Penyakit A-Z

Hipotermia; Gejala, Penyebab dan Pengobatan

hipotermia

Suhu tubuh yang normal itu berkisar pada angka 37 derajat Celcius. Jika suhu tubuh meningkat lebih dari itu, artinya tubuhmu sedang mengalami demam. Tapi suhu tubuh juga bisa menurun drastis loh atau yang dikenal dengan hipotermia.

Baca Juga:

rapid test

Hipotermia adalah kondisi dimana suhu tubuh sampai ke bawah 35 derajat Celcius. Suhu tubuh yang menurun ini bisa membahayakan tubuh, seperti mengganggu kerja sistem saraf dan organ-organ tubuh yang lain. Yang terparah, bisa menurunkan fungsi jantung yang akan berdampak pada hilangnya nyawa seseorang.

Apa itu hipotermia, bagaimana gejala hingga cara mengobatinya? Kamu bisa cari tahu di sini!

Gejala Hipotermia

hipotermia

Hipotermia itu bukan penyakit yang mudah dikenali. Tapi tenang, ada cara mudah untuk memahaminya. Coba kita bagi menjadi gejala hipotermia yang ringan dan yang berat ya.

Gejala Ringan:

  • Kulit tampak pucat karena aliran darah ke kulit mulai menurun.
  • Tubuh mulai sulit bergerak, lagi-lagi karena tubuh kekurangan aliran darah.
  • Karena suhu menurun, tubuh menjadi menggigil dan gemetar.
  • Kamu merasa tidak nyaman dan kelelahan.
  • Merasa mual dan sulit untuk berbicara.
  • Lama kelamaan kamu sulit untuk berkonsentrasi.

Gejala berat:

  • Suhu tubuh semakin menurun, bahkan sampai di bawah 28 derajat Celcius.
  • Dari yang semula sulit berkonsentrasi, kamu akan kebingungan luar biasa.
  • Karena kebingungan ekstrim itu, kamu bisa melakukan tingkah-tingkah yang tidak wajar.
  • Tubuh terasa semakin lelah dan sulit bergerak.
  • Tetapi tubuh tidak lagi menggigil, karena sudah beradaptasi untuk menghemat energi.
  • Bukan berarti membaik, pernapasan mulai perlahan-lahan melambat.
  • Jika semakin parah, kamu akan pingsan atau kehilangan kesadaran.

Penyebab Hipotermia

hipotermia

Saat hipotermia muncul, sebenarnya tubuh memproduksi panas lebih cepat daripada biasanya. Karena tubuh bekerja lebih berat daripada biasanya, suhu tubuh pun menjadi lebih rendah.

Proses ini terjadi ketika tubuh terpapar cuaca dan air dingin yang ekstrim. Selain ekstrim, kamu juga merasakannya dalam waktu yang berkepanjangan. Jika dibiarkan, gejala hipotermia akan semakin menjadi. Coba bayangkan gejala-gejala di atas kamu alami sendiri, pasti rasanya menakutkan..

Ada beberapa kondisi yang memungkinkan hipotermia menyerangmu. Misalnya ketika kamu tidak memakai pakaian hangat saat cuaca sedang sangat dingin. Atau ketika kamu memakai pakaian basah terus dan tidak menggantinya dengan pakaian kering. Mungkin kamu baru saja berenang tapi didiamkan saja. 

Tapi ada juga kondisi lain yang memungkinkan hipotermia terjadi. Misalnya saat pendingin udara membuat tubuhmu kedinginan. Atau saat kamu berada di luar negeri, pemanas ruangan justru tidak bekerja. Pokoknya hal-hal yang membuat tubuhmu menjadi kedinginan.

Cara Mengobati Hipotermia

hipotermia

Hipotermia bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Jangan bertindak sembarangan karena nyawa yang menjadi taruhannya. Untuk itu, ada cara mengobati hipotermia yang dapat kamu lakukan. Paling tidak sebelum medis tiba.

Pengobatan sebelum medis tiba:

  • Ganti baju basah dengan baju kering.
  • Hangatkan tubuhmu yang kedinginan dengan jaket berlapis dan selimut.
  • Minum minuman yang menghangatkan tubuh dan tidak mengandung kafein.
  • Berdiam diri lah di dalam ruangan. Hindari angin dan sentuhan udara langsung.
  • Kalau bisa, cari area-area yang cukup hangat, bahkan dekat dengan sumber panas.
  • Tapi jangan menyentuh sumber panas secara langsung, seperti air panas dan alas penghangat tubuh.

Pengobatan setelah medis tiba:

  • Berikan kehangatan dari dalam tubuh. Pertama-tama, dengan menyalurkan udara hangat ke saluran pernapasan. Di rumah sakit biasanya kamu akan diberikan oksigen melalui selang dan masker, yaitu oksigen yang sudah dihangatkan.
  • Tidak hanya oksigen, suhu tubuh juga akan meningkat jika kamu menerima larutan salin yang dihangatkan, melalui infusan.
  • Selain itu, medis yang berpengalaman juga akan mengalirkan larutan hangat lain untuk dapat menjangkau beberapa organ tubuh, seperti sekitar paru-paru atau rongga perut.
  • Cara yang lebih canggih adalah dengan mengeluarkan dan menghangatkan darahmu yang sebelumnya ada di dalam tubuh. Kemudian mengalirkannya lagi ke tubuhnya. Yaitu menggunakan mesin pintas jantung dan paru (CPB) atau mesin hemodialisis.

Itu lah hal-hal penting yang perlu kamu ketahui dari hipotermia. Ketika penyakit ini menyerang tubuhmu, ingat, jangan panik ya! Coba lah untuk tenang dan melakukan petunjuk-petunjuk di atas. Kenali gejala-gejala yang muncul untuk dapat mengenal tanda hipotermia.

Hal terbaik yang memang sebaiknya dilakukan adalah segera menghubungi tenaga medis yang berpengalaman. Karena mereka akan berusaha keras mengembalikan suhu tubuhmu agar kembali normal dengan cepat. Semoga bermanfaat!

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati