Kesehatan

Parent Shaming; Bully yang Rentan Dialami Orangtua Baru

parent shaming

Sudah tidak asing mendengar kata ‘shaming’ saat ini bukan? Shaming merupakan tindakan memberi komentar atau mengkritik seseorang dengan cara yang negatif. Shaming termasuk ke dalam bullying secara verbal.

Shaming cenderung merendahkan, mempermalukan hingga meremehkan orang lain. Korban yang menerima shaming bisa merasa minder, tertekan, hingga stres.

promo rapid test murah

Baca Juga:

Body shaming salah satu dari ‘shaming’ yang sering kita temui, selain body shaming juga ada parent shaming. Parent shaming bisa diartikan sebagai tindakan mengomentari atau mengkritik negatif orang tua yang dianggap salah dalam cara mengasuh anaknya.

Jika dilihat dari individu, parent shaming yang ditujukan ke ibu disebut ‘Mom Shaming’ dan yang ditujukan ke ayah disebut ‘Dad Shaming’. Mari kita bahas satu persatu mengenai parent shaming.

1. Mom Shaming 

Mom shaming biasanya menyinggung tentang metode persalinan yang ibu pilih, cara menyusui anak, pemilihan susu formula, pola dan menu makanan anak, pola asuh anak, hingga cara mendisiplinkan anak. Mom shaming bisa terjadi secara langsung dari orang terdekat seperti orang tua, mertua, tetangga atau teman, dan juga dapat terjadi secara online melalui komentar di media sosial yang ibu gunakan untuk berbagi cerita tentang si kecil. 

Ibu yang berperan memberikan kritik pedas disebut mom shamer. Mom shamer merasa dirinya lebih baik dan benar dalam mengasuh anak dibandingkan dengan ibu yang menjadi korban mom shaming. Beberapa hal yang biasa dilakukan mom shamer :

Bertanya tentang metode melahirkan

Tidak sedikit ibu yang melahirkan dengan caesar dianggap tidak menjadi seorang ibu seutuhnya seperti ibu lain yang melahirkan secara normal. Melahirkan secara normal maupun caesar memiliki kelebihan dan resiko yang berbeda-beda. Memilih metode persalinan juga disesuaikan dengan kesanggupan ibu. Kita sebaiknya memahami dan menghargai pilihannya.

Pemberian ASI wajib langsung dari Ibu

ASI eksklusif memang baik untuk anak, tapi tidak semua ibu memiliki kapasitas ASI yang banyak atau bisa menyusui anaknya secara langsung, dengan keterbatasan masing-masing ibu, ibu bisa memilih cara yang terbaik dalam menyusui anak sesuai kemampuannya.

Membanding-bandingkan anak maupun ibu

Tumbuh kembang anak berbeda-beda sejak bayi. Membandingkan anak dengan anak seusianya hanya akan membuat ibu sedih. Selain anak, tak jarang juga membandingkan ibu bekerja tidak sebaik ibu rumah tangga dalam merawat anak.

Ibu yang banyak bermain media sosial atau menghabiskan waktu diluar juga dianggap menelantarkan anaknya atau lebih mempercayakan anak dengan orang lain. Padahal ibu memilih me time dengan caranya sendiri dan memilih bekerja sesuai dengan keadaan keluarga.

Menyalahkan pola asuh dan cara mendisiplinkan anak

Ibu dapat memilih pola asuh yang sesuai dengan keluarga. Ibu pastinya sudah belajar dari pengalaman dan mencari pengetahuan tentang berbagai pola asuh dan memilih yang terbaik menurutnya untuk keluarganya. 

Cara Mengatasi Mom Shaming

  • Tidak perlu menanggapi kritikan atau komentar dari mom shamer, karena akan selalu ada kritik dari orang lain atas apa yang kamu lakukan.
  • Tetap berpikiran positif dan fokus memberikan perhatian pada si kecil, karena ibu yang paling memahami anaknya melebihi dari siapapun, ibu yakin apa yang dilakukan adalah pilihan yang terbaik untuk anak.
  • Tambah wawasan dan pengetahuan mengenai pola asuh anak, bisa dari buku atau sumber terpercaya lainnya.
  • Kurangi berinteraksi dengan mom shamer dan memilih menghabiskan waktu dengan orang-orang yang mendukungmu.
  • Jangan terpengaruh oleh mom shamer, karena akan membawa suasana negatif, menguras emosi dan bisa mengganggu pikiran sehari-hari.
  • Jangan melakukan mom shaming untuk membalas mom shamer atau ke ibu yang lain. 

2. Dad Shaming

Biasanya dad shaming dilakukan oleh orang terdekat seperti istri sendiri atau orang tua. Istri terkadang tidak sadar telah melakukan dad shaming pada suami. Hal ini bisa berdampak pada hilangnya percaya diri dan semangat ayah untuk terlibat dalam mengasuh anak.

Setiap ayah membutuhkan waktu yang berbeda-beda dalam memahami seputar merawat anak. Istri dan orang disekitar ayah perlu memahami dan membimbing ayah agar dapat mengasuh anak dengan baik. Jika ada perbedaan sudut pandang dalam pola asuh anak, sebaiknya dibahas secara baik-baik, hindari untuk menghakimi ayah.

Cara Mengatasi Dad Shaming

  • Jika dad shaming datang dari keluarga, ajak suami untuk terbuka dan berdiskusi tentang pola asuh anak, ingatkan ayah untuk tidak menghiraukan dad shaming yang datang dari luar keluarga.
  • Berikan kepercayaan kepada suami dalam mengasuh dan menghabiskan waktu dengan anak.
  • Berikan apresiasi atas keterlibatan ayah dalam mengasuh anak. 
  • Ajak ayah untuk ikut serta dalam mengasuh agar saling berdampingan saat mengasuh anak 

Perilaku parent shaming merupakan hal tidak terpuji yang tidak perlu lagi dilakukan. Setiap orangtua memiliki caranya sendiri dalam membesarkan buah hatinya. Selain itu, setiap orangtua juga terus belajar bagaimana cara membesarkan anaknya dengan baik. Bukankah saling memberi dukungan kepada sesama orangtua jauh lebih baik?

Nah, untuk kamu ornagtua baru, jika si kecil sedang tidak enak badan, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
Kesehatan

Kenali Manfaat Hidrasi untuk Optimalkan Imunitas

KesehatanPriaWanita

Ciri-ciri Tipes Pada Orang Dewasa

Kesehatan

Manfaat Buah Manggis Bagi Kesehatan

ASI & MPASIBayi & Anak-AnakKesehatan

Menu MPASI 6 Bulan Pertama