. Actinic Keratosis

Selanjutnya ada kanker kulit jenis actinic keratosis. Yang membedakannya dengan kanker kulit lain yaitu dapat tumbuh bahkan di telinga dan bibir. Asalkan area-area tersebut sering terkena cahaya matahari. Pada beberapa kasus, actinic keratosis dapat berkembang menjadi kanker kulit jenis karsinoma sel skuamosa.

4. Karsinoma Sel Merkel

kanker kulit

Karsinoma sel merkel adalah jenis kanker kulit yang paling berbahaya dan paling langka. Hal ini dikarenakan sel kankernya dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya. Sel kankernya tumbuh di dekat ujung saraf pada kulit sehingga kerap kali mengganggu indra peraba kulit.

Karsinoma sel merkel cenderung berbentuk benjolan kecil dan tidak menyakitkan. Tampilannya mengkilap dan berwarna merah, merah muda, atau ungu.

5. Melanoma

kanker kulit

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang juga langka sangat berbahaya. Sel kanker di sini menyerang bagian melanosit yaitu sel yang menghasilkan pigmen kulit. Karena itu, kanker kulit melanoma dapat terjadi di bagian kulit mana pun.

Pada mulanya, kanker kulit melanoma ditandai dengan gejala bintik-bintik berwarna gelap, serupa dengan tahi lalat. Namun ukuran, bentuk dan warnanya dapat berubah seakan hidup. Kamu mungkin akan kaget ketika tahi lalat muncul di daerah yang tidak pernah ada tahi lalatnya sebelumnya. Tahi lalat dari kanker kulit melanoma biasanya muncul di daerah kaki, tangan, punggung, dan wajah.

Untuk membedakan tahi lalat biasa dengan tahi lalat kanker kulit melanoma, kamu dapat mengikuti panduan “ABCDE” di bawah ini:

  • Asymmetry yaitu ukuran dan bentuk tahi lalat yang tidak simetris. Tahi lalat yang merupakan gejala kanker kulit melanoma memiliki bentuk dan ukuran tidak beraturan. Hal ini disebabkan sel kanker satu sisi dapat tumbuh lebih cepat daripada yang lain.
  • Border yaitu adanya pinggiran yang tidak rata di tepi tahi lalat. Tahi lalat dari kanker melanoma memiliki pinggiran walaupun tampak kabur dan acak. Kadang-kadang bentuknya seperti bergerigi
  • Color, yang artinya ada warna berbeda pada tahi lalat melanoma, jika dibandingkan dengan tahi lalat normal.  Tahi lalat normal biasanya memiliki satu warna yaitu hitam, cokelat tua ataupun muda. Tapi pada tahi lalat kanker, warnanya dihiasi dengan corak. Contohnya, ada warna merah muda di bagian tengah, tapi cenderung menggelap di menuju tepinya. Atau ada beragam warna dalam satu tahi lalat.
  • Diameter atau ukuran tahi lalat melanoma juga berbeda dengan tahi lalat normal. Di mana tahi lalat normal ukurannya tetap sama semenjak muncul. Sedangkan tahi lalat yang tumbuh melebar bahkan lebih dari 6 mm adalah tahi lalat penanda kanker kulit.
  • Evolve yang artinya berkembang dan berubah juga dapat dilihat, apakah terjadi pada tahi lalatmu atau tidak. Selain ukuran dan warna, tekstur dan bentuk tahi lalat penanda kanker juga dapat mengalami perkembangan. Rasanya juga gatal dan bahkan dapat berdarah.

Jika gejala-gejala dari salah satu jenis kanker kulit muncul, kamu perlu merasa khawatir. Jika ini terjadi segera konsultasikan ke dokter. Agar dapat segera disembuhkan atau ditangani sebelum semakin parah ya.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati