Penyakit A-Z

Mengenal dan Menghadapi Jantung Lemah

resiko lemah jantung

Jantung adalah kunci kehidupan bagi manusia. Jika ada sedikit saja gangguan pada jantung, bukan hanya tubuh sulit untuk bergerak, tapi nyawa juga dapat terancam. Karena itu, kesehatan jantung penting untuk selalu dijaga. Paling tidak, kamu perlu memiliki pengetahuan mengenai kondisi jantung lemah.

Baca Juga:

rapid test

Jantung lemah adalah penyakit yang menyerang kerja jantung melalui ototnya. Otot jantung melemah sehingga tidak mampu mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Pelajari informasi mengenai jantung lemah, atau dalam bahasa kedokteran kardiomiopati, berikut ini.

Faktor Resiko Jantung Lemah

jantung lemah

Kondisi jantung lemah dapat terjadi pada siapa pun. Sebelum menghindari ini, kamu harus tahu faktor resiko jantung lemah atau hal-hal yang dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit ini.

  • Terdapat riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung seperti jantung lemah, Sudden Cardiac Arrest (SCA), atau gagal jantung.
  • Jaringan jantung mengalami kerusakan karena pernah terjadi serangan jantung sebelumnya.
  • Terdapat gangguan pada katup jantung.
  • Penyakit metabolisme seperti diabetes, obesitas parah, atau penyakit kelenjar tiroid.
  • Mengkonsumsi alkohol dalam jangka waktu lama.
  • Infeksi virus yang menyerang otot dan menyebabkan peradangan.
  • Pembengkakan jantung atau organ tubuh lainnya karena tumbuhnya gumpalan sel (sarcoidosis).
  • Menderita tekanan darah tinggi yang terus menerus.
  • Jantung berdenyut terlalu cepat dalam jangka waktu yang panjang.
  • Terpapar radiasi dari terapi untuk mengobati kanker dan mengkonsumsi obat kemoterapi.
  • Sering mengkonsumsi kokain, amfetamin, atau steroid anabolik.
  • Komplikasi saat hamil.
  • Kekurangan vitamin seperti B1 dan mineral dalam tubuh.
  • Gangguan pada produksi protein seperti amylpidosis.
  • Penumpukan zat besi dalam otot jantung (hemochromatosis).

Gejala Jantung Lemah

jantung lemah

Dengan mengetahui faktor resiko jantung lemah, diharapkan kamu dapat mencoba melakukan upaya pencegahan. Selanjutnya, kamu juga harus memahami gejala jantung lemah agar dapat segera mengatasinya.

1. Sering batuk

Batuk mungkin terdengar seperti penyakit yang ringan. Gangguan ini sering muncul, terutama jika sedang terjadi perubahan cuaca. Tapi kamu perlu waspada jika terlalu sering batuk.

Sering batuk dalam jangka waktu yang panjang atau bahkan disertai merupakan salah satu gejala lemah jantung. Alasannya karena terdapat timbunan cairan darah dan dahak di dalam paru-paru.

2. Napas pendek

Jantung dan paru-paru memiliki hubungan yang sangat erat. Gejala lemah jantung lainnya dapat dilihat dari napas yang pendek atau bahkan sesak napas. Hal ini juga disebabkan oleh darah yang terkumpul di paru-paru, karena kemampuan jantung memompa darah sedang terganggu.

3. Berkeringat, mudah lelah, dan pingsan

Berkeringat adalah respon yang biasa terjadi setelah tubuhmu bergerak secara aktif. Namun jika kamu terlalu sering berkeringat walau hanya melakukan sedikit aktivitas, mudah merasa lelah dan bahkan pingsan, perhatikan jantungmu.

Kemungkinan kamu sedang mengalami kondisi jantung lemah. Jantung tidak mampu menyebarkan darah ke seluruh bagian tubuh sehingga terjadi penurunan fungsi organ dan jaringan dalam tubuh.

4. Seringkali sakit kepala

Darah dalam tubuh berfungsi untuk mengikat oksigen. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saat jantung lemah, kemampuannya untuk memompa darah pun menurun. Ketika darah dan oksigen tidak bisa mencapai otak, pusing dan sakit kepala sangat mungkin terjadi. Gejala lemah jantung dapat dilihat ketika kamu terlalu sering mengalami sakit kepala.

5. Mudah lupa

Saat jantung lemah, oksigen sulit menyebar hingga ke otak. Selain menyebabkan sakit kepala, otak yang kekurangan oksigen dapat menurunkan daya ingat seseorang. Kamu akan mudah lupa seperti orang-orang yang berada di lanjut usia. Tapi pertimbangkan juga gejala lemah jantung lainnya.

6. Jantung berdebar tanpa ritme yang jelas

Jantung lemah bukan berarti debarannya berkurang. Jika debaran jantung dirasa terasa tak karuan atau terlalu cepat, kamu juga perlu waspada. Ketika jantung sedang lemah, sistem yang ada otomatis berusaha menutupi kekurangannya dengan mempercepat proses penyaluran darah ke seluruh bagian tubuhmu. Maka dari itu jantung berdebar tanpa ritme yang jelas seperti sedang normal.

7. Hati membesar

Salah satu dampak dari lemahnya jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh adalah menumpuknya cairan dalam hati. Terhambatnya aliran darah menyebabkan ukuran hati semakin membesar.

Jika berlebihan, hati akan membengkak dan terganggu fungsinya. Hal yang paling sederhana misalnya menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian perut serta mengurangi nafsu makan.

8. Perut besar

Masih ada dampak lanjutan dari gangguan pada organ hati. Penumpukan cairan selanjutnya terjadi pada ascites yang ada di perut. Maka dari itu, walaupun kehilangan nafsu makan perut akan membesar. Gejala jantung lemah kali ini memperlihatkan perut yang besar karena kembung.

9. Kaki dan tangan bengkak

Organ lain yang terganggu karena kondisi jantung lemah adalah ginjal. Aliran darah ke ginjal yang berkurang, memicu produksi hormon yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan adanya penumpukan garam dan air, sehingga terjadi pembengkakan pada tangan dan kaki.

Walaupun sebenarnya cukup dengan berkurangnya aliran darah saja sudah dapat menimbulkan pembengkakan pada tangan dan kaki manusia.

10. Urat besar di leher

Ketika jantung lemah, tekanan pada urat atau Jugular Venous Pressure (JVP) akan meningkat karena terjadi perhambatan aliran darah menuju kepala. Di situ ada penumpukan yang membuat ukurannya menjadi lebih besar.

Karena tujuannya ke kepala, vena jugularis ini dapat kamu rasakan dan amati di leher. Terutama di bagian depan, kiri, dan kanan leher.

11. Nyeri dada

Kondisi jantung lemah dapat ditunjukkan dengan rasa nyeri di dada. Jika ini terjadi, segera meminta pertolongan pada orang sekitarmu, dan hubungi dokter agar mendapat penanganan khusus. Tujuannya untuk berjaga-jaga serangan jantung muncul mendadak. Kemungkinan lainnya, ternyata kamu mengidap penyakit jantung koroner.

Upaya Memperkuat Jantung

jantung lemah

Jantung lemah dapat dialami oleh siapa pun. Bahkan kamu juga bisa mengalaminya sekalipun merasa badanmu selalu sehat. Karena itu, tidak ada salahnya mencegah hal itu terjadi. Atau jika memang kamu sudah mengetahui bahwa kondisi jantungmu lemah, beberapa hal ini dapat dilakukan untuk memperkuatnya:

1. Tidak merokok

Perusahaan rokok sudah memberikan informasi jelas, bahwa salah satu resiko konsumsi rokok yaitu menurunkan kesehatan jantung. Benda adiktif ini dapat meracuni jantung dengan kandungan nikotin dan karbon monoksida yang menyerang lapisan pembuluh darah.

Nikotin mampu mempersempit ukuran pembuluh darah sehingga kandungan oksigen dalam darah mengalami penurunan. Hal ini dapat terjadi pada perokok aktif maupun pasif. Karenanya, cobalah untuk tidak merokok agar tidak merusak kesehatan jantung diri sendiri maupun orang lain.

2. Menjaga berat badan

Berat badan yang terlalu berlebihan mendorong organ-organ dalam tubuh bekerja lebih keras dibandingkan dengan berat badan yang normal, tak terkecuali jantung. Saluran darah terganggu karena plak-plak lemak yang banyak tertimbun pembuluh darah.

Jika ini terus terjadi, jantung akan cepat merasa kelelahan dan lemah. Menjaga berat badan tidak hanya baik secara fisik, tetapi juga kesehatan tubuh terutama jantung. Kamu bisa memulainya dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh dan rutin berolahraga.

3. Konsumsi kunyit dan bawang putih

Makanan yang sehat akan mendorong organ-organ tubuh bekerja dengan baik. Jantung dapat diperkuat dengan konsumsi perasan kunyit yang dicampur dengan 2 sendok madu dan 2-3 butir telur ayam kampung setiap pagi. Atau dengan mengkonsumsi 1 siung bawang putih setiap malam.

Rasanya mungkin aneh, tapi bisa kamu imbangi dengan tambahan air putih setelahnya. Hal ini jarang dilakukan, tapi akan sangat bermanfaat jika kamu berhasil melakukannya secara rutin.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati