Penyakit A-Z

Alopecia Areata; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Alopecia areata

Alopecia areata merupakan kondisi gangguan kesehatan yang menyebabkan rambut hilang dari kulit kepala secara tiba-tiba. Istilah “Alopecia” berasal dari bahasa Latin yang berarti kebotakan. Sementara kata “areata” berarti kondisi tidak sempurna/hanya sebagian.

Alopecia areata ditandai dengan rontoknya rambut  sementara. Bentuk paling umum adalah alopecia areata sebagian yang meninggalkan area kebotakan melingkar sebesar koin di permukaan kulit kepala. Setidaknya di Indonesia kasus Alopecia areata terjadi sekitar 150.000 kasus per tahun. 

rapid test

Baca Juga:

Alopecia areata sendiri juga bisa dialami siapa saja baik dewasa maupun anak-anak. Meski belum diketahui secara pasti, ada dugaan bahwa Alopecia areata merupakan reaksi autoimun yang bisa timbul akibat beberapa faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Faktor genetik
  • Faktor epigenetik
  • Faktor fisik
  • Faktor emosional
  • Faktor sosial dan lingkungan. 

Kasus Alopecia areata mempengaruhi sekitar 2% dari populasi umum sepanjang waktu. Studi genetik pada pasien dan pengamatan pada tikus menunjukkan bahwa Alopecia areata merupakan penyakit autoimun yang kompleks dan poligenik. Umumnya penyakit ini didiagnosis berdasarkan pemeriksaan klinis, dermoskopi, dan histopatologi. 

Namun demikian, Alopecia areata sendiri tidak bisa disembuhkan. Perawatan dan pengobatan menjadi solusi untuk pasien yang mengalami kondisi ini untuk mengembalikan kondisi rambut tumbuh kembali secara normal. 

Gejala Alopecia Areata 

Alopecia areata

Gejala-gejala umum pada penderita Alopecia areata antara lain:

  • Rambut rontok dalam jumlah sedikit. 
  • Terdapat kebotakan dalam bentuk lingkaran kecil seukuran koin di kulit kepala. 
  • Rontoknya rambut biasanya terjadi pada kepala saja, namun bisa juga mempengaruhi bagian tubuh lain.
  • Dalam kondisi langka, rambut bisa rontok seluruhnya (Alopecia totalis). Bahkan bisa juga terjadi di seluruh tubuh (Alopecia universalis). 
  • Rontoknya rambut terjadi dalam jangka waktu beberapa minggu. 
  • Rambut yang rontok bisa kembali tumbuh setelah beberapa bulan. Namun setelah itu kerontokan juga bisa terjadi lagi.
  • Terkait kerontokan rambut, beberapa penderita Alopecia areata juga memiliki kondisi kuku jari tangan dan kaki yang tidak normal. Ditandai dengan adanya cekungan-cekungan di permukaan kuku. 
  • Saat rontok, penderita tidak mengalami rasa sakit. Namun dampak psikologis bisa terjadi pada pasien. Kemungkinan besar penderita mengalami perasaan rendah diri, kualitas hidup menurun, dan stres. Termasuk juga masalah kecemasan dan depresi. 

Penyebab Alopecia Areata 

Alopecia areata

Penyebab Alopecia areata belum diketahui pasti. Berbagai faktor yang kemungkinan besar berperan menyebabkan penyakit ini adalah perubahan pada gen-gen yang ada pada rambut kepala, kulit, dan sistem imun. Tak heran jika Alopecia areata sendiri digolongkan dalam satu kelompok penyakit sistem imun yang diklasifikasikan dalam penyakit gangguan autoimun.

Sistem imun berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan organisme lain yang merugikan, seperti kuman, bakteri, dan virus. Sistem imun akan mengusir organisme merugikan ini dari tubuh sehingga tidak terserang penyakit.

Sementara itu dalam kondisi gangguan autoimun, sistem imun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sistem imun justru menyerang jaringan tubuh untuk alasan yang tidak diketahui pasti.

Terkait dengan penyakit autoimun Alopecia areata, target yang diserang oleh sistem imun adalah folikel rambut. Sehingga membuat rambut berhenti tumbuh. Meski demikian, kondisi ini tidak terjadi secara permanen. Penderita Alopecia areata masih bisa menumbuhkan kembali rambutnya setelah beberapa waktu.

Beberapa gen dikaitkan dengan Alopecia areata, misalnya gen-gen yang tergabung dalam famili gen yang disebut  human leukocyte antigen (HLA) complex. HLA complex membantu sistem imun membedakan protein dari tubuh dengan protein yang berasal dari parasit lain.

Masing-masing gen HLA memiliki banyak variasi yang memungkinkan sistem imun setiap orang bereaksi pada protein asing. Variasi dalam gen-gen HLA ikut mempengaruhi respon yang tidak tepat, menyerang folikel rambut yang pada akhirnya memicu Alopecia areata. 

Selain itu, beberapa variasi genetik yang dikaitkan dengan Alopecia areata teridentifikasi pada orang-orang dengan gangguan autoimun lain. Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan faktor risiko pada penderita penyakit autoimun lain untuk terkena Alopecia areata.

Orang-orang dengan Alopecia areata juga berpotensi memiliki risiko gangguan autoimun seperti atopic dermatitis, vitiligo, alergi asma, systemic lupus erythematosus, dan penyakit tiroid autoimun seperti Hashimoto thyroiditis dan penyakit Grave.

Diagnosis

Alopecia areata

Prosedur diagnosis umumnya dilakukan oleh dokter kulit berdasarkan pemeriksaan klinis di area kepala. Dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan terkait gejala-gejala yang kamu alami. 

Lebih jauh lagi, dokter akan memeriksa bagian yang botak, dan menarik sedikit rambut di area tersebut secara perlahan. Hal ini dilakukan untuk mengamati apakah rambut di area tersebut sangat mudah lepas sekaligus untuk memeriksa ketidaknormalan pada struktur akar atau batang rambut.

Apabila prosedur pemeriksaan ini masih belum jelas, dokter kemungkinan menawarkan pemeriksaan lebih lanjut melalui biopsi kulit kepala. Dokter akan mengambil sedikit kulit kepala dan memeriksanya di laboratorium untuk menguatkan bukti diagnosis.

Bisakah Alopecia Areata Diobati? 

Alopecia areata

Meski kerontokan dan kebotakan akibat Alopecia areata meninggalkan perasaan minder bagi penderita, kondisi rambut bisa kembali tumbuh dengan perawatan dan pengobatan yang sesuai.

Durasi pertumbuhan rambut pada area kebotakan kecil di kepala umumnya berlangsung dalam jangka waktu 6 – 12 bulan. Namun demikian, penyakit autoimun ini bisa saja terjadi lagi di kemudian hari.

Berikut ini pengobatan Alopecia areata yang bisa dilakukan:

1. Imunoterapi Topikal

Pengobatan ini digunakan untuk mengatasi kerontokan rambut yang hebat dan terjadi lebih dari sekali. Imunoterapi akan menekan sistem imun.

Obat kimia dioleskan ke bagian kulit kepala yang botak untuk memunculkan reaksi alergi. Jika berhasil, reaksi ini akan membuat rambut tumbuh kembali. Efek dari imunoterapi topikal adalah munculnya ruam gatal. Pengobatan imunoterapi ini perlu dilakukan berulang kali untuk membantu pertumbuhan rambut. 

2. Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan obat untuk meningkatkan hormon steroid, menyembuhkan peradangan, dan menekan sistem imun. Obat antiinflamasi ini diperuntukkan bagi penderita autoimun salah satunya yang mengalami Alopecia areata. 

Kortikosteroid membantu meredakan masalah kebotakan akibat Alopecia areata. Obat ini diberikan dalam bentuk injeksi ke  bagian kulit kepala atau area lain. Bisa juga dalam bentuk krim, salep, atau foam.

3. Minoxidil 

Minoxidil bisa menjadi pengobatan efektif untuk kasus Alopecia areata dengan total hilangnya rambut sebesar 50-99%. Namun obat ini kurang efektif untuk kasus Alopecia totalis maupun Alopecia universalis.

Minoxidil dioleskan kepala tak lebih dari 25 tetes. Dioleskan dua kali sehari sesuai luas area pengobatan dengan Minoxidil bisa dilihat hasilnya dalam 12 minggu.

Berbagai perawatan dan pengobatan untuk mengembalikan rambut memiliki reaksi yang berbeda hasilnya antara satu orang dengan lainnya. Konsultasikan dengan dokter pilihanmu untuk mendapat solusi terbaik terkait penyakit autoimun ini. 

Tips Bagi Penderita Alopecia Areata

Beberapa tips berikut ini penting untuk membantumu menjalani hidup dengan kualitas hidup yang lebih baik, meskipun menderita Alopecia areata. 

  • Jika kamu menyadari ada kerontokan rambut secara mendadak, selalu periksakan dengan segera ke dokter. Hal ini untuk menindaklanjuti penanganan yang lebih dini. Beberapa penyakit juga ditandai dengan rontok rambut, sehingga pastikan melalui pemeriksaan medis yang terpercaya. 
  • Alopecia areata bukan penyakit medis yang serius. Namun, dampak psikologis bisa jadi lebih dominan pada pasien. Termasuk di antaranya adalah kecemasan, kesedihan emosional, stres, depresi, dan lainnya. Temukan kelompok pendukung Alopecia areata di sekitarmu untuk saling berbagi dan menguatkan satu sama lain untuk memperbaiki kondisi kesehatan mental. 
  • Ingatlah bahwa rambut masih bisa tumbuh kembali dalam jangka waktu 6 – 12 bulan. Apabila hal itu tidak terjadi, ada berbagai pilihan untuk menutup kebotakan.
  • Masalah emosi dan masalah pribadi bisa memperburuk penyakit autoimun, termasuk juga alopecia areata. Jaga agar kondisimu stabil, jauhi stres dan lebih banyak berpikir positif dalam keseharian.

Jika kamu memiliki gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa buat janji bertemu dokter langsung atau konsultasi virtual lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Penyakit A-Z

Bronkitis Akut; Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rheumatoid Arthritis: Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Mata Lelah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit A-Z

Gastroenteritis Pada Dewasa; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati