Kesehatan

Ini 5 Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

Darah Rendah dan kurang darah

Ketika tubuh lemas dan merasa pusing, kondisi ini sering dikatikan dengan kekurangan darah ataupun darah rendah. Memang gejala dan ciri-ciri penyakit ini serupa, tapi ternyata darah rendah dan kurang darah itu berbeda lho. 

Baca Juga:

rapid test

Tekanan darah rendah atau disebut hipotensi adalah kondisi saat tubuh memiliki tekanan darah di bawah angka normal. Sementara kekurangan darah atau anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh terlalu rendah. Yuk, simak perbedaan darah rendah dan kurang darah lebih lengkap berikut ini. 

1. Darah rendah adalah ketika tekanan darah di bawah angka normal, sementara kurang darah adalah ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh terlalu rendah

Darah Rendah dan kurang darah

Darah rendah atau hipotensi adalah kondisi saat tubuh memiliki tekanan darah di bawah angka normal dalam beberapa kasus seseorang tersebut memiliki tekanan darah rendah ketika kurang dari 120/80. Darah rendah pada orang dewasa didefinisikan ketika tekanan darah berada pada angka 90/60 atau lebih rendah.  

Sementara kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh terlalu rendah. Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, sehingga jumlah sel darah merah yang rendah menunjukkan bahwa jumlah oksigen dalam darah lebih rendah dari yang seharusnya. Umumnya, gejala anemia disebabkan oleh penurunan oksigen ke jaringan dan organ vital tubuh. 

2. Cara mengukur darah rendah dilakukan ketika jantung berdetak, sementara kurang darah diukur berdasarkan jumlah hemoglobin dan protein

Darah Rendah dan kurang darah

Tekanan darah diukur ketika jantung berdetak dan pada periode istirahat di antara detak jantung. Pengukuran darah dilakukan dengan memompa darah melalui arteri ketika ventrikel jantung menekan atau disebut tekanan sistolik. Angka teratas dalam pembacaan tekanan darah adalah jumlah tekanan yang dihasilkan jantung ketika memompa darah melalui arteri ke seluruh tubuh.

Sementara pengukuran untuk periode istirahat disebut tekanan diastolik. Angka bawah dalam pembacaan tekanan darah mengacu pada jumlah tekanan di arteri Anda ketika jantung beristirahat di antara detak jantung. Pedoman saat ini mengidentifikasi tekanan darah normal lebih rendah dari 120/80 mm Hg.

Untuk mendeteksi anemia,  pengukuran dilakukan berdasarkan jumlah hemoglobin atau protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Biasanya wanita dan orang-orang dengan penyakit kronis seperti kanker memiliki risiko tertinggi terkena anemia.

3. Penyebab darah rendah lebih umum dan beragam, sementara penyebab kurang darah lebih kompleks

Darah Rendah dan kurang darah

Perbedaan antara darah rendah dan kurang darah juga bisa ditemukan pada penyebabnya. Adapun penyebab darah rendah antara lain:

  • Kehilangan darah dalam jumlah besar karena cedera atau pendarahan internal bisa mengurangi jumlah darah dalam tubuh yang menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah
  • Masalah jantung, beberapa kondisi jantung yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah termasuk denyut jantung yang sangat rendah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung dan gagal jantung
  • Terlalu lelah dan menghadapi keadaan syok yang terkadang menyertai dehidrasi
  • Syok anafilaksis, bentuk reaksi alergi yang parah
  • Infeksi pada aliran darah, ketika infeksi dalam tubuh memasuki aliran darah, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang mengancam jiwa
  • Gangguan endokrin seperti diabetes, insufisiensi adrenal, dan penyakit tiroid
  • Kehamilan karena peningkatan permintaan darah dari ibu dan janin yang sedang tumbuh
  • Dehidrasi, ketika tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang dibutuhkan sehingga dapat menyebabkan kelemahan, pusing, dan kelelahan
  • Reaksi alergi yang parah (anafilaksis). Pemicu umum dari reaksi parah di antaranya makanan, obat-obatan tertentu, racun serangga, dan lateks. Anafilaksis dapat menyebabkan masalah pernapasan, gatal-gatal, , tenggorokan bengkak, dan penurunan tekanan darah yang berbahaya
  • Kekurangan nutrisi seperti vitamin B-12 dan folat yang dapat mencegah tubuh memproduksi cukup sel darah merah (anemia), menyebabkan tekanan darah rendah.
  • Usia, penurunan tekanan darah saat berdiri atau setelah makan terjadi terutama pada orang yang berusia lebih dari dari 65 tahun
  • Obat-obatan juga dapat menyebabkan tekanan darah menurun, seperti beta-blocker dan nitrogliserin yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung. Serta diuretik, antidepresan trisiklik, dan obat disfungsi ereksi.

Sementara penyebab kurang darah atau anemia umumnya dibagi menjadi dua, menurunya produksi sel darah merah dan meningkatnya kerusakan sel darah merah. Adapun faktor-faktor yang menurunkan produksi sel darah merah antara lain:

  • Stimulasi produksi sel darah merah yang tidak memadai oleh hormon erythropoietin, hormon yang diproduksi oleh ginjal
  • Kekurangan asupan zat besi, vitamin B-12, dan folat 
  • Hipotiroidisme.

Sementara faktor meningkatnya kerusakan sel darah merah antara lain:

  • Endometriosis, gangguan jaringan yang mirip dengan jaringan yang membentuk lapisan rahim tumbuh di luar rongga rahim. Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di ovarium, usus, dan jaringan yang melapisi panggul. 
  • Kecelakaan
  • Menstruasi, kondisi ini bisa menyebabkan wanita kehilangan sel darah merah. 
  • Persalinan
  • Perdarahan uterus yang berlebihan
  • Operasi
  • Sirosis yang melibatkan jaringan hati
  • Fibrosis di dalam sumsum tulang
  • Hemolisis, pecahnya sel darah merah yang dapat terjadi dengan beberapa obat atau ketidakcocokan 
  • Gangguan hati dan limpa
  • Kelainan genetik.

4. Gejala darah rendah dan kurang darah hampir sama, tapi ada perbedaannya juga

Darah Rendah dan kurang darah

Kamu juga bisa membedakan penyakit darah rendah dan kurang darah dari gejala yang dialami. Orang yang hipotensi biasanya mengalami gejala ketika tekanan darah turun di bawah 90/60. Gejala hipotensi meliputi:

  • Kelelahan
  • Pusing
  • Konsentrasi berkurang
  • Mual
  • Kulit terasa lembap
  • Depresi
  • Hilang kesadaran
  • Pandangan kabur
  • Napas menjadi lebih cepat
  • Denyut nadi menjadi lebih cepat.

Sementara, pada umumnya penderita anemia sering tampak pucat dan sering mengeluh kedinginan. Namun berikut gejala yang sering dialami oleh orang yang mengalami anemia atau kurang darah:

  • Pusing terutama saat berdiri atau beraktivitas
  • Kesulitan berkonsentrasi atau kelelahan
  • Sembelit
  • Sakit dada
  • Sesak napas
  • Tangan dan kaki dingin
  • Detak jantung tidak teratur
  • Peradangan pada lidah sehingga lidah mengkilap, merah, dan terkadang menyakitkan.

Jika anemia yang dialami parah, bisa saja orang tersebut merasa sesak napas, nyeri dada, pingsan, bahan kadar oksigen dalam darah bisa sangat rendah sehingga penderita anemia berat bisa mengalami serangan jantung.

Jika kamu memeriksa kondisi fisik ke dokter dan menderita anemia, gejala yang ditunjukkan antara lain  tekanan darah tinggi atau rendah, kulit pucat, penyakit kuning, detak jantung meningkat, kelenjar getah bening, limpa, dan hati membesar. 

5. Penanganan darah rendah dan kurang darah pun berbeda

Darah Rendah dan kurang darah

Karena berbeda, cara mengatasi darah rendah dan kurang darah pun berbeda. Jangan sampai kamu mendapatkan penanganan yang tidak tepat. Untuk mengatasi darah rendah atau hipotensi, kamu bisa menggunakan obat-obatan untuk untuk penyakit jantung, diabetes, atau infeksi.

Kemudian minumlah banyak air untuk menghindari darah rendah akibat dehidrasi, terutama jika sedang muntah atau diare. Jika kamu mengalami tekanan darah rendah ketika berdiri dalam waktu lama, pastikan untuk beristirahat dengan duduk. Hipotensi yang diakibatkan oleh syok adalah bentuk kondisi paling serius sehingga harus segera diobati ke ahli kesehatan.

Sementara itu, mengobati anemia tergantung pada apa yang menyebabkannya. Anemia yang disebabkan oleh kekurangan jumlah zat besi, vitamin B-12, dan folat dapat diobati dengan suplemen nutrisi, misalnya dengan suntikan B-12. Konsumsi juga makana yang kaya zat besi, folat, vitamin B-12, dan vitamin Cseperti daging sapi, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua, jeruk, tomat, dan stroberi. 

Dokter bisa meresepkan diet yang mengandung vitamin, mineral, dan nutrisi lain dalam jumlah yang tepat.  Jika anemia parah, dokter bisa menggunakan suntikan erythropoietin untuk meningkatkan produksi sel darah merah di sumsum tulang. Jika perdarahan terjadi atau kadar hemoglobinnya sangat rendah, maka diperlukan transfusi darah.

Jika kamu masalah anemia maupun darah rendah, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa