Bayi & Anak-AnakIbu & BayiKesehatan

7 Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Kelahiran sang buah hati memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Tak hanya mereka, tapi keluarga, kerabat, hingga teman-teman terdekat pun pastinya merasakan hal yang sama. Sebagai seorang kerabat atau teman terdekat, pastinya ketika mendengar kabar bahagia tersebut, kamu pun ingin segera berkunjung dan menjenguknya.

Baca Juga:

rapid test

Nah, untuk kamu yang kebetulan ingin menjenguk bayi yang baru lahir, ternyata ada etikanya juga, lho. Walaupun tidak ada aturan tertulis tentang hal ini, namun dengan mengikuti etika tersebut, kamu dapat terhindar dari masalah tak terduga hingga kesalahpahaman.

Lantas, apa saja etika menjenguk bayi baru lahir yang harus diperhatikan? Berikut beberapa di antaranya.

1. Pastikan kamu datang dalam kondisi fit dan tidak sakit

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Sebelum datang menjenguk, pastikan kamu dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengalami masalah kesehatan. Perlu dicatat, bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap serangan penyakit.

Hal ini karena kekebalan tubuh mereka terhadap virus ataupun bakteri penyakit sangat mudah ditembus. Wajar saja, memang sistem pertahanan tubuh mereka masih rentan dan belum sempurna sepenuhnya.

Tak hanya pada bayi, hal tersebut juga berlaku pada kondisi sang ibu. Setelah masa melahirkan, terkadang tubuh masih dalam kondisi yang kurang fit sehingga kondisi ini juga memungkinkanya mereka tertular virus dan penyakit. Jadi, demi kebaikan ibu dan bayi, ada baiknya kamu melihat kondisi kesehatan kamu terlebih dahulu.

Apabila kondisi kamu sedang kurang baik, sebaiknya batalkan atau tunda waktu kunjungan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, berikan kabar kepada mereka jika kamu belum bisa menjenguk karena sedang kurang sehat. Ada baiknya, waktu menjenguk dilakukan satu minggu setelah kamu benar-benar sembuh.

2. Berikan kabar jika ingin berkunjung dan tanyakan waktunya

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Jika etika pertama adalah memastikan kondisi kesehatan kamu sebagai penjenguk, maka tahap selanjutnya adalah berikan kabar jika kamu ingin berkunjung dan menjenguknya. Pastikan apakah ia bersedia bertemu sesuai dengan waktu yang telah kamu tanyakan.

Mungkin, awalnya kamu ingin membuat surprise untuk dirinya, namun jika waktu atau kondisinya kurang tepat, bisa-bisa malah akan mengganggu baik ibu maupun si bayi.

Misalkan, kondisi kesehatan ibu masih belum fit dan harus banyak beristirahat. Karena tidak enak akan kehadiran kamu, ia pun tetap menerima kunjunganmu. Namun, hal itu ternyata malah membuat kondisinya menurun. Tentu saja, kita tak mau hal itu terjadi, bukan?

Untuk waktunya sendiri, hindari berkunjung di jam-jam yang terlalu larut, misalkan jam pulang kerja.

3. Pastikan kamu tidak membuatnya repot, jika perlu berikan bantuan

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Saat bertamu, biasanya tuan rumahlah yang akan melayani tamu yang datang. Namun, berbeda kondisinya jika tuan rumah yang kamu kunjungi dalam kondisi baru saja melahirkan.

Terkadang, karena kondisinya tersebut, sang ibu sulit untuk melakukan beberapa pekerjaan atau hal-hal lain. Walaupun kamu habis menjalani perjalanan jauh untuk bisa menjenguknya, pastikan kamu tak membuatnya repot.

Beri tahu jika ia tak perlu repot-repot menyiapkan sambutan ataupun menyiapkan makanan yang malah bisa menyulitkannya.

Apabila kebetulan kamu dan ibu bayi tersebut memiliki hubungan kerabat yang cukup dekat, maka jangan sungkan untuk memberikannya bantuan. Mulai dari bantuan kecil seperti membantunya beres-beres, ataupun juga bantuan lainnya, pastinya hal itu akan membuatnya  senang dan merasa kamu peduli pada dirinya.

4. Jangan sembarangan menyentuh bayi

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sistem imun atau kekebalan tubuh pada bayi tentunya sangat rentan terhadap infeksi bakteri atau virus yang terbawa oleh kamu. Mungkin bakteri atau virus tersebut tidak begitu berpengaruh pada kesehatan kamu, namun lain cerita jika hal itu menular pada bayi tersebut.

Untuk memastikan hal itu tidak terjadi, ada baiknya kamu hanya melihat saja dan tidak melakukan kontak fisik secara langsung. Namun, jika sang ibu mengizinkan untuk menyentuh atau menggendong bayinya, maka cuci tangan terlebih dahulu.

Jika perlu, gunakan pula pembersih tangan instan. Namun tetap saja, untuk menjaga masalah kesehatan yang bisa saja timbul, alangkah baiknya kamu tetap menjaga kontak fisik.

Selain menyentuh, kebiasaan mencium bayi juga sama buruknya. Masih pada persoalan sistem kekebalan tubuh. Bayi yang baru lahir memang masih rentan terhadap virus dan bakteri penyakit.

Hal tersebut dikarenakan, mereka belum memperoleh vaksinasi yang lengkap. Tidak menutup kemungkinan mereka bisa saja terserang virus influenza ataupun penyakit lainnya yang mudah menularinya.

5. Hati-hati saat menggendong bayi, jika belum berpengalaman lebih baik jangan

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Menyambung poin sebelumnya, menggendong bayi yang baru lahir sebaiknya tidak dilakukan oleh sembarang orang. Terlebih lagi, jika kamu tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Hal-hal buruk bisa saja terjadi pada leher dan kepalanya.

Kebiasaan mengguncang tubuh saat menggendong bayi juga sebaiknya tidak dilakukan. Mungkin niat kamu hanya ingin sekedar main-main dan bercanda saja, namun hal itu bisa membuatnya tak nyaman dan menangis. Bahkan, hal serius seperti pendarahan otak, atau bahkan kematian bisa saja terjadi.

6. Berikan kado atau hadiah bagi bayi dan ibu

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Sebenarnya, kebiasaan membawa kado ataupun hadiah saat menjenguk bayi yang baru lahir bukanlah sebuah keharusan. Namun, kado atau hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk ucapan selamat atas kehadiran buah hati mereka. Hal itu juga pertanda jika kamu turut berbahagia atas kelahirannya.

Lantas, hadiah apa yang cocok diberikan untuk menjenguk bayi yang baru lahir? Ada beberapa pilihan hadiah yang tepat. Umumnya, hadiah itu berupa pakaian, atau perlengkapan seputar bayi.

Jika kamu hendak memberikan pakaian bayi, pilihlah ukuran yang bisa dikenakannya hingga berusia enam bulan. Ukuran panjang baju yang baru lahir umumnya sekitar  50 hingga 60 cm. Maka, ada baiknya kamu memberikan baju berukuran 60 hingga 70 cm. Kamu juga bisa memberikannya satu set perlengkapan makan yang lucu.

Untuk pilihan hadiah lainnya, bisa juga kamu berikan produk kostum yang unik, seperti handuk yang bertuliskan nama bayi tersebut ataupun ucapan selamat. Meskipun hadiah itu bukan barang yang terbilang mahal, namun tetap bisa membuat mereka bahagia.

Selain membawakan kado untuk bayi, jangan lupa juga memberikan kado untuk ibunya. Bentuk hadiahnya bisa bermacam-macam. Bahkan, makanan favoritnya pun bisa menjadi hadiah yang menggembirakan.

7. Hindari membicarakan diri sendiri atau memberi nasihat berlebihan

Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Sebaiknya, hindari membicarakan obrolan yang terlalu pribadi. Misalkan, jangan mengajukan pertanyaan proses melahirkan yang dijalankannya, seperti caesar atau normal. Bisa saja ia sensitif terhadap obrolan tersebut.

Selain itu, hindari juga pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuatnya tidak nyaman. Jangan pula memberikan nasihat berlebihan mengenai cara dalam merawat bayi. Hal itu malah bisa membuatnya stres dan bisa saja membuat ASI tidak bisa keluar secara lancar. Biarkan obrolan mengalir, jika ia merasa butuh masukan ataupun pertanyaan seputar bayi, barulah kamu bisa memberikannya masukan ataupun nasihat-nasihat seputar itu.

Nah, itulah beberapa etika saat menjenguk bayi yang baru lahir. Dalam kondisi tertentu, misalkan waktu bagi ibu untuk menyusui bayinya tiba, maka kamu harus menghargai privasi tersebut.Untuk sementara waktu, kamu bisa keluar ruangan atau menyudahi waktu menjenguk. Berikan waktu bagi ibu untuk melakukan kewajibannya.

Semoga informasi mengenai etika menjenguk bayi yang baru lahir ini bermanfaat!

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa