Penyakit A-Z

Cacar Air: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Cacar Air

Cacar air adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi Varicella zoster. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam merah berisi cairan yang terasa gatal.

Penyakit ini tergolong penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Penderitanya hanya disarankan untuk menjaga kondisi tubuhnya selama sakit berlangsung. Namun, pada beberapa kasus seperti yang dialami oleh orang yang terjangkit virus HIV/AIDS, atau penyakit yang menyerang sistem imun lainnya, penyakit ini bisa menjadi lebih parah.

rapid test

Baca Juga:

Penyakit ini juga bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Tapi biasanya, penyakit ini diderita ketika seseorang masih berusia anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan seseorang mengalaminya ketika sudah beranjak dewasa. Penyakit ini cenderung lebih parah saat menyerang orang yang sudah dewasa.

Gejala Cacar Air

Cacar Air

Gejala penyakit ini biasanya tampak 7-21 hari setelah virus menginfeksi tubuh penderitanya. Di fase ini, tubuh penderita biasanya mulai menunjukkan ruam-ruam merah. Kemudian, ruam-ruam tersebut akan berisi cairan yang membuat gatal dan akan berubah menjadi koreng dalam beberapa hari selanjutnya.

Kemunculan ruam berisi cairan ini kerap diikuti dengan menurunnya kondisi tubuh. Kondisi tubuh yang bisa dirasakan di fase ini, antara lain:

  • Demam
  • Nafsu makan menurun
  • Kepala terasa sakit
  • Badan terasa tidak enak dan lelah

Di dalam kondisi tubuh yang menurun ini, ruam merah akan berkembang ke dalam tiga fase.

1. Ruam merah (papula) berkembang semakin banyak

Ruam merah semakin bertambah dan menjalar ke seluruh tubuh. Semakin hari, benjolan merah ini terasa tambah mengganggu akibat rasa gatal yang ditimbulkannya.

2. Papula melepuh dan berisi cairan

Ruam-ruam yang sudah menjalar ke sekujur badan kemudian akan melenting dan berisi cairan. Lama-kelamaan ruam melenting ini akan pecah dan cairan akan keluar membuat gatal penderitanya.

3. Ruam yang pecah berubah jadi keropeng

Lepuhan ruam yang pecah akan berubah jadi kerak. Kerak lantas mongering dan berubah menjadi keropeng. Keropeng ini nantinya akan hilang dengan sendirinya seiring kondisi pasien membaik.

Namun, perlu diingat, ada beberapa kondisi yang membuat kamu sebaiknya mengonsultasikan kesehatan ke dokter. Ini dia kondisi yang harus kamu perhatikan:

4. Ruam merah menyebar ke daerah mata

Kondisi ini bisa berbahaya bagi kondisi penglihatan orang yang mengalami sakit cacar air. Segeralah konsultasikan kondisi kalau ruam merah mulai menjangkau daerah mata.

5. Ruam terasa lebih sensitif dan panas

Ini bisa jadi tanda bahwa ruam cacarmu terinfeksi bakteri. Jika rasa panas terasa semakin mengganggu dan tak kunjung hilang, segera periksakan ke dokter.

6. Demam tinggi lebih dari 39oC yang disertai pusing, linglung, dan muntah-muntah

Ini mengindikasikan kondisi kesehatan pasien yang menurun. Agar tidak berkembang menjadi lebih parah, sebaiknya perlu mendapat penanganan medis.

Penyebab Cacar Air

Cacar Air

Sebagaimana yang sudah dijelaskan, penyakit cacar air disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster. Virus ini bisa ditularkan melalui beberapa cara, yakni:

  • Kontak dengan air liur orang yang terinfeksi
  • Batuk
  • Bersin
  • Kontak dengan cairan berisi lepuhan yang ada pada tubuh orang yang terinfeksi

Biasanya, penyakit ini hanya menyerang seseorang sekali dalam seumur hidup. Dan, umumnya ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang rentan terinfeksi virus yang satu ini. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Orang yang sedang merawat penderita cacar

Orang yang merawat, apalagi yang belum pernah mengalami cacar sebelumnya, rentan terkena cairan lepuhan dari tubuh penderita. Itulah sebabnya penyakit ini kerap menulari orang-orang yang berada di sekitar penderita, seperti orang yang tinggal serumah.

2. Anak berusia belasan tahun

Di masa ini, anak-anak belum memiliki sistem imun tubuh yang kuat. Itulah sebabnya mereka lebih rawan terserang penyakit ketimbang orang dewasa, termasuk penyakit cacar yang satu ini.

3. Orang yang belum melakukan vaksin cacar air

Vaksin dapat memperkuat kekebalan tubuh terhadap virus Varicella zoster. Makanya, setiap anak disarankan untuk menerima vaksin ini.

4. Orang yang bekerja dekat dengan anak-anak

Guru, petugas penitipan anak, dan orang-orang dengan pekerjaan penuh interaksi dengan anak-anak lebih rentan tertular penyakit yang diderita oleh anak-anak tersebut. Cacar air adalah salah satunya.

5. Kekebalan tubuh melemah akibat penyakit atau konsumsi obat tertentu

Lemahnya kekebalan tubuh bisa menjadi jalan masuk penyakit-penyakit ke dalam tubuh seseorang. Begitu pun dengan penyakit cacar. Orang-orang yang mengidap penyakit yang menurunkan sistem imun, misalnya HIV/AIDS, lebih rentan terserang penyakit ini, dan biasanya lebih parah.

Pengobatan Cacar Air

Cacar Air

Dokter biasanya bisa cepat mendiagnosis cacar air berkat lepuhannya yang khas. Jika kesulitan, dokter juga dapat melakukan tes, seperti tes darah.

Setelah diketahui pasti, dokter dapat memberikan resep obat pereda nyeri, obat pereda gatal, obat penurun demam, obat anti virus, dan vaksin.

Di samping pengobatan medis, kamu juga bisa melakukan hal berikut ini sebagai pengobatan sendiri di rumah:

1. Tidak menggaruk lepuhan

Gatal yang diakibatkan oleh ruam melepuh di sekujur badan memang tak tertahankan. Tapi, sangat tidak disarankan untuk menggaruknya. Sebab, apabila tergaruk, ruam bisa terinfeksi kotoran di tangan, bahkan berkembang menjadi luka ataupun jaringan parut.

2. Minum air putih yang banyak

Tubuh yang dehidrasi akan kesulitan untuk berfungsi secara maksimal. Oleh karenanya, kamu perlu mengonsumsi air putih yang banyak agar tubuh bisa berfungsi lebih optimal dalam proses penyembuhan.

3. Mandi dengan campuran air dan baking soda

Tuangkan sedikit baking soda ke dalam air hangat lalu gunakanlah untuk mandi. Baking soda dapat meredakan gatal akibat cacar air, sehingga kamu bisa lebih nyaman beristirahat selama sakit.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati