Penyakit A-Z

Infeksi Saluran Kemih: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih terjadi karena adanya infeksi di bagian sistem saluran kencing. Bagian ini mencakup ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra. Kalau kamu wanita,  peluang kamu untuk terkena infeksi saluran kemih cenderung lebih tinggi 50% daripada laki – laki. Dalam beberapa kasus, infeksi bisa berulang kali terjadi dalam kurun waktu tahunan. Sementara untuk laki – laki, hanya ditemukan 1 berbanding 10.

Baca Juga:

rapid test

Jika ada kecurigaan terkena infeksi saluran kemih, jangan ragu untuk langsung berkonsultasi pada dokter ya. Lewat sampel urine, baru bisa dipastikan apakah kamu memang benar – benar terkena infeksi saluran kemih atau kamu menderita kondisi kesehatan lain.

Selain menggunakan sampel urine, bisa juga menggunakan ultrasound, CT ataupun MRI scan. Jika dirasa perlu, dokter akan memasukkan tube kecil, panjang dan fleksibel bernama sistoskop untuk melihat keadaan uretra dan kandung kemih secara pasti.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Meski gejala yang timbul pada tiap individu akan berbeda – beda, ada beberapa gejala yang biasanya muncul pada orang yang menderita infeksi saluran kemih, diantaranya :

  • Perasaan terbakar saat buang air kecil,
  • Intensitas atau pun keinginan untuk buang air kecil meningkat secara signifikan. Saat buang air kecil pun, ternyata kuantitasnya sangat sedikit.
  • Urine yang kamu keluarkan berwarna gelap, agak kemerahan dan mempunyai bau yang aneh,
  • Sering merasa lelah dan mengalami tremor di daerah tangan,
  • Demam dan menggigil (gejala ini akan timbul saat infeksi sudah mencapai ginjal)
  • Sensasi tertekan atau sakit pada daerah pinggang, punggung dan perut bagian bawah.

Gejala yang timbul saat saluran kemih terinfeksi pun bisa jadi berbeda, bergantung pada organ apa yang terinfeksi. Sebagai tambahan info, untuk yang berusia lanjut, gejala infeksi saluran kemih bisa jadi berbeda loh. Gejala lainnya yang mungkin timbul diantaranya :

  • Rasa sakit pada bagian ginjal,
  • Sensasi menekan dan tak nyaman pada daerah bokong, atas ataupun samping punggung,
  • Demam tinggi,
  • Meriang dan menggigil,
  • Mual,
  • Muntah,
  • Rasa sakit pada bagian kemih,
  • Rasa menekan pada pinggang dan
  • Rasa tidak nyaman, terbakar dan sakit secara terus menerus pada saluran kencing.

Tipe – tipe Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, infeksi bisa saja terjadi pada berbagai tempat saluran kemih. Setiap nama dan tipenya pun berbeda bergantung pada organ yang diserang.

  • Infeksi kemih : Infeksi ini muncul saat kamu terus menerus merasakan dorongan untuk buang air kecil, ataupun sensasi sakit menyiksa saat buang air kecing. Kamu pun bisa jadi menderita infeksi ini jika perut bagian bawah sakit ataupun kamu mengeluarkan urine yang pekat dan warna mirip darah.
  • Infeksi ginjal : Infeksi ini muncul saat kamu terserang demam, menggigil, mual, muntah dan sensasi sakit didaerah punggung atas ataupun pinggang.
  • Infeksi Uretra : Infeksi ini muncul saat kamu merasakan sensasi terbakar saat buang air kecil

Wanita Lebih Rentan Terkena infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Kekhawatiran akan terjangkit infeksi saluran kemih menjadi salah satu alasan kenapa dokter menyarankan wanita untuk membersihkan organ kewanitaan dari depan kebelakang saat buang air. Penyebab utamanya karena uretra, saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih ke luar letaknya sangat berdekatan dengan anus.

Jika kamu membersihkan organ kewanitaan dari belakang ke depan, bakteri – bakteri dari usus besar seperti E.Coli terkadang keluar dari anus ke uretra. Jika sudah terjadi infeksi dan tidak diobati, maka infeksi akan meluas ke organ ginjal.

Sementara disisi lain, wanita memiliki saluran uretra yang jauh lebih pendek daripada pria maka akan menjadi lebih mudah bagi wanita untuk terserang infeksi saluran kemih. Melakukan seks secara tidak hati – hati juga bisa membawa bakteri ke saluran kencing juga.

Pada beberapa kasus, wanita bisa terserang infeksi saluran kemih dikarenakan faktor genetik. Bentuk dari saluran kencing yang berbeda pun bisa mengakibatkan seseorang terinfeksi. Begitupun dengan wanita yang terserang penyakit diabetes, mereka lebih rentan karena sistem imun mereka lebih rendah dan pertahanan akan masuknya bakteri pun tidak sekuat biasanya.

Faktor lain yang bisa menentukan resiko infeksi saluran kemih adalah perubahan hormon, luka pada berbagai bagian saluran kemih yang nantinya akan mempengaruhi seluruh jalur urine seperti batu ginjal, stroke ataupun cedera tulang belakang.

Tapi perlu kamu ingat, meskipun kamu sudah mengalami berbagai gejala – gejala infeksi saluran kemih, sangat direkomendasikan untuk tetap berkonsultasi ke dokter untuk dilakukan tes lebih lanjut.

Tes yang dilakukan untuk menentukan infeksi saluran kemih sendiri berbeda – beda:

1. Tes Standar

Tes dimulai dari pemeriksaan fisik dan kemudian perbincangan seputar gejala yang kamu alami. Dari pemeriksaan ini biasanya bisa diketahui apakah kamu memilki infeksi saluran kemih atau tidak. Kalau masih belum jelas, biasanya akan dilakukan analisis urine. Dari tes sampel urine inilah akan diketahui ada atau tidaknya bakteri dalam saluran kemih kamu.

2. Tes Lanjut

Meskipun untuk beberapa kasus, infeksi saluran kemih dirasa tidak begitu mengganggu, jika tidak ditangani secara serius, infeksi saluran kemih bisa berdampak fatal. Setelah pemeriksaan lebih mendalam, biasanya dokter akan melakukan treatment lain jika dirasa meminum obat tidak akan meringankan penyakitmu.

Biasanya, orang – orang yang mendapat tes lebih lanjut adalah anak – anak, pria (karena dikhawatirkan infeksi saluran kemih menjadi tanda bagi penyakit lainnya), orang – orang yang menderita penyakit ginjal dan perempuan yang pernah terinfeksi lebih dari tiga kali.

Penyebah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih biasanya timbul karena masuknya bakteri ke saluran kemih. Meskipun pada kenyataannya, saluran kemih telah didesain untuk menjaga bakteri mikroskopik, pada kenyataannya tetap saja ada faktor yang menyebabkan infeksi, diantaranya :

  • Infeksi kemih yang disebabkan oleh bakteri E.Coli yang berkembang pada usus besar
  • Aktivitas seks tidak aman
  • Infeksi pada bagian uretra
  • Penggunaan alat KB tertentu
  • Menopause
  • Abnormalitas pada saluran urine
  • Tertutupnya saluran urine (biasanya disebabkan batu ginjal)
  • Menurunnya sistem imun
  • Penggunaan kateter
  • Prosedur bedah yang terjadi pada area organ vital

Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Antibiotik biasanya menjadi alternatif utama bagi orang yang menderita infeksi saluran kemih, biasanya obat antibiotik yang diberikan bergantung pada kondisi kesehatan dan tipe bakteri yang ditemukan pada urine. Jika infeksi yang diderita ringan, biasanya obat antibiotik hanya akan dikonsumsi dalam waktu paling tidak 3 hari.

Jika dirasa perlu, biasanya dokter akan meresepkan obat analgesik untuk saluran kemih dan uretramu agar saluran kemih kamu tidak terasa sakit dan terbakar saat buang air. Untuk kamu yang sudah menopause, biasanya dokter akan menganjurkan treatment terapi estrogen pada vaginamu.

Jika kamu merasakan gejala-gejala infeksi saluran kemih seperti di atas, jangan ragu untuk segera mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati