Penyakit A-Z

Hernia; Jenis, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

hernia

Hernia adalah kondisi ketika organ tubuh bagian dalam menekan jaringan di sekitarnya yang lebih lemah. Tekanan ini berakibat pada munculnya tonjolan yang tampak dari luar. Selain itu, tonjolan ini juga terasa sakit, apalagi ketika tubuh penderitanya bergerak atau berubah posisi.

Baca Juga:

rapid test

Penyakit yang juga dikenal dengan nama turun berok ini banyak dialami masyarakat Indonesia. Yuk kenali lebih lanjut mengenai penyakit yang satu ini melalui artikel berikut ini!

Jenis-jenis Hernia

hernia

Yang tidak banyak diketahui, penyakit ini ternyata memiliki beberapa jenis, tergantung kondisi yang terjadi. Berikut ini beberapa jenis penyakit hernia:

1. Hernia Inguinalis

Kondisi ini terjadi manakala organ dalam seperti usus dan jaringan lemak menekan jaringan di bawahnya dan turun ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling umum sekaligus yang paling banyak kita tahu.

2. Hernia Umbilikus

Terjadi saat usus atau jaringan lemak menekan dinding perut, terutama pusar. Biasanya, kondisi ini dialami oleh bayi yang belum menginjak usia satu tahun. Penyebabnya adalah tidak sempurnanya lubang tali pusat ketika baru lahir.

3. Hernia Femoralis

Kondisi ini terjadi ketika usus atau jaringan lemak menekan jaringan di bawahnya dan turun ke paha atas bagian dalam. Jenis yang satu ini banyak dialami oleh para wanita hamil yang menderita kelebihan berat badan.

4. Hernia Insisional

Hernia jenis ini terjadi apabila usus atau jaringan lemak menekan luka bekas operasi yang belum tertutup sempurna hingga akhirnya mencuat ke bagian perut dan panggul.

5. Hernia Epigastrik

Terjadi saat usus atau jaringan lemak menekan dinding perut atas, umumnya terjadi di sekitar daerah ulu hati hingga pusar.

6. Hernia Spigelian

Ini terjadi ketika usus menekan jaringan ikat perut. Kondisi ini bisa terlihat pada tonjolan di bagian perut samping atau depan.

7. Hernia Otot

Jenis yang satu ini terjadi akibat otot mencuat ke dinding di sekitarnya. Ini bisa terjadi pada area perut dan kaki, umumnya disebabkan oleh cedera saat berolahraga.

8. Hernia Hiatus

Terjadi manakala sebagian dari organ lambung menekan ke area dada melalui diafragma. Situasi ini kerap terjadi pada lansia, namun anak-anak dengan kelainan bawaan juga dapat mengalaminya. Misalnya, bayi dengan pembentukan diafragma yang kurang sempurna saat lahir.

Penyebab Hernia

hernia

Dari penjelasan tentang jenis-jenisnya, kita tahu bahwa penyakit yang juga dikenal dengan nama turun berok ini bisa menimpa siapa saja, laki-laki dan wanita, tua dan muda. Di Indonesia, banyak yang beranggapan bahwa kondisi ini disebabkan oleh aktivitas mengangkat benda yang berat atau terlalu sering melakukan gerakan melompat. Meski pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, masih ada beberapa penyebab lain yang membuat seseorang dapat menderita kondisi ini.

Secara umum hernia terjadi karena dua hal, yaitu tarikan pada organ tertentu dan lemahnya kondisi jaringan pada tubuh bagian dalam seseorang. Apa saja yang menyebabkan terjadinya tarikan pada organ dalam seseorang?

Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Aktivitas mengangkat beban yang terlalu berat
  • Sembelit yang membuat penderitanya harus mengejan keras watu buang air besar
  • Meningkatnya tekanan dinding perut akibat kehamilan
  • Obesitas drastis
  • Bersin dengan intensitas berat yang tidak kunjung sembuh
  • Bertumpuknya cairan dalam rongga perut atau abdomen

Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi lemahnya kondisi jaringan tubuh seseorang adalah seperti di bawah ini:

  • Bawaan lahir, artinya kondisi di mana bayi tidak mengalami perkembangan jaringan secara sempurna.
  • Usia, yaitu ketika keseluruhan kondisi tubuh menurun perlahan-lahan seiring bertambahnya usia.
  • Cedera, terjadi akibat faktor eksternal yang menyebabkan luka pada jaringan tertentu.
  • Batuk kronis, yang membuat tekanan terus-menerus pada beberapa jaringan tubuh seperti perut dan dada.

Gejala dan Pengobatan Hernia

hernia

Penyakit ini bisa dideteksi dari luar maupun dalam tubuh penderitanya. Ada beberapa gejala yang dapat diperhatikan untuk mengetahui kemunculan penyakit ini, yakni:

  • Munculnya tonjolan di area tubuh yang jaringannya rusak, seperti perut, selangkangan, dada bagian tengah, kaki, dan lain-lain.
  • Rasa sakit pada tonjolan tersebut, khususnya ketika terjadi benturan atau gerakan yang dilakukan penderitanya.
  • Tonjolan membesar seiring waktu, yang menandakan kerusakan jaringan dalam tubuh semakin parah.
  • Konstipasi, yang merupakan efek lanjutan manakala organ pencernaan seperti usus terganggu dan terdorong dari posisi seharusnya.

Untuk pemeriksaan lebih jauh, doker biasanya akan melakukan beberapa tes fisik terhadap tubuh si penderita. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, misalnya CT scan, USG, atau MRI.

Apabila ditemukan penyebab gangguannya, dokter dapat melakukan tindakan pengobatan. Beberapa contoh penanganan medis yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Pemberian resep obat

Beberapa jenis obat seperti obat penurun asam lambung, antasida, penghambat pompa proton, dapat dianjurkan kepada penderita hernia sebagai bagian dari terapi berkala. Namun, apabila kondisi sudah termasuk parah, biasanya dokter akan melakukan penanganan yang lebih serius, yaitu berupa operasi pembedahan.

2. Operasi

Dokter dapat melakukan operasi kecil yang biasa disebut laparoskopi untuk mengecek kondisi internal jaringan yang rusak. Caranya adalah dengan membuat sayatan kecil di area tertentu. Kemudian, melalui lubang sayatan yang baru dibuat, dokter memasukkan tabung kecil yang dilengkapi kamera dan cahaya pada ujungnya, yang dinamakan laparoskop. Benda ini akan merekam kondisi jaringan yang rusak.

Di samping laparoskopi, dokter juga biasanya akan melakukan pembedahan. Ada dua tindakan yang mungkin dilakukan dokter melalui pembedahan ini:

  • Mendorong hernia agar kembali masuk ke tempat yang seharusnya
  • Menjahit area keluarnya tonjolan untuk memperkuat dinding yang rusak
konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati