Kesehatan

Yuk, Ketahui Perbedaan Hepatitis A,B, dan C!

perbedaan hepatitis

Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang hati. Penyakit hepatitis terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari hepatitis A, B, C, D, dan E.

Baca Juga:

promo rapid test murah

Kamu mungkin paling sering mendengar hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Ketiga penyakit ini sama-sama memiliki faktor risiko yang mengganggu kesehatan hati dan bisa berakibat fatal dalam kondisi tertentu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak pembahasan perbedaan hepatitis A, B dan C berikut ini.

1. Hepatitis A

Penyebab:

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A. Kontaminasi terjadi dari cemaran feses ke oral. Biasanya terjadi di lingkungan di mana feses yang mengandung virus hepatitis A menginfeksi orang yang belum terkena penyakit ini/belum divaksinasi hepatitis, melalui makanan.

Virus ini di satu sisi bisa menyebabkan penyakit yang sifatnya ringan atau tidak berbahaya. Di sisi lain, virus ini juga bisa menyebabkan penyakit yang serius.

Beberapa hal yang mempermudah terjadinya penyakit hepatitis A, adalah:

  • Kurang menjaga kebersihan, tinggal di lingkungan yang kotor
  • Rendahnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, sesudah ke toilet, atau saat menyiapkan makanan
  • Makan makanan yang mentah/setengah matang, tidak dicuci bersih
  • Tinggal bersama dengan penderita hepatitis A
  • Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis A

Gejala:

  • mual, muntah
  • nyeri di area kanan atas perut
  • demam
  • kelelahan
  • nyeri otot
  • nyeri sendi
  • kehilangan nafsu makan
  • urine gelap
  • diare
  • kuning (jaundice) pada sklera mata, atau feses terlihat pucat seperti dempul
  • rasa sakit biasanya hanya beberapa hari. Namun bisa juga terjadi hingga berminggu-minggu

Pencegahan: Mencuci tangan dan vaksinasi

Mengenali Hepatitis A dari Hepatitis Lainnya

Hepatitis A berbeda dari hepatitis lainnya. Berikut ini cara mengenali hepatitis A:

  • Sifatnya sementara. Artinya, jika kamu mengalami gejala-gejala hepatitis A, maka kamu akan merasa sakit selama kurun waktu yang singkat. Kemudian berangsur-angsur sembuh dengan sendirinya
  • Tidak ada tahapan kronis pada jenis hepatitis ini
  • Pengobatan relatif mudah. Kamu hanya perlu istirahat cukup, makan dan minum dengan gizi seimbang. Selain itu juga kamu bisa meminimalkan asupan makanan/minuman yang membahayakan hati, seperti alkohol
  • Tak ada dampak jangka panjang
  • Jika pernah mengalami hepatitis A sebelumnya, kamu akan memiliki imunitas dari virus yang sama
  • Tersedia vaksin untuk melindungi diri dari virus hepatitis A

2. Hepatitis B

Penyebab

Berbeda dari hepatitis A, hepatitis B bisa sembuh dalam 6 bulan. Namun dalam kondisi tertentu, hepatitis B bisa berakibat fatal. Bahkan penderita kadang tidak menyadari dirinya terinfeksi virus ini kecuali saat kondisi sudah sangat parah.

Virus hepatitis B bisa menimbulkan penyakit serius dalam jangka panjang, misalnya kerusakan hati. Virus hepatitis B rentan ditularkan melalui hubungan seksual secara oral, vaginal, maupun anal.

Virus hepatitis B tidak akan menular lewat sentuhan, berbagi makanan, pemberian ASI eksklusif, atau tinggal berdekatan dengan penderita hepatitis B.

Hepatitis B berisiko besar terjadi pada pasien dengan keadaan seperti berikut:

  • Bayi yang lahir dari ibu yang positif hepatitis B
  • Berhubungan intim dengan penderita hepatitis B
  • Pemakaian jarum suntik bergantian/tidak steril oleh pecandu narkoba
  • pria yang berhubungan dengan sesama jenis (homoseksual)

Gejala

Gejala hepatitis B mirip dengan gejala hepatitis A, yakni: 

  • kehilangan nafsu makan
  • sakit perut di kanan atas
  • muntah dan mual
  • kelelahan
  • demam
  • kuning (jaundice)
  • urine berwarna gelap
  • nyeri otot dan nyeri sendi
  • diare
  • tubuh lemas

Mengenali Perbedaan Hepatitis B dari Hepatitis Lainnya

  • Hepatitis B termasuk penyakit seksual menular yang bisa menginfeksi pasangan
  • Virus hepatitis B cukup tahan untuk berada di luar tubuh dan aktif hingga 7 hari
  • Penularan hepatitis B melalui darah, cairan semen, dan urine
  • Seorang ibu bisa menularkan virus ke bayinya setelah proses persalinan
  • Diagnosis hepatitis B dilakukan dengan tes darah
  • Tersedia vaksinasi untuk mencegah terinfeksi virus hepatitis B
  • Hepatitis B bisa berkembang menjadi sirosis hati, anemia, kanker hati, penyakit ginjal, atau gagal hati
  • Pengobatan hepatitis B tersedia, namun penyakit ini tidak bisa sembuh
  • Pasien bisa memilih transplantasi hati untuk bertahan hidup

3. Hepatitis C

Penyebab

Dikenal sebagai virus yang menyerang lewat darah. Hepatitis C juga menjadi penyakit yang menakutkan karena seringnya pasien mengalami tahap kronis setelah terinfeksi virus. 

Gejala yang muncul bahkan terjadi saat kondisi pasien sudah sangat buruk (tahap liver mulai rusak). Butuh waktu yang cukup lama sebelum kerusakan serius terjadi akibat virus ini.

Gejala

Mirip dengan gejala hepatitis lainnya, hepatitis C memiliki gejala sebagai berikut:

  • lelah
  • nyeri otot dan sendi, pencernaan terganggu
  • hati semakin lama semakin membentuk fibrosis
  • risiko akumulasi cairan di perut
  • encephalopathy (linglung dan bisa terjadi koma)
  • demam
  • urine gelap
  • feses berwarna pucat seperti dempul
  • tidak nafsu makan
  • mual dan muntah
  • Tidak selalu terjadi kuning pada penderita hepatitis C. 

Hepatitis C menular melalui kontak darah pasien yang terinfeksi ke orang lain. Risiko ini terjadi pada orang yang melakukan transfusi darah atau penerima donor organ tubuh di tahun 1992 atau sebelumnya.

Selain itu, saling bertukar jarum suntik pada pengguna narkoba, hubungan seksual yang melibatkan pertukaran darah, bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis C, atau melakukan tindik (piercing) atau tato di tempat yang kurang higienis juga bisa menularkan risiko yang sama.

Perbedaan Hepatitis C dengan Hepatitis lainnya

  • Hepatitis C bukan penyakit seksual menular. Tetapi penyakit akibat kontak darah yang terinfeksi virus hepatitis C
  • Penyakit hepatitis C umumnya terjadi akibat infeksi virus dari paparan kontaminasi darah atau jarum yang kurang steril
  • Virus hepatitis C bisa hidup di luar tubuh hingga 4 hari
  • Orang yang mengalami penyakit ini memiliki infeksi yang bersifat jangka panjang
  • Tes darah diperlukan untuk diagnosis penyakit ini
  • Penyakit ini berpeluang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hati
  • Hepatitis C yang tidak diobati bisa menyebabkan penyakit serius seperti sirosis hati, gagal hati, dan kanker hati (hepatocellular carcinoma)
  • Tersedia obat antivirus yang bekerja langsung dan bisa menyembuhkan sekitar 90% pasien. Pengobatan obat untuk penderita hepatitis C kronis dikonsumsi secara oral, dan berpeluang untuk sembuh dalam kurun waktu 8-12 minggu
  • Tidak ada kekebalan setelah sembuh dari hepatitis C. Kemungkinan untuk mengalami penyakit ini bisa terjadi lagi jika kontak dengan darah yang terinfeksi
  • Tidak tersedia vaksinasi untuk mencegah hepatitis C

Kesimpulannya? Penyakit hepatitis A, B, dan C memiliki persamaan yaitu sama-sama memengaruhi organ liver atau hati. Sementara perbedaan hepatitis A, B, dan C ada pada virus penyebabnya, cara penularannya, pengobatan, serta pencegahannya. 

Hepatitis A dan B bisa dicegah dengan vaksinasi, sedangkan hepatitis C tidak bisa dicegah dengan vaksin. Namun demikian perkembangan obat-obatan di masa kini membuat penderita hepatitis C bisa disembuhkan dengan pengobatan antivirus (direct-acting antiviral).

Jika kamu ingin tahu bagaimana menangani hepatitis, ketahuilah bahwa perbedaan hepatitis A,B, dan C juga pada pengobatannya. Agar mendapat saran yang lebih terpercaya, kamu bisa periksa dan konsultasikan dengan dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Kesehatan

Kenali Manfaat Hidrasi untuk Optimalkan Imunitas

KesehatanPriaWanita

Ciri-ciri Tipes Pada Orang Dewasa

Kesehatan

Manfaat Buah Manggis Bagi Kesehatan

Kesehatan

Parent Shaming; Bully yang Rentan Dialami Orangtua Baru