Penyakit A-Z

8 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Ciri-ciri Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal merupakan kondisi ketika ginjal tidak bisa lagi menjalankan fungsinya dengan baik. Ginjal yang letaknya di bagian bawah tulang rusuk ini merupakan organ penting untuk menyaring kotoran atau racun dari darah selama 12 kali dalam satu jamnya. Berdasarkan fungsinya, ginjal mengirim racun ke kandung kemih untuk selanjutnya dikeluarkan saat buang air kecil.

Baca Juga:

rapid test

Selain itu, ginjal berfungsi untuk mengatur kadar pH, garam, dan kalium pada tubuh. Bahkan ginjal akan menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah dan mengontrol produksi sel darah merah serta membantu mengaktifkan vitamin D pada tubuh untuk menyerap kalsium. 

Banyak penyebab yang membuat seseorang terkena penyakit ginjal, di antaranya adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan berbagai kondisi kronis lainnya. Jika kondisi ginjal makin buruk dari waktu ke waktu, ginjal bisa berhenti bekerja sepenuhnya dan mengantarkan seseorang mengidap penyakit kronis lainnya. Maka ketahui terlebih dahulu ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal. 

Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Ciri-ciri Penyakit Ginjal

Beberapa studi penelitian mengungkapkan bahwa ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal tidak spesifik atau tidak memiliki identifikasi yang pasti. Bahayanya, penyakit ginjal disebut sebagai penyakit berbahaya karena tidak menunjukkan ciri-ciri yang pasti atau sering luput dari pantauan. Maka tak heran jika penyakit ginjal disebut dengan silent disease. Namun ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal yang sering ditemui adalah berikut ini:

1. Sering buang air kecil

Keinginan untuk sering buang air kecil terus meningkat terutama pada malam hari. Waspadai jika warna urin terlalu kuning karena tandanya ginjal telah berhenti menyaring kotoran atau racun dari darah dan masuk ke urin.

2. Rasa lelah yang berlebih

Ginjal yang sudah tidak berfungsi baik akan menyebabkan kotoran dan racun menumpuk di dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan rasa lelah yang berlebih. Bahkan bisa membuat sakit kepala dan kulit menjadi mengering atau yang sering disebut pruritis. 

3. Terjadinya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh

Efek lain dari penurunan fungsi ginjal adalah peningkatan cairan secara umum dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan atau edema pada kaki, tangan, wajah, dan perut.

Peningkatan cairan juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi karena jantung perlu memompa lebih keras untuk mensirkulasikan cairan dalam volume yang lebih besar ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi ini dapat memperburuk kerusakan pada ginjal dan mempercepat berkembangnya penyakit lain yang membahayakan.

4. Rasa kantuk berlebih dan muncul rasa kebingungan

Penyakit ginjal dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak dan tubuh yang menyebabkan gangguan mental. Orang yang mengidap penyakit ganjil juga mengalami kantuk, kebingungan, kesulitan mempertahankan konsentrasi, hingga kejang. Beberapa orang juga mengalami mati rasa atau kesemutan pada bagian kaki, tangan, atau bagian tubuh lainnya. 

5. Gangguan tidur

Orang yang mengidap penyakit ginjal mungkin mengalami insomnia dan tidurnya terganggu karena kaki merasakan sakit dan kejang. Bahkan tenggorokan bisa bengkak dan menghalangi sistem pernapasan saat tidur.

6. Kram Otot

Ketidakseimbangan elektrolit dapat disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal. Misalnya kadar kalsium yang rendah dan fosfor yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kram otot.

7. Nafsu makan berkurang

Jika mengalami nafsu makan berkurang karena makanan terasa pahit, waspadailah karena merupakan ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal. Penumpukan kotoran  pada darah (uremia) dapat membuat makanan terasa berbeda dan menyebabkan bau mulut. 

8. Kulit kering dan gatal

Ginjal yang sehat melakukan banyak fungsi yang penting. Di antaranya menghilangkan kotoran dan cairan ekstra dari tubuh, membantu membuat sel darah merah, membantu menjaga tulang tetap kuat dan mempertahankan jumlah mineral yang tepat dalam darah.

Kulit kering dan gatal bisa menjadi tanda penyakit mineral dan tulang yang sering menyertai penyakit ginjal ketika ginjal tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah.

Cara Mendiagnosis Penyakit Ginjal

Ciri-ciri Penyakit Ginjal

Jika kamu telah mengalami ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter. Jika termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, dokter akan melakukan beberapa tes untuk melihat apakah ginjal berfungsi dengan baik. Berikut tes yang akan dilalui:

  • Glomerular filtration rate (GFR). Tes ini akan mengukur seberapa baik ginjal bekerja dan menentukan stadium penyakit ginjal.
  • CT Scan. Ultrasonografi dan CT scan menghasilkan gambar ginjal dan saluran kemih yang jelas. Gambar-gambar memungkinkan dokter untuk melihat apakah ginjal terlalu kecil atau besar. CT Scan juga dapat menunjukkan tumor atau masalah struktural yang mungkin terjadi.
  • Biopsi ginjal. Dokter akan mengambil sepotong kecil jaringan dari ginjal saat dibius. Sampel jaringan dapat membantu dokter menentukan jenis penyakit ginjal dan seberapa banyak kerusakan yang terjadi.
  • Tes urin. Dokter dapat meminta sampel urin untuk menguji albumin. Albumin adalah protein yang dapat masuk ke urin ketika ginjal rusak.
  • Tes kreatinin darah. Kreatinin adalah kotoran yang dilepaskan ke dalam darah ketika kreatinin (molekul yang disimpan dalam otot) dipecah. Kadar kreatinin dalam darah akan meningkat jika ginjal tidak berfungsi dengan baik.

Penyebab Penyakit Ginjal

1. Diabetes

Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal. Banyak studi penelitian yang mengungkapkan bahwa penyebab utama penyakit ginjal adalah diabetes. Hal ini bisa terjadi karena diabetes  dapat merusak sistem penyaringan kotoran atau racun. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring terlalu banyak darah.  

2. Punya tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau (hipertensi) adalah kondisi meningkatnya tekanan di dalam arteri yang membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal karena ginjal mengontrol jumlah cairan dalam pembuluh darah dan menghasilkan hormon  renin yang membantu mengendalikan tekanan darah.

3. Faktor usia

Sebuah studi penelitian mengungkapkan lebih dari 50 persen manula di atas usia 75 diyakini memiliki penyakit ginjal. Penyakit ginjal juga ditemukan lebih umum pada mereka yang berusia lebih dari 60 tahun jika dibandingkan dengan populasi umum lainnya.

Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Ciri-ciri Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal yang dipengaruhi oleh diabetes bisa dicegah dengan cara menjaga kadar glukosa darah pada tubuh. Selain itu, jalankanlah pola hidup sehat. Pertama, jagalah pola makan. Hindari makanan olahan serta keripik dan makanan beku karena mengandung banyak garam, gula, dan lemak yang tidak sehat.  

Hindari juga makanan yang  mengandung protein tinggi karena asupan protein yang berlebihan bisa mengganggu kinerja ginjal. Untuk beberapa orang juga disarankan untuk menghindari makanan yang tinggi akan kalium dan fosfor. Misalnya susu, yogurt, alpukat, dan pisang.  Kamu bisa mengkonsumsi buah dan sayuran termasuk kacang-kacangan serta makanan berbahan dasar gandum seperti roti, pasta, dan mie. 

Agar tetap sehat, lakukan setidaknya aktivitas fisik atau olahraga selama 30 menit. Pilih olahraga yang bisa meningkatkan detak jantung seperti berjalan, bersepeda, berenang, dan aerobik ringan. Terakhir, berhentilah merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. 

Cara lainnya adalah dengan mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah. Namun waspada, tidak semua obat tersebut baik untuk penderita diabetes karena bisa meningkatkan kadar glukosa darah. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memilih obat penurun tekanan darah. 

promo konsultasi dokter
Related posts
Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Anak; Gejala dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Malaria; Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Anemia Defisiensi Besi; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati