Kesehatan

Penyebab Perut Buncit, Bahaya dan Cara Mengatasinya

Penyebab Perut Buncit

Perut buncit dapat didefinisikan sebagai membesarnya tekanan rongga perut yang membuat perubahan ukuran lingkar perut. Perubahan lingkar perut ini harus dapat diukur. Apa yang menyebabkan perut bisa membuncit?

Perut dikatakan membuncit ketika ukuran lingkar rongga perut menjadi lebih besar dari normal. Kadang perut yang membuncit terasa tidak nyaman, bahkan terasa nyeri. Perut kita dapat membesar akibat beberapa hal. Dari terlalu banyak makan sampai kehamilan.

rapid test

Baca Juga:

Namun penyebab perut buncit paling sering adalah gas. Menelan udara, atau mengkonsumsi makanan dengan kandungan tinggi serat dapat menyebabkan produksi gas. Jika seseorang tidak bisa mengeluarkan gas dari rongga perut, makan hal ini akan memicu terjadinya perut buncit.

Perut buncit sering disamakan dengan perut kembung. Padahal keduanya berbeda. Saat merasa perutnya kembung, seseorang akan mengalami peningkatan tekanan pada rongga perutnya tanpa ada perubahan ukuran lingkar perut. Sedangkan perut buncit, seseorang akan mengalami perubahan ukuran dan lingkar rongga perut.

Inilah 8 Penyebab Perut Buncit

Penyebab Perut Buncit

Penyebab perut membuncit sangat beraneka ragam. Berkonsultasilah dengan dokter jika ingin mengetahui secara pasti penyebab membesarnya perut. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan membuncitnya perut selain kehamilan, yaitu:

1. Sindrom iritasi usus

Ini adalah kondisi tidak normal yang menyebabkan perut kram dan terasa nyeri. Sindrom iritasi usus juga bisa menyebabkan perut kembung dan mengandung gas, yang dapat membuat perut menjadi buncit. Menurut International Foundation for Functional Gastrointestinal Diseases sekitar satu dari sepuluh orang menderita gejala-gejala sindrom iritasi usus.

Gejala-gejala sindrom iritasi usus adalah:

  • Kram perut
  • Nyeri pada perut
  • Perut kembung dan bergas
  • Konstipasi
  • Diare

Diprediksi ada sekitar 50 persen hingga 75 persen penderita sindrom iritasi usus yang mengalami perut membuncit. Separuh dari penderita sindrom iritasi usus yang mengeluh perut kembung, sebenarnya sedang mengalami perut yang membuncit.

2. Intoleransi laktosa

Kondisi dimana tubuh seseorang tidak mampu mencerna laktosa, biasa disebut intoleransi laktosa. Laktosa sendiri adalah gula yang ditemukan pada produk-produk susu. Gejala intoleransi laktosa termasuk perut kembung dan bergas, yang bisa membuat perut menjadi buncit.

Jika mengalami pembengkakan perut dua jam setelah mengkonsumsi produk susu, maka kemungkinan besar tubuh kamu intoleransi laktosa. Kondisi ini umum ditemukan pada orang Afrika, Asia, Hispanik, dan Indian Amerika.

3. Asites

Kondisi ketika cairan berkumpul di dalam rongga perut dinamakan asites. Berkumpulnya cairan biasanya disebabkan gangguan pada kerja organ hati, seperti sirosis yang muncul saat organ hati terluka cukup banyak.

Seseorang tidak akan merasakan gejala apapun ketika asites mulai berkembang. Namun saat jumlah cairan yang berkumpul semakin banyak, maka perut seseorang akan terlihat membuncit dan terasa tidak nyaman.

3. Mengalami sindrom pra menstruasi

Sindrom ini sering disingkat menjadi PMS, dan memiliki gejala-gejala cukup banyak, yang biasanya dimulai bagian kedua siklus menstruasi dimulai (14 hari atau lebih setelah hari pertama menstruasi terakhir). Sindrom pra-menstruasi ini akan hilang dengan sendirinya satu sampai dua hari setelah periode menstruasi dimulai.

Salah satu gejala sindrom pra-menstruasi ini adalah perut kembung yang terasi penuh dengan gas. Kondisi ini bisa membuat perut membuncit.

4. Gangguan metabolisme

Perut buncit juga dapat dialami oleh bayi. Membuncitnya perut bayi umumnya disebabkan oleh gangguan metabolisme. Ditemukan pula fakta bahwa pada 45 persen bayi prematur dan 62 persen bayi normal, penyebab perut membuncit adalah kelainan bawaan.

Kelainan yang biasanya terjadi adalah congenital megacolon dan sepsis. Congenital megacolon adalah kondisi dimana jumlah serat saraf pada bagian bawah usus besar lebih sedikit. Hal ini menyebabkan gerak peristaltik usus besar bagian bawah tidak sempurna.

Bagian usus besar yang normal akan mendorong kotoran lebih kuat dan bekerja lebih keras, sehingga membuat dindingnya menebal dan membesar. Seluruh bagian usus besar lambat laun akan ikut membesar dan menebal, dan membuat perut penderita membuncit.

5. Menderita kista ovarium

Kista ovarium adalah kondisi terbentuknya kantung berisi oleh cairan  di dalam ovarium. Kista ovarium dapat menimbulkan rasa nyeri jika ukurannya membesar, terjadi perdarahan, pecah, mengganggu suplai darah ke ovarium, dan terbentur ketika berhubungan seksual.

Salah satu gejala kista ovarium adalah pembengkakan rongga perut yang membuat perut terlihat membuncit. Gejala lainnya antara lain nyeri pad bagian panggul ketika periode menstruasi akan dimulai, nyeri saat berhubungan seksual atau saat bergerak.

6. Berat badan bertambah

Bertambahnya berat badan dapat merupakan hasil dari meningkatnya jumlah cairan tubuh, massa otot, atau lemak. Cairan tubuh dapat bertambah akibat pengobatan, penyimpanan cairan dan garam, kegagalan fungsi ginjal atau jantung, infus cairan.

Meningkatnya massa otot umumnya disebabkan oleh olahraga. Sedangkan kurang gerak dan pola makan tidak sehat biasanya menyebabkan bertambahnya lemak tubuh. Salah satu tanda bertambahnya berat badan adalah membesarnya lingkar perut sehingga tampak buncit.

7. Mengidap fibroid rahim

Fibroid rahim adalah tumor yang tumbuh pada rahim wanita, namun biasanya tidak bersifat ganas. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti munculnya fibroid rahim, tapi ada dua hal yang diduga bisa memicunya yaitu hormon pada tubuh, dan gen.

Fibroid rahim jarang muncul pada wanita berusia dibawah 20 tahun. Kondisi ini juga lebih lazim ditemukan pada wanita ras Afrika-Amerika daripada wanita berkulit putih, hispanik, atau asia. Berkembangnya fibroid rahim dapat menyebabkan perut membengkak atau membuncit.

Gejalanya antara lain perdarahan diantara periode menstruasi, perdarahan hebat saat menstruasi, periode menstruasi lebih lama, frekuensi buang air kecil meningkat, kram pinggul atau nyeri saat menstruasi, perut bagian bawah terasa penuh dan tertekan, nyeri saat berhubungan seksual.

8. Faktor lainnya

Selain ketujuh faktor diatas, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan perut buncit seperti:

  • Infeksi bakteri
  • Malnutrisi
  • Tersumbatnya saluran pencernaan
  • Malabsorpsi
  • Sindrom perkembangan bakteri usus kecil terlalu cepat
  • Menelan udara
  • Infeksi virus

Bagaimana Cara Mengatasi Perut Buncit

Penyebab Perut Buncit

Perut buncit yang disebabkan oleh konsumsi makanan dalam jumlah banyak akan kembali normal ketika semua makanan sudah dicerna tubuh. Sebaiknya konsumsi makanan dalam jumlah lebih sedikit untuk mencegah perut membuncit.

Ada beberapa cara untuk mencegah membuncitnya perut akibat menelan udaraa yaitu:

  • Makanlah dengan perlahan
  • Jangan minum menggunakan sedotan atau menyeruput permukaan minuman panas
  • Hindari minuman berkarbonasi (soda)
  • Kurangi frekuensi mengunyah permen karet atau menghisap permen

Dua cara untuk hindari membuncitnya perut yang disebabkan sindrom iritasi usus, yaitu kurangi stres emosional dan meningkatkan konsumsi makanan berserat. Segera berkonsultasi dengan dokter jika kamu merasakan beberapa kondisi berikut ini:

  • Kamu menderita diare parah dan adanya darah dalam kotoran kamu
  • Perut kamu semakin membuncit atau membengkak, dan tidak kembali seperti semula
  • Ketidakmampuan tubuh kamu untuk makan dan minum lebih dari 6 sampai 8 jam
  • Perutmu membuncit tanpa gejala yang jelas
  • Bagian perutmu terasa sensitif ketika disentuh
  • Kamu menderita demam tinggi

Kamu bisa menggunakan Okadoc untuk buat janji bertemu dokter langsung atau konsultasi virtual lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa