Penyakit A-Z

EVALI: Penyakit Paru Akibat Penggunaan Vape

penyakit EVALI

Apakah kamu pengguna rokok elektrik atau vape? Jika iya, kamu patut berhati-hati. Pasalnya, laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyatakan, bahwa vape atau rokok elektronik merupakan penyebab dari timbulnya jenis penyakit paru baru yang disebut sebagai EVALI.

Pada mulanya, banyak orang yang berpendapat bahwa vape adalah solusi untuk mengurangi kecanduan merokok. Namun, setelah beberapa tahun berselang, terjadi banyak kasus penyakit paru yang disebabkan oleh penggunaan vape itu sendiri.

rapid test

Baca Juga:

Contohnya di Amerika Serikat, pihak berwenang setempat mengklaim bahwa vape telah mengakibatkan 1.000 orang lebih menderita penyakit paru, dan 20 orang lebih di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Tidak ada yang tahu pasti, apa yang mengakibatkan hal tersebut bisa terjadi. Namun, pada 11 Oktober kemarin, CDC akhirnya memberi nama penyakit paru yang disebabkan oleh vape sebagai EVALI.

Lantas, apa sih itu penyakit EVALI itu? Kandungan zat apa yang mengakibatkan seorang pengguna vape bisa terserang EVALI? Untuk tahu lebih banyak, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal Penyakit EVALI dan Penyebabnya

penyakit EVALI

EVALI sendiri merupakan singkatan dari ‘E-cigarette or Vaping product use Associated Lung Injury,’ atau jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, berarti penyakit paru yang berkaitan dengan penggunaan produk rokok elektrik atau vaping.

Secara umum, kegiatan menghisap vape atau vaping merupakan proses menghirup aerosol yang tercipta atas reaksi pemanasan dari campuran berbagai zat, seperti nikotin, cannabinoid, zat perisa, dan zat aditif.

Pada proses penelitian EVALI, CDC dan Food and Drug Administration Amerika Serikat sendiri mengakui, bahwa mereka kesulitan dalam menguak penyebab dari kasus yang satu ini. Hal tersebut disebabkan, oleh banyaknya jenis produk vape yang berkembang di masyarakat.

Dalam beberapa kasus, ditemukan hampir 60 persen pasien pengidap EVALI menggunakan produk vape yang mengandung zat nikotin, sedang 76 persen menggunakan produk berbahan dasar Tetra Hydro Cannabinol (THC), atau senyawa serupa yang terkandung dalam ganja.

Selain itu, penelitian lain yang  mengambil sampel dari 29 pengidap EVALI menyatakan, bahwa penyakit tersebut terjadi akibat kandungan vitamin E asetat yang terkandung dalam vape.

Vitamin E asetat sebenarnya banyak digunakan untuk suplemen atau produk perawatan kulit. Namun, menurut penelitian tersebut, vitamin E asetat yang digunakan sebagai campuran zat vape justru dapat merusak fungsi paru-paru manusia.

Dengan kompleksnya hasil penelitian yang ada, sampai saat ini CDC belum menyimpulkan secara pasti zat apa yang memicu terjadinya EVALI pada pengguna vape. Namun, dugaan sementara yang mereka simpulkan adalah, bahwa penyakit tersebut bisa terjadi karena banyak faktor.

Gejala EVALI yang Perlu Diwaspadai

penyakit EVALI

Sebab pada dasarnya penyakit EVALI termasuk jenis penyakit paru, maka gejala yang ditimbulkan penyakit ini relatif sama dengan penyakit paru-paru pada umumnya, misalnya seperti:

  • Terjadi batuk;
  • Nyeri di bagian dada;
  • Napas terasa sesak;
  • Nyeri dan sakit di bagian perut;
  • Terjadi diare;
  • Suhu badan meningkat hingga demam;
  • Menggigil dan kedinginan; serta
  • Terjadi penurunan drastis pada berat badan.

Apabila kamu mengalamai gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter segera mungkin. Sebab, penyakit EVALI bukan hanya dapat mengganggu pernapasan manusia saja, namun jika dibiarkan dapat mengakibatkan kematian.

Jika demikian, bagaimana cara menangkal terjadinya penyakit yang satu ini? Untuk dapat mengetahuinya, baca ulasan ini hingga selesai ya.

Cara Agar Terhindari dari Penyakit EVALI

penyakit EVALI

Tenang, meskipun penyebab dari penyakit EVALI belum diketahui secara pasti, namun ada langkah kongkrit yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut, di antaranya seperti:

1. Hindari Penggunaan Vape

Menghindari bahkan berhenti menggunakan vape merupakan langkah pertama yang harus dilakukan jika kamu tak ingin terserang penyakit EVALI.

Zat kimia yang terdapat pada vape tentu dapat merusak organ paru-paru jika dikonsumsi dalam waktu yang lama. Bahkan, sama seperti rokok, vape juga memberikan efek candu kepada penggunanya, lho.

2. Jauhkan Diri dari Paparan Asap Vaping

Serupa seperti rokok, asap dari hasil pembakaran zat yang terkandung di dalam vape juga berbahaya bagi kesehatan manusia, bahkan untuk kamu yang tidak menghisap vape tersebut.

Oleh sebab itu, ada baiknya menghindari terpapar asap vaping ketika melakukan aktivitas sehari-hari ya.

3. Tinggalkan Kebiasaan Minum Minuman Beralkohol

Kebiasaan vaping dan minum minuman beralkohol adalah dua kombinasi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya EVALI dan penyakit paru lainnya.

Bagaimana tidak? Kandungan yang terdapat pada alkohol terbukti dapat menyumbat organ paru-paru. Kondisi tersebut bisa semakin para jika kamu terbiasa menggunakan vape.

4. Jaga Kebersihan Lingkungan Rumah

Selain menghentikan kebiasaan vaping dan minum minuman beralkohol, para pengguna vape juga harus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar terhindari dari penyakit paru.

Mengapa demikian? Lingkungan rumah yang kotor membuat udara di sekitarnya jadi tidak sehat. Jika udara tersebut kita hirup, maka kondisi paru-paru menjadi terganggu dan rentan terserang EVALI.

5. Rutin Berolahraga

Jika segala usaha di atas telah kamu lakukan, maka tutup proses tersebut dengan rutin berolahraga setiap hari. Kondisi fisik yang baik membuat metabolisme tubuh jadi lebih kuat, sehingga tak mudah terserang jenis penyakit paru apapun, termasuk EVALI.

Cara Mengobati Penyakit EVALI

penyakit EVALI

Jika sebelumnya kita membahas cara mencegah penyakit EVALI, sekarang kita akan membahas langkah pengobatan yang biasanya dilakukan kepada para penderita penyakit tersebut.

Kendati demikian, perlu digarisbawahi hingga saat ini belum ada yang mengetahui secara pasti treatment pengobatan seperti apa yang dapat menyembuhkan EVALI secara total.

Beberapa dokter biasanya merekomendasikan obat dengan kortikosteroid untuk dikonsumsi para pasien EVALI. Selain itu, pasien juga disarankan untuk ditempatkan di ruang ventilator agar membantu mereka bernapas lebih lancar.

Meski dalam beberapa kasus metode ini dianggap berhasil, namun pada kasus lainnya metode pengobatan ini juga tak memberikan hasil yang memuaskan. Sehingga, cara terbaik dalam mengobati penyakit EVALI sejauh ini adalah dengan menghindari faktor penyebab dari penyakit tersebut.

Antara Vape dan Rokok, Lebih Baik Mana?

penyakit EVALI

Tak bisa dipungkiri, stigma masyarakat terhadap vape sebagai cara mengurangi dari kecanduan merokok sudah terlalu mengakar. Sehingga, banyak yang masih menganggap bahwa vaping lebih baik dan aman untuk dilakukan daripada merokok. Nyata, hal tersebut salah besar.

Bahkan, menurut jurnal Chemical Research in Toxicology, jenis nikotin yang terkandung di dalam vape merupakan jenis nikotin yang paling mudah diserap oleh tubuh. Durasi masuknya zat nikotin tersebut ke dalam tubuh hanya berkisar 10 detik saja.

Selain itu, dr. Neal Benowitz  dari Center for Tobacco Control Research and Education menyatakan, belum ada bukti kongkrit yang menyebutkan bahwa vape bisa membantu menghentikan kecanduan seseorang terhadap rokok tembakau.

Oleh karenanya, tidak ada lagi alasan untuk menghisap vape sebagai cara mengatasi kecanduan terhadap rokok ya. Pada dasarnya, kedua barang tersebut sama-sama memiliki efek buruk bagi kesehatan. Sehingga, penting untuk menghindari konsumsi keduanya.

Jika kamu merasakan gejala-gejala di atas dan termasuk pengguna vape, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati