Penyakit A-Z

Gangguan Bipolar: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

gangguan bipolar

Gangguan bipolar merupakan penyakit mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Umumnya, orang yang mengidap gangguan bipolar menunjukkan suasana hati yang sangat berlebihan yang disebut mania. Bahayanya lagi, gangguan bipolar juga dapat mencakup depresi. 

Baca Juga:

rapid test

Orang dengan gangguan bipolar mengalami kesulitan mengelola tugas kehidupan sehari-hari di sekolah atau tempat kerja serta kesulitan untuk mempertahankan hubungan. Faktanya, tidak ada obat untuk gangguan bipolar, tetapi ada banyak opsi perawatan yang tersedia yang dapat membantu mengelola gejalanya. Yuk, simak informasi mengenai gangguan bipolar. 

Gejala Gangguan Bipolar

Ada tiga gejala utama yang dapat terjadi pada orang yang mengalami gangguan bipolar, yakni mania, hipomania, dan depresi. Berikut gejala gangguan bipolar yang dibagi menjadi tiga gejala utama:

1. Mania dan hipomania

Mania dan hipomania adalah dua jenis tahap yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang serupa. Mania lebih parah daripada hipomania dan menyebabkan masalah yang lebih nyata di tempat kerja, sekolah, dan lingkungan sekitar. Mania juga dapat membuat seseorang memerlukan rawat inap. Adapun gejala mania dan hipomanik antara lain:

  • Merasa optimis, gelisah, atau rasa aneh yang tidak normal
  • Peningkatan aktivitas dan energi
  • Merasa percayaan diri yang berlebihan (euforia)
  • Kebutuhan tidur yang berkurang
  • Kebiasaan bicara yang tidak biasa
  • Berpikir cepat
  • Sering mengambil keputusan yang buruk, seperti belanja sepuasnya, melakukan investasi bodong, dan berhubungan seks tanpa proteksi. 

2. Depresi 

Tahap depresi mencakup gejala yang cukup parah sehingga menyebabkan kesulitan yang nyata dalam kegiatan sehari-hari, seperti pekerjaan, sekolah, kegiatan sosial, atau hubungan. Adapun gejalanya adalah:

  • Suasana hati yang tertekan, seperti merasa sedih, kosong, atau putus asa
  • Hilangnya minat atau merasa tidak senang dengan semua semua kegiatan
  • Penurunan berat badan yang signifikan saat tidak berdiet, penambahan berat badan, atau penurunan atau peningkatan nafsu makan 
  • Insomnia atau terlalu banyak tidur
  • Merasa gelisah 
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Merasa tidak berharga atau bersalah yang berlebihan 
  • Kemampuan berpikir atau berkonsentrasi menurun
  • Memikirkan, merencanakan, atau mencoba bunuh diri.

Penyebab Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar merupakan gangguan kesehatan mental yang umum, tapi penyebabnya masih rancu. Namun beberapa studi penelitian mengungkapkan berikut kemungkinan penyebab gangguan bipolar yang sering dialami banyak orang:

1. Genetika

Jika orang tua atau saudara kandung memiliki gangguan bipolar, kemungkinan besar kamu bisa mengalami kondisi serupa. Gejala mungkin pertama kali muncul selama masa remaja atau awal dewasa. Suatu studi menemukan bahwa anak-anak dari orang tua dengan gangguan bipolar yang parah memiliki sekitar 1/3 risiko lebih besar mengidap gangguan bipolar yang parah pada masa dewasa. 

Para peneliti juga menemukan bahwa semakin dini usia orang tua didiagnosis menderita gangguan tersebut, semakin tinggi risiko anak untuk mengidapnya.  Namun, penting untuk diingat bahwa kebanyakan orang yang memiliki gangguan bipolar dalam riwayat keluarga mereka juga bisa saja tidak terkena gangguan serupa.

2. Ketidakseimbangan zat pada otak

Gangguan bipolar pada umumnya juga diyakini sebagai hasil dari ketidakseimbangan zat pada otak. Zat kimia yang berfungsi untuk mengendalikan fungsi otak antara lain neurotransmiter, termasuk noradrenalin, serotonin, dan dopamin.

Ada beberapa bukti bahwa jika ada ketidakseimbangan dalam level 1 atau kelebihan neurotransmiter, seseorang dapat mengembangkan beberapa gejala gangguan bipolar. Sebuah penelitian menunjukkan bukti bahwa tahap mania dapat terjadi ketika kadar noradrenalin terlalu tinggi. Sementara tahap depresi diakibatkan kadar noradrenalin terlalu rendah.

3. Faktor lingkungan

Bukan hanya apa yang ada di tubuh yang dapat membuat seseorang lebih mungkin mengembangkan gangguan bipolar. Faktor lingkungan juga bisa memengaruhi terjadinya gangguan bipolar. Misalnya stres ekstrem, punya pengalaman traumatis, dan penyakit fisik. 

Orang yang mengalami peristiwa traumatis berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan bipolar. Faktor lainnya seperti pelecehan seksual atau fisik, ditelantarkan, kematian orang tua, atau peristiwa traumatis lainnya dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar di kemudian hari.

Peristiwa yang sangat menegangkan seperti kehilangan pekerjaan, pindah ke tempat baru, atau mengalami kematian dalam keluarga juga dapat memicu gangguan bipolar tahap mania atau depresi. Kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar pada tahap mania.

Cara Mengobati Gangguan Bipolar

Beberapa perawatan tersedia terbukti bisa mengatasi gangguan bipolar yang meliputi pemberian obat-obatan, konseling, dan perubahan gaya hidup. Berikut pilihan cara mengobati gangguan bipolar:

1. Obat-obatan

Obat yang disarankan dapat termasuk penstabil suasana hati seperti lithium (lithobid), antipsikotik, seperti olanzapine (zyprexa), antidepresan-antipsikotik seperti fluoxetine-olanzapine (symbyax), benzodiazepines, sejenis obat anti-kecemasan seperti alprazolam (zanax) yang dapat digunakan untuk pengobatan jangka pendek.

2. Terapi Stimulasi Otak

Terapi stimulasi otak dapat berperan dalam mengobati gangguan bipoler. Terapi ini melibatkan mengaktifkan atau menghambat otak secara langsung dengan listrik. Listrik dapat diberikan secara langsung oleh elektroda yang ditanamkan di otak atau noninvasif melalui elektroda yang diletakkan di kulit kepala.

Listrik juga dapat diinduksi dengan menggunakan medan magnet yang diterapkan ke kepala. Adapun terapi simulasi otak di antaranya adalah  stimulasi saraf vagus, stimulasi magnetik transkranial berulang, terapi kejang magnetic, dan stimulasi otak dalam

3. Psikoterapi

Perawatan psikoterapi yang disarankan yakni terapi perilaku kognitif, psikoedukasi, serta terapi ritme interpersonal dan sosial. Terapi perilaku kognitif merupakan jenis terapi bicara. Pengidap gangguan bipolar dan seorang terapis berbicara tentang cara-cara untuk mengelola gangguan bipolar. Mereka akan membantu memahami pola dan menemukan strategi koping yang positif. 

Sementara itu, psikoedukasi adalah sejenis konseling yang membantu pengidap dan orang terdekat memahami gangguan ini. Mengetahui lebih banyak tentang gangguan bipolar akan membantu pengidap dan orang lain untuk mengelolanya. Terakhir, terapi ritme interpersonal dan sosial berfokus pada pengaturan kebiasaan sehari-hari, seperti tidur, makan, dan berolahraga. Menyeimbangkan hal-hal sederhana tersebut dapat membantu mengelola gangguan bipolar.

4. Perubahan gaya hidup

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakikan untuk membantu mengelola gangguan bipolar. Mulai dari menjalankan pola makan dan tidur yang tepat, belajar untuk mengenali perubahan suasana hati, meminta teman atau kerabat untuk mendukung rencana konsultasi ke ahli, hingga berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan berlisensi.

5. Menggunakan obat alami

Beberapa solusi alami mungkin bermanfaat untuk gangguan bipolar. Namun, penting untuk tidak menggunakan solusi ini tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter. Perawatan ini dapat mengganggu obat yang dikonsumsi. Berikut pengobatan alami untuk gangguan bipolar yang bisa dicoba:

  • Minyak ikan. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi ikan dan minyak ikan lebih kecil kemungkinannya terserang gangguan bipolar. Konsumsilah lebih banyak ikan untuk mendapatkan minyak secara alami, atau bisa mengonsumsi suplemen tanpa resep. 
  • Rhodiola rosea. Sebuah penelitian  menunjukkan bahwa tanaman ini dapat menjadi pengobatan yang bermanfaat untuk depresi sedang. Tanaman ini juga dapat membantu mengobati gejala depresi dari gangguan bipolar.
  • S-adenosylmethionine (SAMe). SAMe adalah suplemen asam amino yang dipercaya dapat meringankan gejala depresi berat dan gangguan mood lainnya.

Jika kamu sering mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati