Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Anak; Gejala dan Cara Mengobati

Gastroenteritis Pada Anak

Gastroenteritis (GE) adalah peradangan mukosa lambung dan usus halus yang ditandai dengan diare dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam waktu 24 jam. Gastroenteritis lebih sering terjadi pada anak- anak karena daya tahan tubuh yang belum optimal.

Baca Juga:

rapid test

Diare merupakan salah satu penyebab angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada anak di bawah umur lima tahun di seluruh dunia, yaitu  mencapai 1 milyar  kesakitan  dan 3 juta kematian per tahun. Penyebab gastroenteritis antara lain infeksi, malabsorbsi, keracunan atau alergi makanan dan psikologis penderita.

Seperti Apa Gejala Gastroenteritis Pada Anak?

Gejala gastroenteritis pada anak bisa meliputi:

  • Buang air besar (BAB) lembek atau cair, dapat bercampur darah atau lendir, dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam waktu 24 jam. Dapat disertai rasa tidak nyaman di perut (nyeri atau kembung), mual dan muntah serta tegang otot perut.
  • Setiap kali diare, BAB dapat menghasilkan volume yang besar (asal dari usus kecil) atau volume yang kecil (asal dari usus besar). Bila diare disertai demam maka diduga erat terjadi infeksi. Bila terjadinya diare didahului oleh makan atau minum dari sumber yang kurang  higienenya, GE dapat disebabkan oleh infeksi.
  • Riwayat bepergian ke daerah dengan wabah diare, riwayat intoleransi laktosa (terutama pada bayi), konsumsi makanan iritatif, minum jamu, diet cola, atau makan obat-obatan seperti laksatif, magnesium hidroklorida, magnesium sitrat, obat jantung quinidine, obat gout (kolkisin), diuretika (furosemid, tiazid), toksin (arsenik, organofosfat), insektisida, kafein, metil xantine, agen endokrin (preparat pengantian tiroid), misoprostol, mesalamin, antikolinesterase dan obat-obat diet perlu diketahui.

Pada pasien anak akan ditanyakan secara jelas mengenai hal berikut:

  • Perjalanan penyakit diare yaitu lamanya diare berlangsung, kapan diare muncul (saat neonatus, bayi, atau  anak-anak) untuk mengetahui, apakah termasuk diare kongenital atau didapat, frekuensi BAB, konsistensi dari feses, ada tidaknya darah dalam tinja
  • Apa saja faktor-faktor risiko penyebab diare yang ada di lingkungannya
  • Gejala penyerta: sakit perut, kembung, banyak gas, gagal tumbuh.
  • Riwayat bepergian, tinggal di tempat penitipan anak merupakan risiko untuk diare infeksi.

Cara Pencegahan Gastroenteritis Pada Anak

Pencegahan diare menurut Pedoman Tatalaksana Diare Departemen Kesehatan RI (2006) adalah sebagai berikut:

  • Pemberian ASI
  • Pemberian makanan pendamping ASI
  • Menggunakan air bersih yang cukup
  • Mencuci tangan
  • Menggunakan jamban
  • Membuang tinja bayi dengan benar
  • Pemberian imunisasi campak

Cara Mengobati  Gastroenteritis Pada Anak

Menurut Kemenkes RI (2011), prinsip tatalaksana diare pada balita adalah LINTAS DIARE (Lima Langkah Tuntaskan  Diare),  yang  didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan rekomendasi WHO.

Rehidrasi bukan satu- satunya cara untuk mengatasi diare tetapi memperbaiki kondisi usus serta mempercepat penyembuhan/menghentikan diare dan mencegah anak kekurangan gizi akibat diare juga menjadi cara untuk mengobati diare.

Adapun program LINTAS DIARE yaitu:

1. Rehidrasi menggunakan Oralit osmolalitas rendah

Untuk mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah tangga dengan memberikan oralit osmolaritas rendah, dan bila tidak tersedia berikan cairan rumah tangga seperti larutan air garam. Oralit saat ini yang beredar di pasaran sudah oralit yang baru dengan osmolaritas yang rendah, yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Oralit merupakan cairan yang terbaik bagi penderita diare untuk mengganti cairan yang hilang. Bila penderita tidak bisa minum harus segera di bawa ke sarana kesehatan untuk mendapat pertolongan cairan melalui infus. Pemberian oralit didasarkan pada derajat dehidrasi (Kemenkes RI, 2011) yaitu.

Diare tanpa dehidrasi

  • Umur < 1 tahun: ¼-½ gelas setiap kali anak mencret (50–100 ml)
  • Umur 1-4 tahun: ½-1 gelas setiap kali anak mencret (100–200 ml)
  • Umur diatas 5 Tahun: 1–1½ gelas setiap kali anak mencret (200– 300 ml)

Diare dengan dehidrasi ringan sedang

Dosis oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama 75 ml/ kg bb dan selanjutnya diteruskan dengan pemberian oralit seperti diare tanpa dehidrasi.

Diare dengan dehidrasi berat

Penderita diare yang tidak dapat minum harus segera dirujuk ke Puskesmas untuk diinfus.

2. Berikan oralit 

Kebutuhan Oralit per Kelompok Umur adalah sebagai berikut:

  • <12 bulan – berikan 50-100 ml oralit setiap BAB ( sediakan 2 bungkus di rumah)
  • 1-4 tahun – berikan 100-200 ml oralit setiap BAB (sediakan 3-4 bungkus di rumah)
  • >5 tahun – berikan 200-300 ml oralit setiap BAB (sediakan 4-5 bungkus di rumah) 
  • Dewasa – berikan 300-400 ml oralit setiap BAB  

Untuk anak dibawah umur 2 tahun cairan harus diberikan dengan sendok dengan cara 1 sendok setiap 1 sampai 2 menit. Pemberian dengan botol tidak boleh dilakukan. Anak yang lebih besar dapat minum langsung dari gelas. Bila terjadi muntah hentikan dulu selama 10 menit kemudian mulai lagi perlahan- lahan misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit. Pemberian cairan ini dilanjutkan sampai dengan diare berhenti.

3. Pemberian Zinc selama 10 hari berturut-turut

Pemberian zinc selama diare terbukti mampu mengurangi lama dan tingkat keparahan diare, mengurangi frekuensi buang air besar, mengurangi volume tinja, serta menurunkan kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya.

Berdasarkan bukti ini semua anak diare harus diberi Zinc segera saat anak mengalami diare. Dosis pemberian Zinc pada balita yaitu:

  • Umur < 6 bulan : ½ tablet (10 mg) per hari selama 10 hari.
  • Umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per hari selama 10 hari.

Zinc tetap diberikan selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti. Cara pemberian tablet zinc yaitu: Larutkan tablet dalam 1 sendok makan air matang atau ASI, sesudah larut berikan pada anak diare.

4. Teruskan pemberian ASI dan Makanan

Pemberian makanan selama diare bertujuan untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak agar tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Anak yang masih minum ASI harus lebih sering diberi ASI. Anak yang minum susu formula juga diberikan lebih sering dari biasanya.

Anak usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang  telah mendapatkan makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna dan diberikan sedikit lebih sedikit dan lebih sering. Setelah diare berhenti, pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan

5. Antibiotik Selektif

Antibiotika tidak boleh digunakan secara rutin karena kecilnya kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotika hanya bermanfaat pada penderita diare dengan darah (sebagian besar karena Shigellosis) dan suspek kolera.

Obat-obatan anti diare juga tidak boleh diberikan pada anak yang menderita diare karena terbukti tidak bermanfaat. Obat anti muntah tidak dianjurkan kecuali muntah berat. Obat-obatan ini tidak mencegah dehidrasi ataupun meningkatkan status gizi anak, bahkan sebagian besar menimbulkan efek samping yang berbahaya dan bisa berakibat fatal. Obat anti protozoa digunakan bila terbukti diare disebabkan oleh parasit (amuba, giardia).

Apa Saja Hal yang Harus Diperhatikan untuk Gastroenteritis Pada Anak?

Bawa kembali balita ke petugas kesehatan bila :

  • Diare lebih sering
  • Muntah berulang
  • Sangat haus
  • Makan/minum sedikit
  • Timbul demam
  • Tinja berdarah dan tidak membaik dalam 3 hari

Jika si kecil mengalami sakit perut yang tidak biasa, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Malaria; Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Anemia Defisiensi Besi; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Mengenal Tension Headache atau Sakit Kepala Tegang