COVID-19Kesehatan

Mengenal Rapid Test untuk COVID-19

Rapid Test untuk COVID19

Sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran virus Corona di Indonesia, rapid test digalakkan di berbagai wilayah Indonesia. Terutama yang wilayahnya memiliki kasus COVID-19 yang tinggi.

Baca Juga:

rapid test

Selain itu, kini per Juli 2020, semua calon penumpang pesawat diwajibkan untuk melampirkan hasil tes rapid atau PCR sebagai salah satu kelengkapan dokumen untuk terbang. Berbagai rumah sakit dan klinik pun menyediakan layanan rapid test dengan biaya beragam.

Lalu, apa itu sebenarnya rapid test dan fungsinya? Yuk kita bahan salam artikel berikut.

Apa itu Rapid Test?

Sesuai namanya, rapid test adalah pemeriksaan skrining untuk mendeteksi antibodi imunoglobulin yang diproduksi oleh tubuh kita untuk melawan virus Corona.

Jika antibodi ini terdeteksi pada tubuh seseorang, maka artinya orang tersebut pernah terpapar virus Corona. Namun kamu harus tahu jika proses pembentukan antibodi ini memerlukan waktu yang bervariasi pada setiap orang. Bisa saja seseorang yang sudah positif corona tapi hasil rapid testnya negatif dikarenakan tubuhnya yang belum membentuk antibodi untuk melawan virus ini.

Jadi hasil rapid test memiliki tingkat keakuratan rendah untuk mendeteksi apakah seseorang terkena virus corona atau tidak.

Selain itu perlu ditekankan lagi jika hasil Rapid test tidak bisa dijadikan bahan diagnosa. Jika kamu reaktif terhadap pemeriksaan dalam Rapid test, maka kamu akan diarahkan untuk melakukan tes PCR yang lebih akurat.

Hal ini karena Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes swab dapat mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh seseorang.

Jadi Siapa Saja yang Perlu Rapid Test?

Dengan keterbatasan kemampuan alat dan laboratorium yang memeriksa spesimen, maka baik Rapid test maupun tes PCR bukan untuk semua orang. Pemeriksaan ini lebih diprioritaskan pada kelompok-kelompok dengan resiko tinggi terkena COVID-19.

Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Seseorang dengan gejala yang mirip dengan COVID-19 serta memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal
  • Seseorang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus suspek
  • Seseorang dengan status kontak erat atau pernah berinteraksi dengan seseorang yang terbukti positif corona
  • Petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani pasien konfirmasi COVID-19
  • Seseorang dengan status Pelaku Perjalanan sesuai dengan Kepmenkes HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease
  • Seseorang yang bekerja di puskesmas atau klinik, dan juga yang memiliki profesi dengan interaksi sosial tinggi (petugas bandara, pedagang pasar, TNI, polisi, dan sebagainya)
  • Calon penumpang pesawat

Meski tidak menutup kemungkinan ada banyak situasi lainnya yang mengharuskan seseorang untuk dites. Misalnya saja calon mahasiswa yang ingin ujian UTBK juga diberlakukan rapid test.

Bagaimana Prosedur Rapid Test?

Pemeriksaan rapid test dilakukan dengan pengambilan sampel darah dari ujung jari dan kemudian diteteskan ke alat rapid test. Lalu cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan pada cairan darah tersebut.

Dalam 10-15 menit, hasil rapid test akan terlihat pada garis indikator yang ada di alat rapid test.

Jika hasil rapid test positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi lewat alat rapid test bisa saja antibodi  terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.

Kamu akan diarahkan untuk melakukan tes PCR dengan pengambilan swab untuk hasil pasti apakah benar kamu terinfeksi COVID-19 atau tidak. Sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya keluar, pastikan kamu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Jika hasil rapid test negatif tapi kamu masuk dalam ‘radar’ orang berpotensi terkena COVID-19 dilihat dari riwayat kontak, bepergian atau hal lainnya, lakukan isolasi mandiri paling tidak 14 hari lalu lakukan test lagi setelah 7-14 hari dari test yang pertama.

Perhatikan juga kondisi kesehatan kamu. Jika menemukan gejala COVID-19 yang umum, seperti batuk, sesak napas dan demam, segera hubungi hotline COVID-19 atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pemeriksaan lanjutan.

Kamu juga bisa buat janji rapid test di rumah sakit menggunakan aplikasi Okadoc lho! Temukan rumah sakit dan klinik terdekat yang menyediakan rapid test di daerah kamu dengan Okadoc.

Book jadwal rapid test dengan mudah, aman dan cepat pakai Okadoc. Jangan lupa download aplikasi Okadoc ya!

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa