Penyakit A-Z

Hepatitis A; Gejala, Penyebab, Pencegahan & Cara Mengobati

Hepatitis A

Merebaknya kasus Hepatitis A di daerah Depok, Jawa Barat yang terjadi sejak November hingga tanggal 3 Desember 2019 telah mencapai total 262 orang. Kasus Hepatitis A ini membuat Pemerintah Kota Depok menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa.

Baca Juga:

rapid test

Penyelidikan epidemiologi (PE) pun dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dan pemerintah untuk meminimalkan jumlah penderita, menggali informasi lebih detail, serta mencegah timbulnya korban lebih banyak. Apalagi kasus penularan Hepatitis A tergolong cepat, mudah menyerang siapa saja terutama anak-anak dan dewasa yang kurang optimal dalam menjalani gaya hidup bersih.

Lantas, apakah sebenarnya Hepatitis A? Kenali seluk-beluk penyakit ini agar kamu bisa terhindar dari penularan. Terutama jika kamu tinggal di daerah epidemi.

Apa itu Hepatitis A?

Hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit hati akibat serangan virus hepatitis A. Virus umumnya menyebar luas saat orang yang belum terinfeksi (belum mendapat vaksin) virus mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja/feses orang yang terinfeksi. 

Penyakit hepatitis A berkaitan erat dengan masalah di negara-negara sedang berkembang. Di mana banyak permasalahan ekonomi, sosial, lingkungan yang kurang sehat. Penyakit ini berhubungan dengan masalah air atau makanan yang tercemar, sanitasi yang buruk, kurang maksimalnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan pribadi.

Kasus Hepatitis A sendiri di Indonesia tergolong jarang. Dilihat dari data setidaknya ada sekitar 15 ribu kasus per tahun kasus gejala klinis penyakit ini. 

Hepatitis A memang tidak terlalu berbahaya dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Namun, penularan penyakit ini bisa sangat cepat karena terjadi secara sporadis. 

Selain itu, virus hepatitis A merupakan salah satu jenis virus yang paling sering menjadi penyebab dari penyakit bawaan makanan (foodborne disease). Wabah atau epidemi yang menginfeksi banyak orang bisa saja terjadi dalam waktu singkat, sehingga mengakibatkan dampak besar pada sekelompok masyarakat dalam suatu wilayah. Jangka waktu infeksi virus ini terjadi dalam hitungan minggu hingga beberapa bulan melalui penularan antara satu orang dengan yang lainnya. 

Virus hepatitis A bertahan lama pada suatu lingkungan. Virus ini umumnya tersebar karena gaya hidup yang kurang higienis. Seseorang bisa tertular penyakit ini akibat mengkonsumsi makanan yang dibuat oleh orang yang terinfeksi hepatitis A. Bisa jadi karena orang yang terinfeksi tersebut terkontaminasi feses dan tidak mencuci tangan dengan benar.

Selain penularan lewat bawaan makanan, penyakit ini juga bisa terjadi karena adanya cemaran melalui saluran air yang digunakan. Warga yang mengkonsumsi air minum yang tidak bersih (tidak dimasak dengan benar) dari saluran air tersebut berpotensi terkena hepatitis A. 

Gejala Hepatitis A

Hepatitis A

Masa inkubasi hepatitis A biasanya terjadi dalam 14-28 hari. Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Hilang nafsu makan
  • Demam
  • Mual
  • Lemas,
  • Sakit di bagian perut
  • Diare
  • Urine berwarna gelap dan feses pucat
  • Jaundice. Muncul kekuningan pada sklera mata dan kulit.
  • Lelah dan kurang sehat
  • Nyeri otot dan sendi
  • Gatal kulit

Beberapa gejala di atas tidak selalu sama dialami oleh penderita hepatitis A. Selain itu gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung selama beberapa bulan saja.

Gejala pada orang dewasa umumnya lebih banyak dibanding pada anak-anak. Tingkat keparahan penyakit ini kebanyakan terjadi pada kelompok usia tua.

Pada anak-anak di bawah usia 6 tahun, umumnya gejala-gejala kurang terlihat. Bahkan untuk berkembang menjadi jaundice (kuning pada sklera mata dan kulit) hanya sekitar 10% saja. Sementara itu pada kelompok usia anak-anak yang lebih tua, remaja, dan dewasa, gejala infeksi lebih banyak terdeteksi.

Munculnya jaundice terjadi sekitar 70% kasus. Penyakit ini bisa sembuh sendiri, namun setelah sembuh pun penyakit ini bisa kembali muncul dalam kondisi lebih parah dari sebelumnya.

Siapa yang Berisiko Tertular Hepatitis A? 

Hepatitis A

Semua orang berpotensi terkena hepatitis A. Terutama pada orang-orang yang belum divaksinasi dan siapa saja yang sudah pernah terinfeksi virus ini sebelumnya. Risiko tinggi juga terjadi pada warga yang tinggal di kawasan epidemi atau lokasi wabah hepatitis A sedang merebak.

Selain faktor tersebut, mereka berisiko terinfeksi hepatitis A adalah:

  • Sanitasi yang buruk
  • Kurangnya akses air bersih
  • Tinggal bersama orang yang terinfeksi 
  • Menjadi partner seksual orang yang menderita hepatitis A akut.
  • Pemakaian obat-obatan
  • Hubungan seksual antara sesama laki-laki. 
  • Berkunjung ke daerah yang tinggi kasus hepatitis A, dan belum memperoleh vaksinasi. .

Penyebab Hepatitis A

Seseorang bisa saja tertular dengan mudah virus hepatitis A. Hepatitis A disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

  • Mengkonsumsi air yang terkontaminasi, termasuk es batu dari air yang terpapar virus hepatitis A.
  • Makan ikan, kerang, kepiting mentah atau setengah matang dari perairan yang terkontaminasi virus. 
  • Mengkonsumsi makanan yang dibuat oleh penderita hepatitis A, yang tidak mencuci tangan dengan benar.
  • Mencuci tangan di air yang tercemar virus hepatitis A.
  • Berhubungan dekat dengan orang yang menderita hepatitis A.
  • Meski jarang, ada potensi penularan jika seseorang terinfeksi setelah berhubungan seksual dengan orang yang menderita hepatitis A. Biasanya terjadi pada hubungan pria sesama jenis yang berisiko. 
  • Penggunaan obat Injeksi melalui pemakaian alat yang tidak steril/terkontaminasi virus.

Seseorang dengan hepatitis A berada pada level sangat menular dari sekitar 2 minggu sebelum gejala-gejala muncul hingga sekitar 2 minggu setelah gejala pertama muncul.

Pencegahan

Hepatitis A

Cara efektif menangkal penyakit hepatitis A perlu dilakukan lewat tindakan preventif seperti imunisasi, adanya sanitasi yang layak, proses produksi makanan yang higienis, termasuk gaya hidup bersih dan sehat dalam lingkup keluarga.

Penyebaran virus Hepatitis A bisa berkurang dengan melakukan hal-hal berikut ini:

1. Penyediaan pasokan air bersih untuk minum yang memadai. 

2. Penyediaan pembuangan yang layak dan saluran got yang benar di lingkungan masyarakat.

3. Praktik kebersihan pribadi seperti di sekolah yang rentan terjadi penularan di kalangan siswa, guru, dan petugas di sekolah, maka pihak Kemenkes RI merilis himbauan berikut ini. 

  • Penerapan hidup bersih dan sehat (PHBS) harus dilakukan semaksimal mungkin di lingkungan sekolah. 
  • Meningkatkan mutu sarana untuk PHBS di sekolah sesuai dengan standar kesehatan. 
  • Perlu dilakukan pembinaan kepada penjual jajanan di area sekolah. Termasuk juga pemeriksaan secara rutin terkait kualitas jajanan apakah sehat dan layak konsumsi, atau tidak.
  • Penjual makanan dan jajanan di area sekolah perlu dikontrol oleh pihak sekolah untuk meminimalkan risiko penularan.
  • Pengetahuan tentang hepatitis A perlu semakin ditingkatkan pada siswa, wali murid, dan masyarakat luas. 

Cara Mengobati Hepatitis A

Hepatitis A
  • Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A. Penyembuhan dari gejala-gejala penyakit ini memang berjalan lambat, namun pasien tidak perlu menggunakan obat-obatan yang tidak perlu. Setidaknya pasien hepatitis A membutuhkan waktu hingga beberapa minggu hingga berbulan-bulan untuk sembuh. 
  • Pengobatan menggunakan Acetaminophen / Paracetamol dan obat muntah tidak perlu digunakan.
  • Perawatan opname di rumah sakit juga tidak perlu, sepanjang tidak terjadi masalah serius pada liver/hati. Misalnya tidak terjadi gagal hati/kerusakan hati. 
  • Namun bila kondisi pasien buruk, perawatan kesehatan di rumah sakit juga bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan. Agar dokter bisa mengontrol keseimbangan nutrisi pasien. Termasuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare.
  • Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi hepatitis A. Perawatan mandiri di rumah sendiri sudah cukup untuk memulihkan kondisi pasien. 

Beberapa tips untuk mempercepat pemulihan tubuh saat terkena hepatitis A, di antaranya adalah:

  • Memperbanyak istirahat 
  • Menggunakan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun begitu, lebih aman jika kamu berkonsultasi dengan dokter untuk saran pemakaian obat yang paling sesuai dengan riwayat kesehatanmu. Jika kamu memiliki penyakit lain, kemungkinan ada jenis obat yang harus kamu hindari. Tanyakan pada dokter ahli yang terpercaya sebelum memutuskan mengkonsumsi obat apapun. 
  • Jaga lingkungan rumah sejuk, bersih, memiliki sirkulasi udara yang lancar. 
  • Gunakan pakaian yang longgar. Jangan mandi air panas untuk menghindari gatal. 
  • Hindari mengkonsumsi alkohol agar tidak membebani kinerja hati. 
  • Jauhi tempat kerja, sekolah, atau tempat publik lainnya setelah gejala hepatitis muncul. Tunggu hingga kondisi pulih.
  • Hindari dulu berhubungan seksual hingga benar-benar sembuh. 
  • Lakukan gaya hidup sehat. Misalkan, sering mencuci tangan dengan air dan sabun. 

Jika kamu memiliki salah satu atau beberapa gejala hepatitis di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati