Kesehatan

Perbedaan Cardiac Arrest dan Serangan Jantung yang Harus Kamu Tahu

Perbedaan cardiac Arrest dan Serangan Jantung

Sulit memang membedakan antara gagal jantung (cardiac arrest) dan serangan jantung (heart attack), keduanya sering kali disalahartikan sebagai dua kondisi yang sama. Padahal, baik cardiac arrest ataupun heart attack memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.

Bagaimanapun kondisinya, gangguan penyakit jantung memang cukup berbahaya. Penyakit yang satu ini dikenal sebagai salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Baca Juga:

Apalagi jika kita tidak mengetahui jenis gangguan jantung apa yang sedang kita alami. Tiap-tiap gangguan jantung membutuhkan penangangan medis yang berbeda, begitu pula cardiac arrest dan heart attack.

Oleh karena itulah, selain memeriksakan diri ke dokter, penting untuk kita mengetahui apa perbedaan cardiac arrest dan serangan jantung, agar kita mengetahui tindakan medis seperti apa yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit tersebut.

Apa itu Cardiac Arrest?

Perbedaan cardiac Arrest dan Serangan Jantung

Henti jantung atau gagal jantung atau cardiac arrest adalah sebuah kondisi di mana organ jantung manusia secara tiba-tiba berhenti berdetak. Berhentinya detak jantung ini disebabkan oleh gangguan gaya listrik yang terdapat pada otot jantung.

Penting untuk diketahui, bahwa sistem elektrik internal yang terdapat pada jantung inilah yang mengatur ritme detak jantung manusia. Jika jantung berhenti berdetak, maka ia tak mampu lagi memompa darah ke organ-organ vital lainnya di dalam tubuh, seperti otak, hati, dan paru-paru.

Apabila dibiarkan, kondisi ini tidak hanya membuat penderita cardiac arrest tidak sadarkan diri, namun juga kesulitan bernapas, hingga meninggal dunia.

Pada kasus-kasus tertentu, gangguan yang terjadi pada sistem elektrik internal jantung juga memicu timbulnya jenis penyakit jantung lain, seperti aritmia dan serangan jantung. Aritmia sendiri dapat menyebabkan detak jantung jadi tidak beraturan. Sedang, serangan jantung bisa terjadi akibat kurangnya suplai darah yang masuk ke dalam otot-otot jantung.

Itu sebabnya, mengapa cardiac arrest dan serangan jantung sering dianggap dua kondisi yang serupa, karena sama-sama disebabkan oleh berhentinya aktivitas pompa darah oleh jantung ke seluruh badan.

Beda Cardiac Arrest dan Serangan Jantung

Perbedaan cardiac Arrest dan Serangan Jantung

Seperti yang telah diutarakan di awal, perbedaan antara cardiac arrest dan heart attack dapat dilihat dari penyebabnya. Serangan jantung sendiri biasanya diakibatkan oleh tersumbatnya pembuluh darah arteri di badan. Sehingga, jantung menjadi kekurangan oksigen yang dibawa oleh aliran darah.

Gejala yang ditimbulkan oleh serangan jantung dan gagal jantung juga berbeda. Jika kita mengalami serangan jantung, selama proses serangan terjadi bagian jantung yang tidak menerima oksigen terus-menerus mengalami kerusakan, bahkan hingga kematian otot jantung.

Sedangkan gagal jantung tidak begitu. Pada saat cardiac arrest terjadi, jantung akan tetap berdetak meski tidak maksimal. Sehingga, oksigen yang seharusnya mengalir lewat darah ke seluruh tubuh jadi berkurang.

Namun, perlu digarisbawahi, meskipun kedua kondisi ini berbeda tetapi gagal jantung dan serangan jantung saling berkaitan satu dengan lainnya.

Beberapa ahli berpendapat, bahwa serangan jantung dapat mengakibatkan terjadinya gagal jantung. Hal ini didasarkan dari temuan, bahwa penderita cardiac arrest biasanya memiliki riwayat penyakit jantung.

Timbulnya gagal jantung ini bukan hanya terjadi pada saat serangan jantung berlangsung. Dalam beberapa kasus, gagal jantung juga terjadi pada saat pasien serangan jantung sudah dinyatakan sembuh.

Kendati demikian, kamu enggak perlu khawatir, sebab tidak semua pasien serangan jantung berujung pada kondisi gagal jantung. Hal ini dapat terjadi apabila serangan jantung yang menimpa seseorang telah masuk tahap kronis, sehingga menimbulkan kerusakan yang serius pada jantung.

Tanda-Tanda Cardiac Arrest dan Serangan Jantung

Perbedaan cardiac Arrest dan Serangan Jantung

Selain gejala di atas, perbedaan gagal jantung dan serangan jantung juga dapat dilihat dari tanda-tanda yang ditimbulkan, seperti:

Tanda-Tanda Cardiac Arrest:

  • Kesulit bernapas, bahkan sampai tak bisa bernapas sama sekali;
  • Lemas dan sesak secara tiba-tiba;
  • Pupil mata tertarik ke dalam tengkorak kepala;
  • Pingsan atau tidak sadarkan diri;
  • Kulit berubah warna jadi pucat kebiruan; serta
  • Denyut dan detak jantung berhenti.

Tanda-Tanda Heart Attack:

  • Sesak napas;
  • Sakit perut hingga merasa mual dan ingin muntah;
  • Merasa lemas dan keringat dingin;
  • Detak jantung tidak beraturan;
  • Kepala terasa ringan dan pusing;
  • Terjadi kontraksi di sekitar dada, leher, dan lengan; serta
  • Adanya rasa nyeri dan sakit di area atas perut, dada, tangan, rahang, bahkan sampai area punggung bagian atas atau tulang belikat.

Perlu diingat, tidak selamanya serangan jantung dan cardiac arrest menimbulkan tanda-tanda spesifik seperti yang telah dijabarkan di atas. Dalam beberapa kasus, sering pula ditemui serangan jantung dan gagal jantung terjadi secara tiba-tiba.

Meski demikian, jika tanda-tanda di atas sudah mulai dirasakan, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter, agar penangangan medis yang tepat bisa didapatkan.

Penanganan Serangan Jantung dan Cardiac Arrest Mendadak

Perbedaan cardiac Arrest dan Serangan Jantung

Setelah membaca penjabaran di atas, apakah ada yang bisa kita lakukan apabila gejala serangan jantung dan gagal jantung terjadi secara mendadak? Tentu saja ada. Namun, satu hal yang perlu diingat, tindakan penanganan ini hanya bersifat sementara, tindakan medis lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk mengobati penyakit tersebut secara total.

Jika gejala serangan jantung terjadi secara mendadak, langkah penanganan awal yang bisa kamu lakukan adalah dengan berhenti dari segala aktivitas yang kamu lakukan dan beristirahatlah, sembari posisikan tubuh dalam kondisi duduk agar pernapasan lebih lancar.

Apabila sebelumnya kamu telah menerima obat yang direkomendasikan oleh dokter, maka segera konsumsi obat tersebut. Jika belum, atur napasmu baik-baik agar ritme jantung lebih tertaur.

Ingat, jangan panik! Kepanikan yang kamu rasakan hanya akan menjadikan detak jantungmu semakin cepat dan tidak beraturan, sehingga membuat semakin sulit bernapas dan terasa sesak.

Sedang, bagi para penderita cardiac arrest atau gagal jantung mendadak, menstabilkan detak jantung dengan duduk dan bernapas agaknya tidak efektif untuk dilakukan. Para penderita gagal jantung harus segera dibawa ke unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama, berupa defibrillator eksternal atau tindakan resusitasi jantung paru.

Kedua penyakit ini sangatlah berbahaya, selain memeriksakan diri ke dokter, menghindari segala faktor pemicu terjadinya gangguan jantung merupakan langkah penting harus kamu lakukan. Beberapa kebiasaan buruk yang dapat memicu cardiac arrest dan heart attack, di antaranya merokok, mengonsumsi alkohol, konsumsi obat-obatan terlarang, pola makan yang buruk, serta malas berolahraga.

Selain itu, faktor-faktor lain seperti usia yang telah lanjut, memiliki riwayat penyakit kronis (seperti penyakit arteri koroner, jantung iskemik, cacat jantung, congenital, kardiomiopati, diabetes), faktor keturunan, hingga obesitas atau berat badan berlebih juga bisa memicu timbulnya kedua penyakit ini.

Oleh sebab itu, segera ubah kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut agar kamu terhindar dari risiko terjadinya cardiac arrest dan serangan jantung ya.Itu tadi beberapa hal penting yang patut kita ketahui terkait perbedaan cardiac arrest dan serangan jantung.  Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semua!

Related posts
Kesehatan

Obat Alami Kaki Pecah-pecah

Kesehatan

CDC Revisi Rekomendasi Masa Isolasi Pasien COVID-19

Kesehatan

Mengenal Rapid Test untuk COVID-19

Kesehatan

Ini Lho 6 Perbedaan Rematik dan Asam Urat