Penyakit A-Z

Demam Dengue; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Demam Dengue (Dengue fever) adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Penyakit ini penularannya tidak terjadi antar manusia, namun umumnya orang lain yang tinggal pada kompleks / perkampungan / daerah tempat tinggal yang sama dengan orang yang terinfeksi bisa terinfeksi juga, karena vektor pembawa penyakitnya berada di lokasi yang sama.

Baca Juga:

promo rapid test murah

Demam dengue memiliki karakteristik seperti demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang meningkat >37.5 derajat celcius. Namun yang membedakan demam dengue dengan demam lainnya (seperti demam malaria, demam tifoid), adalah pola demamnya.

Pola demam dengue memiliki grafik berbentuk seperti pelana kuda seiring progress penyakit; yaitu pada demam hari ke 3-5 akan terjadi penurunan suhu yang seringkali disalahartikan oleh pasien sebagai demam yang sudah selesai. Fase inilah yang berbahaya karena pasien seringkali lengah dan menganggap penyakitnya sudah sembuh.

Demam Dengue dan DBD

Bentuk yang lebih parah dari Demam Dengue adalah Demam berdarah dengue (Dengue hemorrhagic fever) dengan gejala demam dengue dan disertai adalah tanda pendarahan.

Contohnya jika tiba-tiba ada bintik kemerahan di kulit yang muncul mendadak, gusi berdarah, atau mimisan. Jika muncul tanda-tanda seperti ini sebaiknya segeralah temui dokter.

Sementara bentuk paling parah berupa syok, yang disebut Dengue Shock Syndrome (DSS). Ketika pasien jatuh dalam keadaan Dengue Shock Syndrome, diperlukan penanganan medis secepatnya karena keadaan ini dapat membahayakan jiwa.

Apa Saja Gejala Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue?

Tanda khas gejala demam dengue adalah:

  • Suhu tubuh yang meningkat hingga >37.5 derajat celcius selama 2-7 hari
  • Timbul bercak kemerahan di kulit (ptekie, ekimosis, purpura)
  • Adanya tanda perdarahan mukosa (mimisan, pendarahan gusi)
  • Tes Rumple Leed (+)
  • Terdapat nyeri kepala, nyeri otot, nyeri pada daerah sekeliling mata
  • Nyeri ulu hati
  • Kadang disertai nyeri lokal seperti batuk, pilek, dan nyeri menelan
  • Pada bayi, demam yang tinggi dapat mengakibatkan kejang

Rumple Leed adalah tes yang dilakukan untuk mengecek kerapuhan pembuluh darah kapiler dan kecenderungan terjadi pendarahan serta penurunan trombosit (yang biasanya terjadi pada pasien Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue).

Dokter biasanya akan menggunakan alat tensi meter pada salah satu lengan kamu dan menghentikan pompanya pada tekanan tertentu, kemudian menunggu kurang lebih 5-10 menit.

Tanda positif didapatkan jika ada bercak kemerahan di kulit lebih dari normal (sampai >20) yang menandakan adalah ketahanan pembuluh darah kapiler yang kurang kurang (dapat diakibatkan oleh penurunan trombosit) yang mengakibatkan kerapuhan.

Tanda khas gejala demam berdarah dengue:

  • Suhu tubuh yang meningkat hingga >37.5 derajat celcius selama 2-7 hari
  • Timbul bercak kemerahan di kulit (ptekie, ekimosis, purpura)
  • Adanya tanda perdarahan mukosa (mimisan, pendarahan gusi)
  • Tes Rumple Leed (+)
  • Terdapat nyeri kepala, nyeri otot, nyeri pada daerah sekeliling mata
  • Nyeri ulu hati
  • Kadang disertai nyeri lokal seperti batuk, pilek, dan nyeri menelan
  • Hepatomegali (pembesaran hati)
  • Splenomegali (pembesaran limpa)
  • Untuk mengetahui terjadi kebocoran plasma, diperiksa tanda-tanda efusi pleura (sesak dada, nafas ngos-ngosan), dan asites (penumpukan cairan di perut, ditandai dengan perut terasa kembung)
  • Hematemesis (muntah darah) atau melena (BAB yang menghitam diakibatkan adanya pendarahan di saluran pencernaan atas)

Sementara pada Dengue shock syndrome, anak-anak dapat merasa lemah, gelisah, hingga terjadi penurunan kesadaran

Bagaimana Cara Pencegahan Demam Dengue?

Karena pembawa penyakit Dengue adalah nyamuk aedes aegypti, lalukanlah pencegahan 3M+, yaitu Menutup bak penampungan air, Mengubur barang bekas yang bisa jadi sarang nyamuk, dan Menguras bak mandi agar aman dari jentik.

Plusnya adalah menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan bubuk abate di dalam bak mandi, melakukan fogging berkala, dan menggunakan lotion anti nyamuk saat di tempat banyak nyamuk.

Beberapa tempat di Indonesia juga menggunakan ikan yang dilepaskan di bak mandi untuk memakan jentik-jentik nyamuk.

Bagaimana Cara Mengobati Demam Dengue?

Karena demam berdarah penyebabnya adalah virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, tidak ada penanganan antibiotik yang perlu diberikan. Tatalaksana demam dengue sendiri berupa simptomatik, yaitu menangani keluhan.

Dapat diberikan paracetamol sebagai penurun demam, vitamin, dan juga rehidrasi dan asupan gizi berlebih untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementara untuk demam berdarah dengue, tatalaksana dengue dilakukan + transfusi darah jika diperlukan tergantung dari jumlah trombosit dari hasil lab, dan derajat syok dengue jika pasien jatuh dalam keadaan Dengue shock syndrome.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan untuk Demam Dengue

1. Pertama, pastikan dulu jika itu adalah demam dengue dan bukan disebabkan oleh hal lainnya. Caranya dilihat dari pola dan karakteristik demamnya. Ada demam yang disebabkan oleh virus seperti dengue dan ada pula demam yang disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella typhi (penyebab demam typhoid).

Dokter kamu pasti tahu cara membedakannya, jangan takut untuk bertanya, karena penanganan demam yang disebabkan oleh virus dan bakteri akan berbeda!

2. Jika kamu sudah didiagnosis demam dengue, segerakan tingkatkan daya tahan tubuh kamu dengan istirahat, makan yang berlebih, asupan buah dan vitamin, serta rehidrasi yang cukup.

Kurang minum air akan berdampak besar bagi pasien dengan penyakit apapun. Terutama saat demam, tubuh membutuhkan banyak asupan cairan.

3. Perhatikan tanda-tanda bahaya yang muncul; tanda pendarahan minor seperti adanya gusi berdarah, mimisan, lemah, muntah terus-menerus, hingga penurunan kesadaran adalah warning sign agar kamu segera berobat untuk menerima penanganan lebih lanjut yang hanya dapat dilakukan di rumah sakit.

Diagnosis Demam Dengue ataupun demam berdarah dengue hanya dapat dilakukan oleh dokter yang berwenang, dengan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium uji klinis yang diperlukan untuk penegakan diagnosis. 

Apakah Sakit Demam Dengue Boleh Mandi?

Boleh, namun disarankan mandi air hangat karena saat demam walaupun suhu tubuh naik, penderita seringkali menggigil kedinginan. Jika mandi dengan air dingin dikhawatirkan akan membuat penderita merasa semakin meriang. Selain itu mandi air hangat dapat merilekskan tubuh juga.

Apakah Ada Makanan yang Bisa Meredakan Demam Dengue?

Asupan gizi dan vitamin sangat membantu ketika tubuh sedang lemah saat terinfeksi penyakit. Selain makanan sehat yang sesuai dengan takaran protein, karbohidrat dan lemak, tubuh juga perlu tambahan vitamin yang didapatkan dari buah dan sayuran. 

Jika Sudah Didiagnosis Demam Dengue, Apakah Wajib Opname?

Tidak selalu.

Pada tatalaksana demam dengue, asupan gizi dan rehidrasi adalah vital. Sementara pada DBD seringkali pasien harus dirawat dengan infus untuk memastikan rehidrasi yang memadai.

Tanda-tanda dehidrasi berat antara lain: mata cowong, pasien tidak mau minum, tangan dan kaki dingin, turgor kulit buruk (kulit dicubit dan waktu elastis kembalinya lama).

Derajat DBD diklasifikasikan dalam 4 derajat :

  • Derajat I : Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan ialah Rumple Leed (+).
  • Derajat II : Seperti derajat I, disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain (seperti mimisan, gusi berdarah, muncul bercak kemerahan di kulit).
  • Derajat III : Denyut nadi menjadi lebih cepat dan atau malah melambat, terjadi penurunan tekanan darah (hipotensi), terdapat tanda kebiruan di sekitar mulut yang menandakan kurangnya oksigen dalam jaringan, kulit dingin dan lembab, dan anak tampak gelisah.
  • Derajat IV : Syok berat, nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur, pasien biasanya mengalami penurunan kesadaran.

Pada DBD derajat 1 penderita masih dalam observasi, jika masuk IGD masih akan diobservasi dan rehidrasi selama kurang lebih 24-48 jam tergantung perbaikan kondisi pasien. Namun jika sudah mengalami syok derajat 3, biasanya pasien akan diminta untuk rawat inap untuk menjaga stabilitas kondisi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada syok derajat 3 juga mungkin dibutuhkan transfusi darah sesuai dengan hasil laboratorium, yang berarti pasien harus menjalani rawat inap dulu setidaknya satu-dua hari sampai perbaikan kondisi. Dokter akan terus memantau kondisi kamu.

Jika kamu merasakan gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Bayi & Anak-AnakPenyakit A-Z

Tuberkulosis (TBC) Pada Anak-anak

Penyakit A-Z

Alergi Obat: Gejala, Faktor Resiko, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Happy Hypoxia Pada Pasien COVID-19

Penyakit A-Z

Radang Sendi: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati