Bayi & Anak-AnakIbu & BayiKesehatan

Pencegahan dan Penanganan Ruam Air Liur Pada Bayi

Ruam Air Liur Pada Bayi

Bayi memiliki kulit yang sensitif, bahkan jauh lebih sensitif dari kulit orang dewasa. Hal ini membuat kulit bayi sangat mudah mengalami berbagai permasalahan kulit. Salah satu permasalahan kulit yang seringkali dialami oleh para bayi ialah drool rash atau yang biasa disebut ruam air liur.

Kondisi ruam air liur biasa terjadi pada bayi berusia 12-18 bulan. Hal tersebut dikarenakan usia 12-18 bulan merupakan masa dimana bayi sedang sering-seringnya ngiler atau ngeces.

rapid test

Baca Juga:

Masa ngeces adalah hal yang sangat lumrah dialami bayi pada dua tahun pertamanya karena pada usia tersebut biasanya gigi bayi mulai tumbuh dan bayi mulai cerewet. Tak hanya itu, di usia tersebut pula bayi sedang senang-senangnya mengemut ibu jari atau apapun yang disentuhnya dan memainkan air liur mereka hingga mengakibatkan area sekitar mulutnya dipenuhi air liur.

Ruam yang disebabkan oleh air liur biasanya muncul di dagu, pipi, bahkan hingga di lipatan leher dan area dada bayi. Area kulit yang terkena ruam air liur biasanya akan berwarna kemerahan dengan disertai bercak atau bintik-bintik kecil yang menyebar.

Pada beberapa kasus, ruam yang disebabkan oleh air liur juga dapat berbentuk bintik-bintik sangat kecil yang berisi cairan. Ruam ini akan menyebabkan rasa gatal yang disertai panas dan perih yang tentunya akan sangat mengganggu kenyamanan sang bayi hingga membuat mereka rewel. 

Cara Mencegah Terjadinya Ruam Air Liur Pada Bayi

Ruam Air Liur Pada Bayi

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh para ibu untuk mencegah terjadinya ruam air liur pada bayi. Beberapa di antaranya ialah:

1. Gunakan Bib 

Penggunaan bib, atau yang sering disebut celemek bayi, dapat menjadi salah satu upaya pencegahan terjadinya drool rash. Bib yang digunakan sebaiknya berbahan kain halus yang dapat menyerap cairan dengan cepat.

Alasannya adalah karena bib tidak hanya berfungsi sebagai pelindung leher dan dada bayi dari air liur namun juga untuk mengelap area wajah bayi yang basah oleh air liur. Bib dengan permukaan kain yang kasar hanya akan melukai kulit bayi yang nantinya akan menyebabkan masalah kulit lainnya.

Jika tidak memiliki bib, Ibu dapat menggunakan sapu tangan yang lembut atau handuk kecil sebagai bib.

2. Awasi Si Kecil

Mengawasi Si Kecil ketika mereka makan atau bermain juga dapat mencegah timbulnya ruam air liur. Seperti yang telah disebutkan, usia bayi menjelang dua tahun merupakan masa dimana mereka sedang sering-seringnya ngeces.

Maka dari itu, para ibu baiknya senantiasa mengawasi bayi mereka ketika bermain maupun makan agar saat Si Kecil ngeces, Ibu dapat segera membersihkan air liurnya sebelum akhirnya menjadi ruam bayi. 

Tak hanya saat makan dan bermain, para ibu pun dapat meletakkan kain halus di sekitar pipi bayi ketika mereka tidur atau menyusu. Cara ini dapat menjaga pipi bayi agar tetap kering hingga ruam pun dapat dicegah.

3. Jaga Kebersihan Perlengkapan Bayi

Pakaian, mainan, maupun perlengkapan bayi lain yang kotor dapat memperparah kondisi ruam pada kulit bayi. Maka dari itu, untuk mencegah ruam agar tidak semakin parah, para ibu wajib menjaga kebersihan perlengkapan bayi. Ganti atau lap pakaian atau pun mainan bayi yang lembab dengan kain atau tisu yang kering dan bersih. Kemudian cuci perlengkapan bayi dengan sabun khusus yang aman untuk bayi.

4. Seleksi Produk Perawatan Bayi

Selain perlengkapan yang kurang terjaga kebersihannya, produk-produk perawatan bayi seperti bedak, sabun, maupun tisu yang mengandung bahan kimia pun dapat membuat ruam semakin parah dan tentunya menyakitkan. Oleh sebab itu, demi mencegah hal tersebut, para ibu harus bijak dan teliti dalam memilih produk yang akan digunakan untuk merawat kulit bayi mereka. Sebaiknya para ibu memilih produk perawatan bayi yang tidak mengandung pewangi atau parfum dan alkohol.

Cara Menangani Ruam Air Liur yang Dialami si Kecil

Ruam Air Liur Pada Bayi

Cara di atas merupakan beberapa hal yang dapat Ibu lakukan untuk mencegah ruam yang disebabkan oleh air liur pada bayi. Lalu, bagaimana cara menangani ruam air liur yang terlanjur dialami oleh Si Kecil? Berikut beberapa tipsnya:

1. Bersihkan Dengan Air Hangat

Area kulit yang terkena ruam harus tetap dijaga kebersihannya. Karena kalau tidak, ruam hanya akan bertambah parah. Kulit bayi yang terkena ruam dapat dibersihkan dengan handuk atau kain lembut yang telah dicelupkan ke air hangat paling tidak dua kali dalam sehari.

Pastikan temperatur air tidak terlalu panas dan jangan lakukan gerakan menggosok sama sekali saat membersihkan area ruam agar tidak terjadi iritasi dan luka. Cukup tepuk-tepuk perlahan dan setelah dipastikan bersih, jangan lupa keringkan kulit Si Kecil dengan handuk atau kain halus.

2. Tambahkan Cairan Antiseptik ke dalam Air Mandi Bayi

Penggunaan cairan antiseptik sangat penting dalam upaya penanganan ruam pada kulit bayi yang disebabkan oleh air liur. Cairan antiseptik dapat membunuh kuman-kuman dan bakteri yang menempel pada kulit yang ruam. Satu hal yang sangat penting untuk diingat ialah para ibu tidak boleh sembarangan dalam memilih produk cairan antiseptik.

Pastikan untuk memilih produk cairan antiseptik yang khusus dibuat untuk bayi karena kandungan yang terdapat dalam produk perawatan bayi biasanya lebih ringan dan aman dari pada produk yang ditujukan untuk orang dewasa.

3. Gunakan Sabun dan Bedak Tanpa Parfum

Agar ruam tidak semakin parah, sebaiknya jauhi penggunaan produk perawatan yang mengandung wewangian. Alasannya adalah karena kandungan pewangi bisa saja berasal dari bahan kimia yang tentunya sangat tidak dianjurkan untuk kulit bayi yang sangat sensitif, terlebih yang tengah terkena ruam.

4. Oleskan Salep atau Petroleum Jelly

Konsultasikan kepada dokter ataupun apoteker tentang salep yang cocok digunakan untuk mengatasi kulit bayi yang terkena ruam. Penggunaan salep yang tepat dan sesuai dosis dapat mempercepat sembuhnya area kulit yang ruam. Selain salep, petroleum jelly juga dapat menjadi solusi ampuh untuk mengatasi ruam air liur pada kulit bayi karena kandungannya yang dapat menenangkan kulit yang tengah iritasi.

Petroleum jelly juga dapat mempercepat proses penutupan luka yang terjadi akibat ruam, dengan begitu rasa perih pun dapat berkurang. Tak hanya itu, kandungan petroleum jelly yang berasal dari bahan alami pun pastinya lebih aman digunakan untuk merawat kulit bayi yang sensitif.

Itulah 4 tips pencegahan dan penanganan ruam air liur yang dapat Ibu lakukan. Meskipun ruam air liur merupakan kondisi yang sangat wajar dialami bayi, perlu diingat bahwa pemeriksaan yang lebih lanjut oleh dokter sangat dianjurkan apabila ruam disertai dengan gejala lain seperti kesulitan bernapas, nafsu makan menurun, maupun adanya luka dan pendarahan di area ruam.

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa