Penyakit A-Z

Disentri: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

disentri

Disentri, penyakit yang menginfeksi saluran pencernaan khususnya bagian usus ini memiliki tingkat perpindahan yang cukup tinggi. Contohnya, disentri akan menyerang jika kamu memakan makanan yang sebelumnya diurus oleh orang yang telah terjangkit penyakit ini sebelumnya.

Baca Juga:

rapid test

Penyakit disentri sendiri dapat menyebabkan pendarahan yang cenderung membuat tubuh kita tidak berdaya. Sampai saat ini diketahui ada 2 tipe penyakit disentri, yaitu:

  1. Amoebic Dysentery, penyakit disentri tipe ini datang dari parasit bernama Entamoeba Histolytica yang biasanya menyerang saat kamu bepergian ke tempat – tempat yang memiliki sanitasi buruk.
  2. Bacillary Dysentery, penyakit disentri tipe ini datang dari bakteri yang bernama Shigella. Diare ini termasuk salah satu tipe disentri yang paling umum. Di Amerika Serikat sendiri, tercatat 500.000 orang terinfeksi Bacillary Dysentery setiap tahunnya.

Apa yang Menyebabkan Disentri?

Ada berbagai kondisi yang menyebabkan kita dapat terserang penyakit disentri. Berikut beberapa diantaranya :

  • Orang yang menyiapkan makanan kita sebelumnya memang sudah terinfeksi penyakit disentri atau diare
  • Orang – orang yang memproses makanan tidak menjaga kebersihan tangan dengan baik dan teliti
  • Kita tanpa sadar menyentuh sesuatu yang terdapat bakteri atau parasit yang menyebabkan penyakit disentri ini seperti pegangan toilet atau kran air
  • Berenang di air seperti danau atau kolam renang yang telah terkontaminasi

Sayangnya, seseorang dapat membawa dan menjadi inang dari penyakit disentri tanpa disadari sebelumnya. Lamanya pun bisa bertahan dari minggu hingga tahunan. Seseorang bisa tanpa sadar menulari infeksi ini kepada orang lain dan tidak mengalami gejala – gejala penyakit disentri sebelumnya.

Bagaimana Caranya Mendeteksi Penyakit Disentri?

Penyakit disentri ini awalnya seringkali dikira sebagai penyakit pencernaan ringan, dan kemudian tanpa sadar si penderita ternyata menderita penyakit disentri yang lebih serius. Masing – masing Amoebic Dysentery dan Bacillary Dysentery memiliki gejala yang berbeda. Untuk menjaga hal ini agar tidak terjadi, berikut beberapa gejala – gejala yang perlu kamu tahu dan waspadai :

  • Bacillary Dysentery : pada disentri tipe berikut, tanda – tandanya akan muncul sekitar 1 hingga 3 hari setelah seseorang terinfeksi. Khusus untuk beberapa kasus, gejala – gejala ini baru akan muncul dalam durasi yang jauh lebih lama atau tidak pernah muncul sama sekali.
    • Diare yang diikuti dengan kram perut
    • Demam tinggi
    • Sensasi perasaan mual dan muntah – muntah
    • Munculnya darah atau lendir saat kamu menderita diare
  • Amoebic Dysentery : penyakit disentri tipe ini biasanya sama sekali tidak menimbulkan tanda – tanda. Kalau kamu terkena penyakit ini, biasanya kamu baru menyadari masalahnya sekitar 2 hingga 4 minggu setelah kamu terinfeksi.
    • Sensasi mual
    • Diare
    • Penurunan berat badan
    • Muncul sensasi kram pada perut
    • Demam

Dalam beberapa kasus khusus, Amoebic Dysentery berujung pada masalah yang lebih serius seperti terjadinya abses hati berupa kumpulan nanah pada organ hati. Gejala yang timbul biasanya berupa :

  • Sensasi mual dan muntah – muntah
  • Demam tinggi
  • Munculnya rasa sakit pada bagian atas kanan perut
  • Terjadinya penurunan berat badan yang signifikan
  • Pembekakan hati

Sekilas, penyakit ini terlihat seperti penyakit pencernaan pada umumnya. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada tenaga medis ahli melalui uji laboratorium untuk memastikan kalau kamu benar – benar menderita penyakit disentri.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Disentri?

Untuk mereka yang terjangkit penyakit Bacillary Dysentery, biasanya tidak perlu mendapatkan penanganan khusus karena infeksi ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu sekitar 1 minggu.

Namun, untuk membantu kamu merasa lebih baik, kamu bisa meminum lebih banyak air putih dan minuman ion atau sport drinks agar bisa mengganti berbagai cairan yang terbuang selama kamu menderita diare.

Sebaliknya, untuk Amoebic Dysentery, kamu membutuhkan obat – obatan tertentu yang akan membunuh parasit yang berada dalam darah, usus ataupun organ hati. Si penderita harus mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu 10 hari.

Perlu diingat, penyakit disentri ini sangatlah menular. Akan jauh lebih baik kalau si penderita tetap berada di rumah dan tidak beraktivitas terlebih dahulu hingga benar – benar sembuh atau setidaknya 48 jam agar tidak menginfeksi orang lain. Rajin – rajinlah mencuci tangan dan jangan memasak atau mempersiapkan makanan untuk orang lain setidaknya 2 hari setelah kamu sembuh.

Segera setelah kamu sembuh, bersihkan seluruh rumah, seprei, handuk dan pakaian kamu di air panas. Bersihkan toilet, pegangan toilet, kran air wastafel, gagang pintu ataupun bagian rumah lainnya yang seringkali kamu pegang.

Pencegahan Penyakit Disentri Pada Anak

Anak – anak termasuk sangat rentan terkena penyakit ini. Anak dari berbagai range umur dapat dengan mudah terjangkit melalui kontak langsung dengan orang lain atau mengonsumsi sembarang makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Kontak dengan orang lain menjadi salah satu penyebab utama kenapa anak – anak mudah terkena penyakit disentri, tempat – tempat bersosialisasi seperti rumah, penitipan anak, sekolah dan taman bermain menjadi tempat berkumpulnya berbagai macam bakteri dan virus.

Tentunya dengan belum terbentuknya sistem imun anak secara menyeluruh, si kecil membutuhkan tindakan pencegahan tertentu.

  • Disiplin mencuci tangan, pastikan anak selalu mencuci tangan dengan bersih dan menyeluruh setelah menggunakan toilet ataupun sebelum makan. Mencuci tangan adalah cara paling efektif untuk mencegah perpindahan infeksi bakteri dan parasit penyebab penyakit disentri dari satu orang ke orang lainnya. Kebiasaan yang dapat memindahkan penyakit disentri seperti menggigit kuku, menghisap jempol, makan dengan menggunakan tangan dan kebiasaan memasukkan berbagai benda ke mulut bisa jauh berkurang dengan kebiasaan mencuci tangan.
  • Jaga agar permukaan toilet dan wastafel selalu bersih
  • Selalu cuci sayur dan buah dengan baik sebelum dikonsumsi
  • Membersihkan dapur dan berbagai peralatan masak, terutama setelah memasak daging dan berbagai olahan ungags
  • Masukkan daging ke dalam kulkas segera setelah kamu tiba di rumah. Masak hingga daging benar – benar tidak berwarna pink lagi. Masukkan berbagai bahan makanan segera ke dalam kulkas, jangan biarkan terpapar panas dan udara luar dalam jangka waktu yang lama
  • Jangan biasakan meminum air dari keran, curug atau berbagai sumber mata air lainnya hingga memang benar – benar ada keterangan dari instansi terkait bahwa air itu aman untuk dikonsumsi
  • Hindari kegiatan mencuci kandang atau tempat minum hewan di tempat yang sama ketika kamu mempersiapkan makanan dan jaga agar tempat makan hewan terpisah dari tempat makan kita

Orang Terdekat Ada yang Terserang Penyakit Disentri?

Jangan panik atau takut, kamu bisa terhindar dan mengurangi resiko terjangkit penyakit disentri dengan beberapa cara :

  • Cuci tangan dengan menggunakan sabun, air hangat dan hand sanitizer
  • Jangan menggunakan handuk, gelas atau berbagai barang bersamaan dengan orang yang terjangkit disentri
  • Cuci tangan sebelum kamu memasak ataupun makan

Jika kamu merasakan beberapa gejala disentri di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati