Penyakit A-Z

GERD: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

GERD

Pada penderita GERD ataupun stroke, biasanya pasien akan mengeluhkan nyeri dan adanya sensasi panas di bagian dada. Sehingga, diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui, apakah gejala yang kamu alami merupakan gejala penyakit GERD atau serangan jantung.

Meski begitu, GERD bukan termasuk penyakit yang mematikan kok, tidak seperti penyakit stroke. Namun, jangan remehkan penyakit yang satu ini ya. Sebab, jika dibiarkan penyakit GERD bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain yang lebih berbahaya.

rapid test

Baca Juga:

Oleh karenanya, untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap penyakit ini, berikut pengertian, gejala, penyebab, serta cara mengobati penyakit GERD yang patut diketahui.

Apa itu GERD?

GERD

Secara umum, GERD atau gastroesophageal reflux disease dapat digolongkan sebagai salah satu jenis penyakit asam lambung. Kondisi GERD dapat ditandai dengan munculnya rasa terbakar di bagian dada akibat kadar asam lambung yang meningkat hingga ke kerongkongan.

Fenomena meningkatnya asam lambung ini sebenarnya normal-normal saja, sebab ketika kita makan dan tidur asam lambung biasanya akan meningkat. Namun, peningkatan asam lambung tersebut terjadi dalam waktu yang singkat.

Berbeda dengan GERD, jika intensitas peningkatan asam lambungmu cukup sering (minimal 2-3 kali seminggu), serta berlangsung dalam waktu yang lama, bisa jadi hal ini tanda penyakit GERD. Maka dari itu, jangan pernah mengabaikan gejala naiknya asam lambung pada tubuh kita. Apalagi, penyakit GERD ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita.

Bahkan, penyakit asam lambung ini bisa terjadi pada seorang bayi, dengan gejala sering gumoh atau sendawa setelah mengonsumsi makanan dan ASI.

Gejala Penyakit GERD

GERD

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gejala yang ditimbulkan penyakit GERD dan stroke memang cukup serupa, namun bukan berarti kamu tidak bisa membedakan antara keduanya.

Pada penderita penyakit GERD, sensasi nyeri dan panas di bagian dada akan semakin terasa jika kamu selesai makan, sedang berbaring, atau membungkukkan badan.

Bahkan, para pendertia GERD juga sering mengalamai gejala seperti sulit menelan, mudah cegukan, dan merasa seperti ada makanan yang menyangkut di kerongkongan pada saat makan. Untuk tahu lebih banyak, berikut gejala-gejala penyakit GERD yang sering ditemui, seperti:

  • Rasa sakit pada bagian dada, serta sensasi seperti terbakar (heartburn) hingga ke bagian leher.
  • Mulut terasa pahit dan asam.
  • Makanan atau minuman yang telah dikonsumsi sering kali naik hingga ke bagian mulut.
  • Timbulnya masalah pernapasan lain, seperti batuk kronis dan asma.
  • Tenggorokan terasa nyeri yang disertai dengan suara menjadi serak.

Perlu digarisbawahi, pada anak usia balita, jika gejala penyakit tak kunjung berhenti setelah usia 1 tahun, ada baiknya jika kamu mengkonsultasikan kondisi tersebut ke dokter. Hal ini dimaksudkan, untuk menghindari komplikasi penyakit yang lebih berbahaya.

Penyebab Penyakit GERD

GERD

Secara garis besar, penyebab utama terjadinya GERD adalah kondisi katup pada kerongkongan bagian bawah (lower esophageal sphincter atau LES) yang melemah, sehingga pada kondisi tertentu katup tersebut akan mudah sekali terbuka dan jadi penyebab asam lambung naik hingga ke dada.

Pada kondisi normal, katup kerongkongan tersebut hanya akan terbuka pada saat perut mencerna makanan, namun pada penderita GERD katup tersebut akan terbuka meski tidak mengonsumsi makanan atau minuman apapun. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab kondisi otot LES melemah, seperti:

  • Gangguan berat badan atau obesitas.
  • Dalam masa mengandung atau hamil.
  • Usia yang telah lanjut.
  • Melambatnya pengosongan lambung akibat melemahnya otot dinding lambung (gastroparesis).
  • Adanya penyakit pada jaringan ikat (scleroderma).
  • Masuknya bagian lambung ke rongga dada (hernia hiatus).

Cara Mengobati GERD

GERD

Terdapat beberapa cara mengobati GERD yang bisa kita lakukan, mulai dari mengonsumsi obat hingga mendapatkan perawatan medis tertentu.

Pilihan pengobatan ini sendiri tergantung dari kondisi pasien, sehingga penting untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan metode pengobatan apa yang tepat digunakan.

Jika metode pengobatan mengonsumsi obat adalah cara yang tepat untuk kamu, maka berikut beberapa jenis obat yang bisa dikonsumsi:

1. Jenis Obat Penetral Asam Lambung

Jenis obat penetral asam lambung atau antasida merupakan cara mengobati GERD yang cukup sering dilakukan masyarakat, sebab jenis obat ini sangat mudah ditemui dan dijual bebas di pasaran.

Kendati demikian, obat ini hanya berfungsi pada penderita GERD yang tidak terlalu parah. Jika GERD yang kamu alami sudah cukup parah, maka obat antasida tidak cukup ampuh meredakan peradangan pada kerongkongan.

Selain itu, kamu perlu berhati-hati mengonsumsi obat yang satu ini. Pasalnya, mengonsumsi obat antasida dalam waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping seperti diare, sembelit, hingga gangguan ginjal.

2. Jenis Obat Pengurang Kadar Asam

Pada umumnya, obat-obatan yang dikonsumsi untuk pengobatan GERD memiliki khasiat mencegah, serta menghambat seksresi asam di lambung, begitu pula dengan jenis obat H2-receptor blocker.

Efek yang diberikan oleh obat pengurang kadar asam ini memang tak secepat mengonsumsi obat antasida, namun manfaat yang ia berikan bertahan lebih lama dari obat penetral asam tersebut. Bahkan, H2-receptor blocker dapat mengurangi produksi asam lambung hingga 12 jam.

Namun, sama dengan antasisa, jenis obat ini juga memiliki risiko jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, seperti mengakibatkan kurangnya vitamin B12 dalam tubuh dan patah tulang.

3. Jenis Obat Penghambat Pompa Proton (PPI)

Jika konsumsi obat antasida atau obat H2-receptor blocker tak mampu meredakan penyakit GERD yang kamu derita, maka cobalah untuk mengonsumsi jenis obat penghambat pompa proton (PPI).

Efek yang diberikan obat ini diklaim lebih kuat ketimbang H2-receptor blocker. Selain itu, khasiatnya juga lebih cepat terasa jika dibandingkan jenis obat lainnya.

Oleh sebab itu, jika kondisi kerongkongan dan dadamu terasa sangat nyeri dan panas, ada baiknya kamu mengonsumsi jenis obat PPI. Dengan catatan, sebelum mengonsumsi obat tersebut, kamu telah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter ahli.

Sebab, obat ini harus dikonsumsi sesuai dosisnya, jika terlalu lama efek samping yang ditimbulkan obat PPI adalah terjadinya diare, sakit kepala, mual, mengurangi kadar vitamin B12, hingga meningkatkan risiko terjadinya patah tulang pinggul.

Tindakan Medis untuk Penderita GERD

GERD

Apabila mengonsumsi obat tidak ampuh mengobati GERD yang kamu derita, maka beberapa tindakan medis, seperti operasi GERD patut untuk dicoba. Beberapa operasi tersebut meliputi operasi fundoplication, endoskopi, dan LINX.

1. Prosedur Fundoplication

Operasi ini bertujuan mengencangkan otot katup kerongkongan untuk mencegah naiknya asam lambung ke dada dan kerongkongan secara berlebihan. Caranya dengan mengikat bagian atas perut atau bagian bawah kerongkongan.

2. Prosedur Endoskopi

Hampir serupa dengan fundoplication, prosedur endoskopi bertujuan untuk mengencangkan otot katup pada kerongkongan. Cara kerja prosedut ini adalah dengan membuat luka bakar kecil, yang nantinya akan membantu memperkuat otot-otot pada katup kerongkongan.

3. Prosedur LINX

Prosedut LINX dilakukan dengan cara memasangkan cicin yang dililit di bagian persimpangan antara perut dan kerongkongan. Cincin ini nantinya akan memberikan daya tarik magnetis yang fungsinya memperkuat kerja katup kerongkongan agar tidak mudah terbuka.

Nah, itu tadi beberapa hal tentang penyakit GERD yang perlu kamu ketahui. Jika kamu merasakan nyeri asam lambung yang tak biasa, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati