KesehatanWanita

Haid Lebih dari Seminggu? Mungkin Ini Penyebabnya!

Haid Lebih dari Seminggu

Permasalahan seputar masa haid atau yang juga dikenal dengan istilah “datang bulan” memang menjadi persoalan tersendiri di kalangan para wanita. Siklus haid yang tidak teratur atau berlangsung lebih dari seminggu, masih dapat dikatakan wajar jika hal itu terjadi di beberapa tahun pertama pada masa pubertas seseorang. Namun, lain ceritanya jika kamu sudah melewati masa pubertas tersebut.

Baca Juga:

Umumnya, dengan bertambahnya usia, masa haid pun akan menjadi lebih singkat dan teratur. Sedangkan dalam kondisi normal, umumnya wanita mengalami haid selama 3-7 hari setiap bulannya. Haid yang terjadi lebih dari seminggu bisa dikatakan sebagai haid yang berkepanjangan.

Nah, jika kamu mengalaminya saat ini, pastinya kamu bertanya-tanya, bukan? Apakah haid lebih dari seminggu itu adalah hal yang normal? Kira-kira apa penyebabnya? Untuk itu, kita akan membahas apa saja, sih, penyebab haid lebih dari seminggu?

Bagaimana Siklus Haid yang Normal pada Wanita?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penyebab haid lebih dari seminggu, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu mengenai waktu siklus haid yang normal. Pada kondisi normal, siklus haid umumnya terjadi selama 28 hari. Memang, umumnya wanita memiliki siklus haid di rentan waktu tersebut, namun hal itu tak bisa dijadikan acuan.

Di beberapa kasus, siklus ini terjadi di setiap 21 hingga 30 hari. Umumnya, haid rata-rata terjadi selama 5 hari.

Terkadang, waktu haid bisa mengalami rentan waktu yang lebih singkat, yaitu sekitar 2 hari. Namun, bisa juga berlangsung dengan rentan waktu lebih lama. Bahkan, ada pula yang terjadi selama 7 hari dan paling lama 15 hari.

Nah, apabila pada masa haid darah keluar lebih dari 15 hari, maka kamu harus waspada. Bisa saja darah yang keluar saat itu bukan darah haid normal, namun lebih ke permasalahan kesehatan.

Haid Lebih dari Seminggu? Mungkin Ini Penyebabnya

Kira-kira apa penyebab haid lebih dari seminggu? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Hormon estrogen dan progesteron yang tidak seimbang

Gangguan ketidakseimbangan pada hormon estrogen dan progesteron disebut dengan Polycystic Ovarian Syndrome. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kedua hormon tersebut dan apa pengaruhnya terhadap masa haid kamu, ada baiknya kita mempelajari proses haid terlebih dahulu.

Di setiap bulannya, pastinya wanita akan mengalami masa haid. Proses tersebut terjadi dimulai dari lapisan rahim wanita yang akan mengalami penebalan untuk mempersiapkan kehamilan.

Pada masa subur tersebut, sel telur akan keluar dari indung telur (ovarium). Apabila tidak terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, maka sel telur yang berada di rahim akan meluruh keluar dan proses inilah yang dinamakan dengan haid.

Terjadinya penebalan dinding rahim sepenuhnya diatur oleh hormon estrogen dan progesteron. Apabila kedua hormon itu berada dalam jumlah yang tak seimbang, maka dinding rahim akan menebal secara berlebihan dan dapat mengeluarkan darah dalam jumlah lebih banyak dibanding pada kondisi normal sebelumnya.

Hal itulah salah satu penyebab haid kamu dapat berlangsung hingga lebih dari seminggu lamanya.

2. Adanya masalah pada rahim ataupun pertanda penyakit tertentu

Menyambung dari pembahasan pertama, apabila sel telur di rahim tidak terjadi pembuahan, maka akan terjadi haid. Beberapa masalah kesehatan pada rahim, ternyata juga dapat menjadi salah satu penyebab haid terjadi lebih dari seminggu lamanya.

Beberapa permasalahan tersebut bisa menjadi pertanda kamu memiliki penyakit atau permasalahan di sekitar area rahim. Sebut saja, polip rahim, miom, adenomiosis, endometriosis, tumor rahim, hingga yang paling berbahaya yaitu, kanker rahim.

Tidak hanya gangguan dan penyakit di area rahim saja, beberapa penyakit lainnya bisa menjadi penyebab haid terjadi lebih dari seminggu. Beberapa penyakit tersebut di antaranya, seperti gangguan pembekuan darah, penyakit Von Willebrand, radang panggul, hipotiroidisme, diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit hati.

Jika kamu menderita salah satu di antaranya, bisa jadi penyakit-penyakit tersebut yang menjadi penyebab waktu haid kamu terjadi lebih lama. Bahkan, bisa saja hal itu juga mempengaruhi jumlah atau kuantitas darah haid yang keluar.

3. Pengaruh efek samping obat-obatan

Jika penyebab sebelumnya lebih diakibatkan karena permasalahan kesehatan, maka penyebab kali ini bisa diakibatkan karena efek samping dari obat-obatan yang kebetulan kamu konsumsi saat ini. Beberapa obat-obatan yang dapat menimbulkan efek tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Obat pengencer darah (antikoagulan)
  • Obat antiperadangan
  • Obat yang memiliki kandungan hormon estrogen dan progesteron
  • Obat untuk kemoterapi
  • Suplemen herbal yang mengandung bahan baku kacang kedelai, ginkgo, dan ginseng

Efek samping penggunaan obat tersebut, pastinya belum tentu berpengaruh pada semua wanita. Terkadang, efek samping hanya terjadi pada beberapa wanita saja. Namun, bisa saja kamu yang termasuk salah satu di dalamnya.

4. Penggunaan alat kontrasepsi jenis spiral (IUD) maupun pil

Apabila kamu sudah menikah dan sedang menjalani program KB, bisa saja penyebab haid lebih dari seminggu itu diakibatkan dari penggunaan alat kontrasepsi IUD (intrauterine contraceptive device) atau yang biasa disebut KB spiral. Umumnya, hal ini bisa terjadi pada masa penggunaan di awal 3 hingga 6 bulan pertama pemakaian.

Selain alat kontrasepsi jenis spiral, tidak menutup kemungkinan hal itu juga terjadi pada kamu yang menggunakan alat kontrasepsi berjenis pil. Dalam jangka panjang, penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi juga dapat menyebabkan haid terjadi lebih lama.

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Haid yang Terjadi Lebih dari Seminggu?

Untuk mengatasi permasalahan ini, ada baiknya kamu melihat beberapa kondisi terlebih dahulu. Apabila kamu masih dalam masa pubertas atau tidak.

Sebab, beberapa tahun pertama di masa itu memang wajar terjadi. Umumnya, wanita di masa itu memiliki waktu haid yang lebih panjang dan siklus yang kurang teratur.

Nah, apabila kamu sudah melewati masa pubertas, coba cek kembali apakah haid yang panjang tersebut terjadi hanya sesekali saja dan setelah itu kembali normal, atau terjadi berkepanjangan?

Jika memang haid tersebut terjadi lebih dari seminggu secara terus menerus dan disertai gangguan menstruasi lain, seperti masa haid tidak teratur, jumlah atau kuantitas darah haid yang keluar lebih banyak dari sebelum-sebelumnya, atau mungkin membuat kamu mengalami anemia, maka sesegera mungkin konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sampaikan juga jika saat ini kamu sedang dalam masa penggunaan obat-obatan tertentu. Jika kamu pengguna alat kontrasepsi KB baik spiral atau pil, sampaikan juga hal itu pada dokter yang menangani permasalahan kamu. Bisa saja ke dua hal tersebutlah yang menjadi penyebabnya.

Jika menurut dokter kedua hal tersebut bukan penyebabnya, biarkan dokter melakukan penanganan lebih lanjut agar bisa memberikan diagnosis tentang masalah tersebut. Sehingga, jika memang kamu mengalami salah satu dari penyakit atau masalah kesehatan terkait, penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

Kamu bisa konsultasi ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc lho! Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan. Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store

Related posts
GigiKecantikanKesehatan

Deretan Masalah Gigi dan Mulut yang Sering Terjadi di Segala Usia

Kesehatan

Yuk, Ketahui Perbedaan Hepatitis A,B, dan C!

Bayi & Anak-AnakIbu & BayiKesehatan

8 Tips Pumping ASI untuk Pekerja Kantoran

Kesehatan

Komplikasi Cacar Air Pada Orang Dewasa