Penyakit A-Z

Asma: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

asma

Menurut National Heart, Lung and Blood Institute, asma merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat menyempitnya saluran udara pada paru-paru. Asma membuat penderitanya mengalami sesak napas, sesak dada dan batuk. Orang yang menderita penyakit ini dapat dikategorikan menjadi dua, ringan dan parah. Kategori ini tergantung gejala yang dia alami.

Baca Juga:

rapid test

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak hingga remaja pun bisa mengidap penyakit ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui gejala dan penyebab dari penyakit asma ini. Berikut beberapa gejala dan penanganan yang bisa kamu lakukan jika mengidap penyakit asma.

Gejala Asma yang Perlu Diperhatikan

asma

Karena banyaknya faktor yang menyebabkan asma, ada beberapa jenis asma. Jenis ini tergantung oleh usia dan tingkat keparahan. Selain itu, faktor lingkungan, seperti polusi udara atau asap rokok, bakteri dan jamur juga mempengaruhi jenis asma yang diderita seseorang. Jenis-jenis asma di antaranya asma yang sering dihadapi anak kecil, asma yang dijangkit orang dewasa, asma musiman, hingga asma yang susah dikendalikan.

Ada beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita asma. Di antaranya yaitu sering batuk di malam hari atau pada saat berolahraga. Saat bernapas, suara seakan tercekik sehingga terdengar bunyi seperti siulan. Dan yang paling umum dialami adalah sesak napas dan terasa sesak pada dada.

Namun, dilansir dari Healthline, tidak semua penderita asma mengalami gejala ini. Sehingga, jika mengalami gejala tersebut, bukan berarti kamu menderita penyakit asma. Ada baiknya segera konsultasikan pada dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut.

Faktor yang Dapat Menyebabkan Penyakit Asma

asma

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit asma. Mulai dari faktor internal hingga faktor eksternal. Beberapa penyebab asma yang paling umum adalah karena alergi, infeksi, atau terjadinya pembengkakan pada tabung pernapasan.

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Sveta Mohanan, Hazel Tapp, Andrew McWilliams dan Michael Dulin pada tahun 2014, asma juga bisa disebabkan karena obesitas. Kemudian, tingkat stres, siklus menstruasi, faktor genetik dan kehamilan juga bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit asma. Dan terlalu sering merokok atau menghirup asap rokok juga bisa menjadi penyebab asma lho!

1. Alergi

Asma dan alergi memiliki hubungan yang sangat erat. Sebuah studi menunjukkan bahwa lebih dari 65 persen orang dewasa yang menderita asma juga memiliki alergi. Sumber alergi yang paling sering dialami berasal dari protein hewani. Selain itu, alergi terhadap bulu kucing dan anjing, tungau debu, kecoak dan jamur juga bisa menjadi penyebab seseorang menderita asma.

2. Terlalu sering merokok

Orang yang terlalu sering merokok memiliki risiko terkena penyakit asma lebih tinggi dibanding orang yang gak merokok. Selain itu, perokok pasif yang terlalu sering menghirup asap rokok juga memiliki risiko yang sama. Rokok dapat membuat saluran udara menjadi buruk, akibatnya dia akan mudah batuk dan sesak napas. Risiko terkena infeksi akibat produksi lendir yang berlebih juga menjadi meningkat.

3. Faktor lingkungan

Beberapa faktor eksternal yang menyebabkan seseorang menderita asma berada di lingkungan sekitar. Misalnya udara yang kotor akan berdampak pada perkembangan saluran pernapasan. Pemicu asma dari rumah atau pun dari lingkungan adalah polusi, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, suhu dingin dan kelembapan yang tinggi. Perubahan cuaca juga menjadi pemicu asma berikutnya.

4. Obesitas

Meski American Academy of Asthma, Allergies and Immunology mengatakan bahwa tidak adanya pengaruh antara obesitas dan asma. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Sveta Mohanan, Hazel Tapp, Andrew McWilliams dan Michael Dulin menyatakan bahwa asma bisa dipengaruhi oleh obesitas. Pengaruh ini dilihat dari mekanisme inflamasi yang mendorong terjadinya asma.

5. Kehamilan

Wanita yang hamil juga memiliki risiko terkena asma lebih besar dibanding wanita yang tidak hamil. Selain itu, wanita yang hamil dan masih sering merokok, anak dalam kandungannya pun berisiko menderita penyakit asma. Bahkan lebih parahnya lagi, dia bisa mengalami komplikasi selama proses persalinan.

6. Genetik

Orangtua pun dapat menularkan penyakit asma pada anaknya. Salah satu orangtua yang menderita asma, peluang anaknya terkena penyakit serupa sebesar 25 persen. Nah, jika kedua orangtuanya menderita asma, berarti risiko terkena penyakit yang sama meningkat menjadi 50 persen. Gen ini dapat menular karena adanya interaksi dengan lingkungan secara aktif.

7. Siklus menstruasi

Ada jenis asma yang disebut sebagai asma perimenstrual atau PMA. Asma ini dapat menyebabkan gejala akut selama siklus menstruasi. Hormon seks yang bersirkulasi selama menstruasi akan berdampak pada kekebalan tubuh. Akibatnya, terjadi hipersensitivitas di saluran udara.

Tips Menangani Asma

asma

Lantas bagaimana penanganan yang tepat jika kita terjangkit penyakit asma? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menangani penyakit asma. Cara-cara berikut ini dapat membantu menurunkan tingkat kambuhnya asma yang kamu derita.

1. Lakukan latihan pernapasan

Latihan ini dapat membantu paru-paru untuk mendapatkan udara lebih banyak. Jika latihan ini dilakukan secara terus-menerus, kapasitas paru-paru menjadi meningkat. Sehingga, gejala asma yang parah pun akan berkurang sedikit demi sedikit.

2. Hindari hal-hal yang dapat memicu kambuhnya asma

Banyak sekali hal-hal di lingkungan yang dapat memicu serangan asma. Terutama bagi kamu yang menderita asma karena alergi debu, bulu binatang, asap rokok ataupun lainnya. Sebisa mungkin hindari adanya interaksi dengan hal-hal tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mencegah asma agar tidak kambuh.

3. Buat pengobatan alami di rumah

Beberapa ritual pengobatan ini mungkin tidak bisa menghilangkan asma secara langsung, tapi kamu bisa mencobanya untuk mengurangi kambuhnya asma. Kamu bisa coba hirup essential oil dengan aroma kayu putih atau lavender. Atau bisa juga dengan mengoleskan mustard oil pada kulit untuk membantu membuka saluran udara. 

4. Perbanyak konsumsi kopi atau teh

Kopi dan teh juga membantu menurunkan tingkat kambuhnya asma yang kamu derita. Karena  kopi atau teh mengandung kafein di dalamnya. Kandungan ini dipercaya dapat meringankan gejala asma hingga empat jam.

5. Sedia selalu obat-obatan untuk mengantisipasi asma kambuh

Serangan asma bisa kambuh secara tiba-tiba. Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu selalu membawa obat asma yang diperlukan ke mana pun. Terutama inhaler yang bisa kamu hirup ketika asma kambuh. Selain itu, kamu juga bisa membawa bronkodilator atau anti-inflamatories yang berfungsi untuk mengendurkan otot-otot dan mencegah terjadinya peradangan pada paru-paru.

6. Kontrol ke dokter secara rutin

Tentu saja obat-obatan yang kamu bawa tersebut harus sesuai anjuran dokter. Selain itu, kamu juga perlu konsultasi pada dokter secara rutin. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui perkembangan penyakitmu tersebut, apakah semakin membaik atau justru semakin parah.

Nah, itu tadi gejala, penyebab dan langkah-langkah yang bisa kamu lakukan jika menderita penyakit asma. Semoga dapat membantu untuk meringankan penyakit asma yang kamu derita.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati